Warga Amankan Barang Berharga


Warga Amankan Barang Berharga

Banjir Terus Mengancam

GERSIK — Warga yang tinggal di bantaran Sungai Bendung, terutama di Jl Selada, Jl Katu, Jl Pakis, serta Jl Paku, dan Lr Jambu, masih mengamankan seluruh barang berharga yang dimiliki. Pasalnya, banjir masih sangat berpotensi menyerang pemukiman rumah warga yang ada.

“Saya dan warga lainnya telah memindahkan seluruh barang berharga, seperti surat-surat penting di tempat yang aman. Bila barang tersebut tak dipindahkan, takutnya akan basah dan rusak terendam oleh banjir,” kata Senen Somad, Ketua RT 25, kemarin (12/11).

Lurah 9 Ilir, Agustian Khatmir SH MSi, mengaku, warganya yang tinggal di bantaran Sungai Bendung, terutama di kawasan Gersik telah mengamankan seluruh barang berharga milik mereka. Disamping itu, seluruh barang elektronik telah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. “Warga telah mengetahui kalau banjir masih mengancam pemukiman rumah di bantaran Sungai Bendung,” ujar Agustian.

Pasalnya, warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut menjadi langganan banjir pada musim penghujan tiap tahunnya. Maka itulah, mengamankan barang berharga dan memindahkan barang elektronik adalah langkah yang harus dilakukan saat banjir menyerang pemukimannya.

“Ketinggian banjir yang merendam bantaran Sungai Bendung sangat memprihatinkan dan terbesar selama sepuluh tahun belakangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Sukarame, Muhammad Hanif melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Furwadie mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya kesehatan khususnya terhadap penyakit diare dan DBD yang kerap mengintai saat musim penghujan sekarang ini.

“Sebagian besar kawasan daerah Sukarame rawan banjir kalau lagi musim hujan, dan ini sudah berlangsung sejak lama,” ujarnya kemarin, (12/11).

Ia mengatakan, kelurahan rawan banjir terbesar berada di Sukodadi, bahkan di kawasan ini hampir 20 persen daerahnya tergenang air (banjir, red) bila hujan turun. “Daerah ini dulunya resapan air. Namun, sekarang sudah menjadi kawasan penduduk,” terangnya.

Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya sudah melapor ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palembang dan Dinas Kebersihan Kota (DKK) khususnya untuk wilayah di Jl Gotong Royong, PMD, dan seputaran terminal. “Tak hanya itu, kami juga meminta puskesmas setempat untuk melakukan penyuluhan terkait musim penghujan yang rentan terhadap penyakit,” ucapnya. (yud/nni/ce4)

———————————————————————
Sumatera Ekspres, Selasa, 13 November 2012
———————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: