Dapat “Kiriman” Tim Banjir Belanda


Dapat Kiriman Tim Banjir Belanda
Ekstrim: Gumpalan awan hitam pembawa hujan melingkupi langit Palembang, kemarin. Khawatir kehujanan, tampak seorang ibu berpayung melintasi kawasan BKB, kemarin

PALEMBANG – Langkah Palembang mengatasi banjir yang selalu menghantui Metropolis membuahkan hasil. Bersama empat kota di lima negara Asia, Pemkot Palembang melakukan kerja sama dengan pemerintah Rhoterdam, Belanda, khusus dalam bidang penanganan banjir.

Teknisnya, pemerintah Belanda akan mengirimkan tim ahlinya untuk mempelajari dan melakukan kajian banjir di Palembang. “Selama dua bulan itu, para pakar banjir asal Belanda akan mempelajari penyebab banjir di Palembang. Tim ahli mereka akan membuat perencanaan dan usulan dalam penanggulangan banjir,” ungkap Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra, usai penutupan Musi International Fishing Tournament 2012 di plaza BKB, kemarin.

Eddy mengatakan, kerja sama penanganan banjir akan dilakukan mulai Desember 2012 hingga Januari 2013. “Kita dan beberapa kota lain mendapat bantuan dana Rp52 miliar. Dana itu bukan untuk fisik, tapi lebih kepada keperluan untuk pengkajian tim ahli banjir itu,“ ucapnya.

Lima negara dimaksud, Bangkok, Vietnam, Cina, Taiwan, dan Indonesia. Menurut Eddy, kondisi banjir di empat negara lainnya lebih parah dibandingkan Palembang. “Kalau sifat banjir di kita (Palembang), lebih dikarenakan banyaknya saluran tertutup sampah. Saat hujan, banyak air tak bisa mengalir dan menyebabkan air meluap ke badan jalan,” ulasnya.

Diakuinya, penanganan banjir di Belanda lebih terkendali. Sistem drainase tidak membuat sampah menghalangi air. Hanya saja, untuk melakukan penanganan banjir seperti yang dilakukan pemerintah Belanda membutuhkan dana yang besar. ”Yang jelas, prinsipnya harus ada peran masyarakat dalam penanggulangan banjir,” cetusnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto SH mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim yang timbul selama musim hujan di seluruh wilayah Sumsel. “Musim hujan diprediksi hingga Januari-Februari mendatang,” katanya.

Yang perlu diwaspadai yakni angin kencang seperti puting beliung yang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Sumsel. Masyarakat diimbau tidak buang sampah sembarangan yang dapat menyumbat drainase dan menimbulkan banjir. “Daerah yang rawan banjir di Sumsel yaitu, Palembang, Lahat, Muara Enim, OI, OKI, Muba dan Mura,” beber Yulizar.

Sedangkan daerah rawan longsor, seperti Lahat, Pagaralam, dan OKU Selatan. “Tim BPBD dan pihak terkait sudah dalam posisi siaga bencana selama musim hujan ini. Kita berharap kerja sama semua elemen masyarakat untuk keselamatan bersama,” pungkasnya. (cj7/cj9/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 3 Desember 2012

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: