Dulmuluk Siap Diakui Unesco


Dulmuluk Siap Diakui Unesco
Kesenian Tradisonal Dulmuluk

PALEMBANG — Seni teater dulmuluk akan segera dijadikan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) oleh Pemprov Sumsel melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) agar bisa diakui oleh badan khusus PBB, The United Nations Organization for Iducation, Scieence and Culture (Unesco). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balitbangnovada Sumsel, Dr Hj Ekowati Retnaningsih, kemarin (7/11).

“Dulmuluk sendiri sudah dibawa ketingkat nasional. Saat ini kita dalam proses pengakuan hak paten dari Unesco dalam bidang budaya,” ungkap Ekowati kepada wartawan di kantor Balitbangnovda.

Ekowati mengatakan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi pihaknya selaku pengusul agar bisa mendapatkan hak paten tersebut. Di antaranya harus ada yang melaporkan, ada persetujuan komunitas budaya, lembaga adat, dewan kesenian. Selain juga adaalah sejarah singkat, lokasi budaya tersebut berkembang, deskripsi singkat, kondisinya dulmuluk dulu dan sekarang, upaya pelestarian, dokumentasi, referensi, dan lainnya.

“Untuk sejarah singkat sekarang masih kita gali dan didiskusikan bersama tokoh budaya dan sejarawan. Sedangkan untuk dekorasinya perlu tenaga khusus. Selain itu karena data atau dokumentasi belum rapi dan belum terkumpul.Jika datanya rapi, mungkin akan lebih mudah. Namun hal tersebut tidak terlalu sulit untuk diselesaikan. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya,” ucap Ekowati.

Selain dulmuluk, lanjut Ekowati, Balitbangnovda Sumsel juga akan mengajukan hak paten untuk pempek, kopi campur pinang yang dikenal masyarakat OKU Selatan, serta memfasilitasi paten logo SFC. “Khusus pempek sedang kita jajaki, secepatnya akan diajukan,” bebernya.

Dikatakan Ekowati, pihaknya juga akan mengamankan varitas duku dan durian. “Jadi untuk dua sampai tiga tahun ke depan masyarakat sudah bisa membedakan varitas-varitas durian,” imbuhnya.

Pada keempatan itu, Ekowati mengaku Balitbangnovda Sumsel ditunjuk Kementerian Riset dan Teknologi untuk mewakili pemerinta provinsi di Indonesia pada acara World Technopolis Association di Korea Selatan. Pada acara tersebut, Balitbangnovda akan memaparkan konsep dan pengalaman membangun Science Techno Park (STP) sebagai kluster sistem inovasi. “Nantinya kita akan memaparkan dua model, yaitu model STP kluster sistem informasi. Pada sistem ini kita tumbuhkan UKM baru berbasis transfer teknologi yang tersebar di seluruh tempat. Sedangkan yang kedua STP terintegrasi dengan kawasan industri di Tanjung Api-api,” jelasnya. (cj18/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 8 November 2012

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: