Banjir Terbesar setelah 10 Tahun


Banjir Terbesar setelah 10 Tahun
Naik Perahu Karet: Anak-anak bersama ibunya terpaksa naik perahu karet menghindari banjir untuk beraktivitas di kawasan pemukiman Jl Gotong Royang, RT 14, RW 3 Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarame, kemarin

Genangi Sekolah, Siswa Diliburkan

PALEMBANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Kamis (8/11), sekitar pukul 18.00 WIB hingga jelang Subuh, membuat banjir di beberapa lokasi di Kota Palembang dan sekitarnya. Ketinggian titik di banjir beberapa lokasi bervariasi, antara 15 cm hingga ada yang mencapai 1 meter.

Akibatnya, ribuan rumah penduduk kebanjiran. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau keluarganya. Tapi sebagian ada yang bertahan tinggal di rumahnya demi alasan keamanan. Bahkan, fasilitas publik seperti pasar dan sekolah pun kebanjiran.

Pantauan koran ini, ratusan rumah warga di bantaran Sungai Bendung, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir (IT) II, adalah yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Pasalnya, banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut telah merendam hampir seluruh pemukiman rumah warga yang ada.

Pemukiman di kawasan Gersik, Sekip Tengah, seperti di Jl Selada, Jl Katu, Jl Pakis serta Jl Paku, dan kawasan Bendung di Lr Jambu, Lr Durian serta lainnya, kebanjiran hingga mencapai paha orang dewasa. Disamping itu, banjir juga menggenangi halaman Universitas IBA Palembang.

“Banjir masuk ke rumah, Dek. Terpaksa barang-barang elektronik dipindahkan ke tempat yang aman, biar tak terendam air. Saya sudah mengamankan seluruh surat-surat penting yang ada,” kata Senen Somad, ketua RT 25, kemarin (9/11). Disamping itu, lanjut Somad, ia sibuk mengangkat dan memindahkan sofa, kasur, serta meja dan lemari ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah barang berhasil dipindahkan dan diamankan, Somad mengaku membersihkan rumahnya dari sampah-sampah yang masuk ke rumah. “Tiap hujan pasti banjir di kawasan ini. Pasalnya permukaan Sungai Bendung telah sejajar dengan jalan dan meluap ke rumah warga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 21 Arifien Davat mengaku banjir yang merendam di kawasannya setinggi paha orang dewasa. Banyak rumah yang kemasukan banjir. “Tapi rumah saya tidak, karena posisinya tinggi,” imbuhnya. “Banjir yang merendam kawasan ini yang terbesar setelah 10 tahun belakangan. Banjir seperti ini hanya terjadi di tahun 2002 lalu,” cetusnya.

Ia berharap hujan lebat tak terus menguyur Kota Palembang. Bila hujan terus turun, dipastikan banjir akan makin meninggi merendam pemukiman warga di bantaran Sungai Bendung. “Bila itu terjadi, dipastikan banyak warga yang terpaksa mengungsi,” ungkapnya.

Lurah 9 Ilir Agustian Khatmir SH MSi mengaku, sebagian besar pemukiman rumah warga di bantaran Sungai Bendung, Kelurahan 9 Ilir, terendam banjir. Untuk itu, Agustian mengimbau warga untuk selalu waspada dan mengantisipasi masalah banjir yang terjadi.

“Tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini, mengakibatkan tingginya permukaan Sungai Musi dan Sungai Bendung. “Kondisi inilah yang mengakibatkan air tak bisa dibuang ke pembuangan yang ada sehingga terjadi banjir,” bebernya.

Sementara itu, di Jl Rawajaya, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, ratusan rumah juga terendam banjir akibat diguyur hujan deras pada Kamis malam (8/11). Kawasan Rawajaya memang dataran rendah yang selalu menjadi langganan banjir.

Yati salah seorang warga mengaku, sejak pukul 23.00 WIB dirinya beserta keluarga sudah mengungsi ketempat keluarga yang lain. Karena air yang masuk rumah hingga pinggu orang dewasa. “Jadi kami memilih mengungsi sementara. Hingga tadi pagi (kemarin pagi, red) air belum surut. Tapi barang elektronik dan furniture sudah dipindahkan ke tempat yang tinggi,” bebernya.

Diakui Yati, banjir kali ini termasuk sangat besar. Karena selama ini banjir yang datang tidak berlangsung lama dan cepat surut, tidak seperti sekarang. ”Apalagi keadaan rumah kami agak tinggi dibanding rumah tetangga yang lain. Tapi air masih juga masuk rumah,” jelasnya.

Sementara itu, banjir yang menggenangi Jl Kol H Barlian, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, membawa berkah tersendiri bagi pemilik bengkel. Salah satunya bengkel Yamaha yang tepat di pinggir jalan tersebut. Baru setengah jam dibuka, sudah banyak didatangi pemilik kendaraan roda dua yang mogok. (yud/cj2/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 10 November 2012

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: