Anak Lahir Jangan Cemburu


Anak Lahir Jangan Cemburu

Harus Saling Bagi Tugas

Kebahagian paling menggembirakan bagi pasangan suami istri adalah memiliki buah hati. Kehidupan rumah tangga akan menjadi lebih berwarna dan ceria dengan hadirnya sang anak. Namun ternyata kehadiran anak bisa menimbulkan persoalan tersendiri, akibatnya perhatian istri lebih banyak ke anak yang baru dilahirkan daripada suaminya. Sehingga suami pun merasa “cemburu” kepada anaknya. Ini biasanya terjadi pada pasangan yang baru memiliki buah hati.

Menurut Nurindah Fitria MPsi, psikolog dari RS Hermina Palembang, perhatian si ibu akan lebih fokus pada anak yang baru dilahirkannya. Fokusnya menjadi terbagi antara anak dan suami, sehingga menimbulkan kecemburuan pada suami. Kata Nurindah, wajar ibu fokus ke anak karena memang tanggung jawab mengurus anak biasanya diserahkan ke ibu. Apalagi selama 9 buan dalam rahim, koneksi sang ibu dan anak selalu terjalin.

“Sebenarnya rasa cemburu itu tidak akan muncul jika hadirnya kerja sama yang baik antara sang ibu dan ayah. Keduanya harus berbagi tugas dalam merawat anak yang baru dilahirkan adalah buah hati bersama,” terangnya.

Memberi makan, mengganti popok, membuatkan susu, serta menjaga, dan merawat anak yang baru dilahirkan harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya tanggung jawab istri. Suami harus proaktif jangan menunggu disuruh. “Karena dalam rumah tangga ada kalanya suami tidak harus menjadi bos. Sekali waktu dapat berganti peran. Tidak selalu suami di atas, adakalanya istri yang di atas,” ulas Nurindah. Jika timbul cemburu, sambungnya, sebenarnya hal yang wajar terjadi, karena suami meresa perhatian si istri berubah.

Namun, kecemburuan tersebut tidak boleh terus berlanjut, harus dibicarakan antara suami dan istri karena ini adalah rumah tangga bersama antara keduanya. “Yang terpenting itu komunikasi. Jangan sampai suami ngomel di belakang. Kalau marah bilang marah, kalau senang komunikasikan senang,” paparnya. Jika rasa cemburu tak segera diatasi, bisa saja berakibat fatal bagi kelangsungan rumah tangga.

Dikatakan Nurindah, kadang kala masalah itu muncul dari hal-hal yang sifatnya sepele misalnya sejak istri melahirkan suami tidak pernah lagi dibuatkan kopi saat sarapan pagi. Harusnya, suami berkata pada istri kenapa tidak pernah lagi membuatkan kopi. Sehingga istri akan memikirkannya. Karena bukan anak saja yang harus diurus tapi ada suami yang juga harus diurus dan diperhatikan. “Komunikasi itu sangat penting, bukan hanya dimulai saat memiliki anak, tetapi dari awal menikah hingga tua,” tutupnya. (cj14/ce2)

bisa Pengaruhi Kualitas Hubungan Pasutri

Hadirnya anak jangan membuat istri lalu mengabaikan suami. Urusannya bisa panjang. Suami cemburu, istri sibuk urus bayi. Ini akan mempengaruhi kualitas hubungan pasutri termasuk pula hubungan mesra di ranjang. Memang tidak dialami oleh setiap pasangan, namu bisa dibilang dari 1.000 pasutri setidaknya ada 100 pasutri yang mengalaminya.

Rasa cemburu bisa menimbulkan kekesalan. Bayangkan, jika kemudian yang tadinya istri biasa tidur dalam pelukan suainya tiap malam, kini malah dia harus beranjak jauh dari suami karena di tengah mereka ada anak yang harus diurus. Setiap malam, istri tidur berpelukan dengan anaknya. Anak yang baru lahir memang perlu perawatan ekstra, sehingga kadangkala karena terlalu sibuk istri menjadi lupa jika disampingannya juga ada suaminya.

Para peneliti menemukan bahwa emosi negatif seperti kecemburuan dan rasa bersalah berpengaruh pada kesehatan dan kehidupan seksual. Bahkan bisa menimbulkan rasa frustasi saat berhubungan seksual. Mereka tak lagi menemukan kenikmatan bercinta.

Untuk itu, sebaiknya pasutri lebih teliti memperhatikan gerak-gerik pasangan masing-masing. Ada saja hal kecil yang justru berakibat kurang baik dalam membina hubungan harmonis pasutri. Hadirnya anak bisa saja membuat pasutri jarang melakukan kegiatan bermesraan. (fad/ce2)

Sumatera Ekspres, Minggu, 2 Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: