Kurikulum Sekolah Berubah


Kurikulum Sekolah Berubah PALEMBANG Seiring perubahan zaman, kurikulum sekolah di Indonesia perlu diadakan perubahan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA dibincangi usai sosialisasi uji publik untuk kurikulum 2013 di Griya Agung, kemarin.

Dia mengatakan, fakta yang ada sekarang memang mengharuskan kurikulum untuk lebih disempurnakan lagi. “Bukan berarti kurikulum yang lama itu tidak bagus, mungkin saja kurikulum yang baru sekarang bisa berubah pada 10 atau 15 tahun mendatang,” katanya.

Jika kurikulum tidak berubah, justru itu akan menimbulkan pertanyaan. Katanya, kurikulum berbasis kompetensi harus dibuka dari tiga ranah, yakni sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Menurutnya, untuk mewujudkan itu diperlukan tingkat kreativitas yang tinggi.

Kurikulum 2013 nanti, ucap Nuh, saat ini dalam fase uji publik dan draft-nya juga sudah disusun oleh Kemendikbud. Mengenai pelajaran lain yang dihilangkan, kata Nuh, pelajaran SD yang sebelumnya ada 10 dipadatkan menjadi enam, Namun jam belajar bertambah empat jam per minggu, dari 26 jam menjadi 30 jam. Sedangkan, mata pelajaran SMP yang sebelumnya 12 diringkas menjadi 10. Tapi jam belajarnya bertambah dari 32 jam menjadi 38 jam per minggu.

“Enam mata pelajaran yang diajarkan di SD itu adalah Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Matematika sebagai mata pelajaran pokok. Mata pelajaran lain adalah Olahraga dan Kesehatan Jasmani serta Seni Budaya dan Prakarya,” ujarnya.

Untuk mata pelajaran IPA dan IPS bukannya dihapus dari kurikulum, tapi diintegrasikan sesuai tema melalui pendekatan tematik integratif.

khusus pengintegrasian pelajaran IPA dan IPS, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh memberikan tiga alternatif dalam uji publik Kurikulum Pendidikan 2013 yang akan dimulai hari ini (3/12). Pertama, pelajaran IPA dan IPS sama sekali tidak dimunculkan, hanya muatannya yang muncul di pelajaran-pelajaran lain.

Kedua, IPA dan IPS akan dimunculkan sebagai nama pelajaran mulai kelas 4 SD sampai 6 SD. Ketiga, IPA dan IPS hanya akan dimunculkan sebagai pelajaran tersendiri untuk kelas 5 dan 6 SD. “Intinya, yang dihapuskan nama pelajarannya, IPA dan IPS. Tapi substansi pelajaran IPA dan IPS tidak ada satu pun yang dihilangkan.”

Sedang mata pelajaran SMP yakni Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta Matematika sebagai mata pelajaran pokok. Mata pelajaran lain adalah IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni dan Budaya, Olahraga dan Kesehatan Jasmani serta Prakarya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs Ade Karyana mengatakan, perubahan kurikulum memang perlu dilakukan karena ada semacam sudut pandang atau kajian yang berbeda. “Konten harus ditata kembali agar kebutuhan pembangunan dapat diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi,” katanya. (cj18/cj9/tha/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 3 Desember 2012

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: