Makam Syekh Abdullah Diduga Telah Dibongkar Sejak Dua Pekan Lalu


Makam Syekh Abdullah Diduga Telah Dibongkar Sejak Dua Pekan LaluPALEMBANG – ‘Hilangnya’ keberadaan makam Syekh Abdullah dari TPU Sei Buah Palembang, diduga sengaja dibongkar oleh orang yang memiliki kepentingan.

Pasalnya, makam Syekh Abdullah diketahui ternyata memakan lahan yang tidak termasuk lahan TPU Sei Buah.

“Lahan makam Syekh Abdullah berada di lahan milik H Munsim. Adapun panjang lahan H Munsim yang terpakai untuk makam tersebut adalah 10 meter,” kata Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Hans Rahmatullah, melalui Kanit Reskrim, Iptu Sabur, yang dihubungi Sripoku.com melalui telepon selulernya, Rabu (6/3/2013).

Dilanjutkan Sabur, makam Syekh Abdullah diduga telah dibongkar sejak dua pekan lalu. Ini pertama kali diketahui oleh beberapa orang yang hendak melayat ke TPU Sei Buah.

Saat mereka hendak melayat, keberadaan makam Syekh Abdullah sudah tak bisa dilihat lagi.

Ada juga yang mengetahui ‘hilangnya’ makam Syekh Abdullah sekitar tiga hari yang lalu. Saat itu, beberapa orang yang hendak memasang pagar di sekitar makam tak lagi menemukan keberadaan makam Syekh Abdullah.

Peristiwa ‘hilangnya’ makam Syekh Abdullah dari TPU Sei Selayur sudah dilaporkan ke Polsekta IT II Palembang. Adapun pihak yang melaporkan peristiwa ini adalah pihak yang mengatasnamakan Front Pembela Islam.

“Laporan sudah kami terima dan kami proses. Kami sudah memintai keterangan juru kunci TPU Sei Selayur dan ketua RT setempat,” pungkas Sabur.

Penulis : Refli Permana
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post – Rabu, 6 Maret 2013

Petugas TPU: Mereka Ngakunya Nguburkan Tanah Rayap

Petugas TPU: Mereka Ngakunya Nguburkan Tanah Rayap
Seorang pengurus TPU Sei Selayur menunjukkan makam yang diduga sebagai makam Syekh Abdurrahman (nisan hijau kecil) Rabu (6/3/2013).

PALEMBANG – Rasid, penjaga TPU Sei Selayur, membenarkan adanya beberapa orang yang datang ke TPU Sei Selayur seperti sedang memakamkan seseorang. Namun, begitu dimintai keterangan, sekelompok orang tersebut mengaku hanya menguburkan tanah rayap.

“Sebab itu, kami tidak memintai surat-menyurat kepada mereka. Kami benar-benar tidak tahu kalau yang mereka makamkan itu rupanya makam Syekh Abdulrahman,” kata Rasid kepada Sripoku.com, Rabu (6/3/2013).

Memang, makam yang dikabarkan makam Syekh Abdulrahman di TPU Sei Selayur tidak terlihat seperi makam pria dewasa. Makam itu lebih menyerupai makam bayi dengan ukuran tidak sampai satu meter.

Makam itu hanya berupa gundukan tanah setinggi 30 sentimeter. Sementara nisannya hanya sekadar ditanam oleh pengubur. Nisan tersebut diduga dirusak.

“Kalau kami tahu ini kuburan nanusia, pasti akan kami mintai surat-surat. Namun, karena mereka mengatakan hanya mengubur tanah rayap, kami tidak meminta surat-surat tersebut,” kata Rasid.

Penulis : Refli Perman
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post – Rabu, 6 Maret 2013

Ribuan Umat Yasinan di Makam Syekh Syaiful Alkaff

Ribuan Umat Yasinan di Makam Syekh Syaiful Alkaff
Ustad Mahdi mengajak ribuan umat majelis zikir membacakan doa, Yasin, tahlil di depan makam almarhum Syekh Syaiful Alkaff atau Ahmad bin Abdullah Alkaff yangg hilang dibongkar orang tidak dikenal di Jl RE Martadinata, Kelurahan Sungai Buah IT II, Rabu (6/3/2013) malam.

PALEMBANG – Ribuan umat muslim memanjatkan doa, yasin, tahlil, salawat di depan makam almarhum Syekh Syaiful Alkaff atau Ahmad bin Abdullah Alkaff yangg hilang dibongkar orang tidak dikenal di Jl RE Martadinata, Kelurahan Sungai Buah IT II, Rabu (6/3/2013) malam.

Ustad Mahdi yang memandu acara tersebut mengajak jemaah untuk mendoakan dan mengambil hikmah kejadian ini. “Mari kita membacakan yasin, tahlil. Dengan kejadian ini, apa yang bisa kita ambil hikmah. Silahkan Habib Imam Umar Abdul Aziz untuk memimpinya,” seru Ustad Mahdi.

Endi, salah seorang warga RT 13 mengaku turut menyesalkan pengrusakan makam yang sudah ratusan tahun terbilang dikeramatkan ini. “Jelas kito samo-samo muslim ingin ikut berdoa datang ke sini,” kata Endi.

Ketika ditanya perihal pengrusakan makam tersebut, menurut Endi warga mencurigai adanya orang yang minta izin memagari makam. “Orang itu izin magari seng. Dulu ini sungai. Kuburan ini lah ratusan tahun. Banyak yang ziarah,” kata Endi.

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Rabu, 6 Maret 2013

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: