Atasi Banjir, Jepang Tawarkan Konsep


Atasi Banjir, Jepang Tawarkan Konsep Butuh Delapan Unit Pompa

PALEMBANG — Dalam pengendalian banjir di Metropolis, pihak Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) menawarkan konsep untuk mengurai banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung. Pada rencana itu, setidaknya dibutuhkan delapan unit pompa air pada DAS yang mempunyai luas 1.540 hektare itu.

Kajian sebanyak delapan unit pompa air tersebut, di antaranya pompa induk di muara Sungai Musi dan DAS Bendung, pompa saluran IBA dengan kapasitas isap 2×2,5 m3/dt, pompa di Kelurahan Duku (2×1 m3/dt), Sekip Kanan 1 (2×1 m3/dt), Sekip Kanan 2 (2×1 m3/dt), Sekip Kiri 1 (2×1 m3/dt), pompa saluran Polda (3×2 m3/dt), dan pompa di Jalan May Salim Batubara (2×2 m3/dt).

Kepala Satker SNVT Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Sumsel, Tagore Ramlan, mengatakan, saat ini di sepanjang DAS Bendung telah ada tiga pompa, yaitu pompa Jalan Veteran (2×1,5 m3/dt), pompa saluran Seduduk Putih (2×1 m3/dt), dan pompa Jalan Mayor Ruslan (2×0,6 m3/dt). “Soal kajian dari pihak Jepang itu, perlu kita tinjau kembali. Nantinya sebelum rencana itu diterapkan, kita akan melakukan survei,” jelasnya.

Dikatakan Tagore, dalam perencanaan itu sistem pompanisasi nantinya iar akan disalurkan ke beberapa kolam retensi seperti kolam retensi Talang Aman, kolam retensi Ario Kemuning dan kolam retensi Simpang Polda. “Nah, pompa saluran Seduduk Putih akan disalurkan ke kolam retensi Seduduk Putih,” ujarnya seraya menambahkan, konsep tersebut dirilis Supraharmonia Consultindo.

“Kemudian, ada juga pompa di IBA. Nanti airnya akan disalurkan ke kolam retensi IBA,” bebernya. Lanjut Tagore, pihak JICA juga merilis kedalaman genangan air di beberapa saluran air. Misalnya, di Sungai Bendung dapat berpotensi terjadi genangan air setinggi 30-50 cm dengan lama genangan 10 jam di kawasan seluas 104 hektare.

Sedangkan untuk di saluran IBA berpontensi terjadi luas genangan mencapai 91 hektare dengan lama genangan 10 jam dan ketinggian 30-50 cm. Lalu saluran Simpang Polda mempunyai luas genangan sebanyak 95 hektare. “Lama genangan airnya dapat mencapai 9 jam dengan ketinggian genangan air 30-50 cm,” tuturnya.

Nah, tambah dia, di saluran IBA, saluran Seduduk Putih, dan saluran simpang Polda memerlukan penggalian. Rinciannya, saluran IBA dibutuhkan galian dengan volume 5.600 m2, saluran Seduduk Putih dengan volume 10.863 m2 dan saluran simpang Polda 6.054 m2.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Kota Palembang, Dharma Budhy mengatakan, berdsarkan master plan penanggulangan banjir yang dibuat Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Palembang membutuhkan satu pompa besar di muara sungai, tepatnya pada pertemuan Sungai Bendung dan Sungai Musi. “Tapi biayanya sangat mahal, sekitar Rp 60 miliar. Upaya kita, saat ini sedang diajukan tiga pompa tambahan untuk tahun depan,” bebernya. (cj7/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 8 November 2012

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: