Wako Numpang Motor Wartawan Sumatera Ekspres


Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang dan sekitarnya, Kamis (8/11) malam hingga Jumat (9/11) dini hari dengan itensitas tinggi, ternyata menyebabkan banjir disebagian wilayah Palembang dan Sumsel. Tidak hanya di jalan utama, banjir juga mengepung perumahan warga.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Banjir di seputaran Terminal Alang Alang Lebar (AAL), Kecamatan AAL juga terasa dampaknya. Selain warga, pedagang Pasar AAL, pengemudi yang melintas di jalan dari arah Palembang dan Banyuasin terhambat. Kepala Terminal AAL, Robert Hutapea mengatakan, kemacetan mulai terjadi dari Serong, Banyuasin, hingga arah salah satu perumahan elit di Jalan Baypas Terminal AAL Palembang.

Parahnya lagi, pengemudi mobil saling rebutan jalur dan akibatnya kemacetan tidak terelakkan lagi. Malah informasinya, buntut kemacetan dari Banyuasin hingga ke Desa Pangkalan Balai, Banyuasin. “Kemacetan ini sangat mengganggu aktivitas terminal. Kendaraan bus baik yang masuk maupun keluar menjadi terhambat,” katanya.

Kemacetan dimulai sejak Jumat (9/11) pagi. Hingga tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB, jalan di depan Terminal AAL masih macet. Robert mengungkapkan banyak kendaraan yang terjebak macet saat melewati genangan air di sekitar Jl Palembang-Betung , Km 14. “Sehingga mereka harus berhati-hati ketika melewati genangan air tersebut. Bahkan ada yang sampai terperosok karena tidak tahu jalan yang dilewati ternyata jalan tanah,” terangnya.

Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, kemarin (9/11), melakukan peninjauan langsung ke titik banjir di kawasan terminal dan pasar AAL. Eddy sebelumnya juga sempat mendatangi sejumlah titik banjir yang berada di Jl Kolonel H Barlian dan simpang empat lampu merah, ruko Bandara Mas. Usai meninjau lengsung Eddy mengatakan titik banjir yang paling parah adalah kawasan Km 12, Kecamatan AAL. Ia juga mengungkapkan kemungkinan besar banjir kali ini disebabkan oleh pembangunan sejumlah infrastruktur yang tidak tepat prosedur.

“Kemungkinan ada anak sungai yang tertimbun di wilayah Bumi Waras, Banyuasin yang berimbas kepada meluapnya aliran air,” kata Eddy. Titik lainnya berada di Pasar AAL. Ketinggian air bisa mencapai dengkul orang dewasa. Eddy mengatakan saat melakukan peninjauan, melihat banyak pedagang yang membuat lapak liar di pasar sehingga membuat debit sampah meningkat.

“Nah, sampah yang kemungkinan tadi malam masih tertinggal membuat sampah menumpuk dan hanyut terikut arus yang kemudian menyumbat saluran air. Langkah pertama mungkin kita akan menertibkan terlebih dahulu lapak liar yang ada di pasar,” ujarnya didampingi Kasat Pol PP Kota Palembang H Aris Saputra.

Eddy salah satu Wali Kota yang cukup tanggap saat menerima laporan bencana seperti banjir yang melanda di kawasan AAL dan sekitarnya. Setelah mendapatkan informasi letak titik banjir yang paling parah, Eddy langsung meninjau ke lokasi. Namun ia sempat dibonceng wartawan koran ini dengan mengendarai sepeda motor yang kebetulan berada di lokasi banjir untuk meliput. Karena akses menuju lokasi sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Sementara sejumlah pejabat yang ikut rombongan. diantaranya Kasat Pol PP Kota H Aris Saputra, Kepala Dinas Pertamanan, Penerangan Jalan dan Pemakaman (PPJP) Kota Palembang Ir Andi Wijaya Busroh, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan pejabat lainnya meminjam motor milik warga yang berada di Pasar AAL. Dan lainnya, menumpang sepeda motor khusus angkutan barang roda tiga.

Eddy dan rombongan dari Pasar AAL langsung menuju proyek pembangunan jembatan yang berada di Jl Gang 5, Sukajadi. Proyek tersebut disinyalir kuat menjadi menjadi penyebab terjadinya banjir. Dalam perjalanan, kepada wartawan koran ini Eddy mengungkapkan kejadian seperti ini harusnya tidak terjadi, apabila semua pihak dapat menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan baik. Terutama tidak membuang sampah di saluran air. Eddy juga menyayangkan ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang terkadang tanpa izin dari pemerintah. “Pasar ini (Pasar AAL, red), tadi (kemarin, red) saya melihat banyak pedagang yang berada di dekat saluran air seenaknya saja membuang sampah sisa sehingga membuat aliran air tersumbat,” ungkap Eddy sambil menunjuk lokasi pasar yang terkena banjir.

Sebelum tiba di lokasi proyek jembatan di Jl Gang 5, Sukajadi, dari jarak 200 meter terlihat jelas ketinggian air mencapai lutut kaki orang dewasa. Setelah didekati bersama-sama proyek bangunan jembatan itu telah menyalahi aturan, karena terlihat banyak tumpukan sampah yang tersangkut di bawah cor semen bangunan jembatan tersebut. “Siapa yang membangun jembatan ini?” tanya Eddy kepada sejumlah buruh bangunan yang berada di lokasi. Sontak buruh itu menjawab dengan tidak tahu. “Saya hanya pekerja.” cetusnya.

Lagi-lagi Eddy menegaskan, seharusnya aliran air di sungai kecil tidak boleh terhambat. “Bisa jadi ini adalah salah satu penyebab luapan air yang ada di wilayah Km 12. Sungai kecil merupakan limpahan air,” katanya. Ia menambahkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Jl gang 5, Sukajadi yang sedang dibangun tidak memenuhi prosedur. (cj10/ce3)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

0,5 Ton Kerupuk Benyek

Salah seorang pedang kerupuk dan kemplang di Pasar AAL, A Rohim (45), mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah akibat genangan air di los miliknya karena 0,5 ton kerupuk dalam plastik menjadi benyek. Rohim mengaku memiliki empat los. “Tiga los untuk dagangan kerupuk dan kemplang, satu los lagi untuk kelontongan. Selama empat tahun berjualan di Pasar AAL ini, sederas apapun hujan tidak pernah banjir,” ujarnya.

Rohim hanya bisa pasrah, saat tiba di pasar ia sudah melihat air setinggi orang dewasa. “Kami sempat shock, karena baru saja mengisi toko dengan barang,” ucapnya. Bahkan kulkas yang digunakannya untuk menyimpan makanan dagangannya sempat terapung akibat tingginya air yang menggenangi. Nilai kerugian? Rohim menjelaskan dari dua los yang menyimpang kerupuk kemplang sebanyak 500 kilogram atau sebanyak 0,5 ton terendam air. Jika ditotalkan dariharga jual Rp 25 ribu per kilogramnya, kerugian bisa ditaksir mencapai Rp 12,5 juta. “Kalau diperkirakan, kerugian saya lebih dari Rp 20 juta,” lirihnya.

Ia juga mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk para pedagang yang menderita kerugian. “Kami mulai bingung harus mulai dari mana. Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan,” pungkasnya. (cj10/ce3)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Raup Rezeki Daari Banjir

Ternyata banjir tidak selalu merugikan. Banjir memberika rezeki sebagian warga dengan meluapnya kolam dan tambak ikan. Reno, salah seorang warga memanfaatkan momen itu bersama teman-temannya dengan memancing dan menjala ikan yang tersapu banjir dari kolam yang meluap yang berada di pinggir jalan poros menuju Bandara SMB II Palembang, kemarin. Menurutnya, jika hujan turun, memang biasanya ikan banyak yang keluar dari jaring yang sengaja dipasang di kolam.

“Yo Dek, kapan lagi, kan jarang yang cak ini terjadi. Kalu didiemke bae mubazir, kareno ikannyo dak mungkin balek lagi jugo ke tambak. Soal ikan ini punyo siapo dak embek pusing kami. Lagian ikan yang dapat idak diembek dari tambak langsung,” ujar Reno.

Sementara itu, hujan yang turun Kamis malam sempat menggenangi sejumlah kawasan di Palembang, juga memberi rezeki bengkel sepeda motor dan mobil. Saat melintas di jalan yang digenangi air, pengendara banyak yang memaksa sepeda motor dan mobilnya menerobos genangan air.

“Yo, Alhamdulillah. Banyak warga yang beneri motor kareno mogok. Rato-rato mogok karena dak biso distarter. Penyebabnyo yo itu tadi karena busi terendem air dan biso jadi air masuk dari knalpot. Sebaeknyo kalu banjir jangan dipakso untuk nyalake mesin,” terang salah seorang pemilik bengkel motor di kawasan Sukarami itu. (cj4/ce3)

Sumatera Ekspres, SAbtu, 10 November 2012

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: