Rumah Warga Dirobohkan


Rumah Warga Dirobohkan
MENGADU : Seorang ibu menangis sambil mengadukan nasib rumahnya kepada anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad Yani, karena rumahnya dibongkar terkait sengketa lahan ratusan hektare antara TNI AU dengan warga dari empat kelurahan di Palembang

Komisi III DPR-Komnas HAM Tinjau Lokasi

PALEMBANG — Warga di RT 30 dan RT 31, Kelurahan Sukodadi, Palembang, mengaku belasan rumahnya telah dirobohkan oleh oknum aparat TNI AU. Langkah perobohan rumah warga tersebut dilakukan sehari sebelum kedatangan Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM ke kawasan lahan sengketa antara warga di empat kelurahan, yakni Kelurahan Sukodadi, Talang Betutu, Talang Jambe, dan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, Palembang, dengan TNI AU.

“Mereka merobohkan rumah kami tanpa ada koordinasi terlebih dahulu. Di RT 31 ada 98 kepala keluarga (KK) dan lima rumah sudah diratakan dengan tanah,” ujar Budi Hermawan, ketua RT 31 saat ditemui di sela kedatangan Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM, kemarin (15/10).

Budi mengaku, tak hanya di RT-nya saja yang rumahnya dirobohkan, di RT 30 sudah ada belasan rumah warga yang rata dengan tanah. Sebelumnya puluhan kelapa sawit milik warga sudah dirusak dengan alat berat. “Di RT 30 lebih banyak lagi rumah yang dirobohkan. Bahkan pemerintah menjamin 10 hari ke depan tidak akan ada aktivitas. Kalau terjadi, apa jaminan buat kami,” tutur Budi seraya minta penjelasan dari Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Muhammad Nasir Jamil sekaligus ketua rombongan menuturkan, kedatangan mereka menindaklanjuti atas kedatangan perwakilan masyarakat empat kelurahan, yakni Kelurahan Sukodadi, Talang Betutu, Talang Jambe dan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame yang bersengketa lahan dengan TNI Angkatan Udara (AU), beberapa waktu lalu ke Komisi III DPR.

“Kedatangan ini menindaklanjuti aspirasi rakyat yang sebelumnya datang ke Komisi III. Apalagi kita dengar kondisi sekarang sudah sangat mengkhawatirkan,” terang Nasir Jamil yang didampingi anggota lainnya seperti Ahmad Yani, Taslim, Himatul Aliyah, Abu Bakar Alhabsi, Dodi Reza Alex, dan Otong Abdul Rahman.

Pihaknya berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melakukan pertemuan dengan pihak terkait guna mencari solusi pemecahan masalah yang terjadi. Harapannya tidak terjadi kekerasan dengan mengedepankan dialog. “Rakyat harus mampu menahan diri dan TNI-AU jangan mengedepankan kekuasaan. Kita cari jalan terbaik,” tegasnya.

Nasir Jamil juga meminta masyarakat, jangan sampai terpancing oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah. “Tahan diri jangan kedepankan emosi, apalagi sampai terjadi pertumpahan darah seperti kasus Sodong,” tuturnya.

Anggota Komisi III lainnya, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Panglima TNI untuk membicarakan permasalahan sengketa lahan tersebut. “Kita sudah minta Panglima TNI agar TNI-AU jangan melakukan kontak secara langsung dengan warga,” terangnya.

Menurut Ahmad Yani, tanah yang diklaim seluas 720 hektare oleh TNI-AU rencananya akan dijadikan pengembangan unit usaha TNI-AU berupa lapangan golf dan area motor cross. ”Rakyat akan ikhlas jika tanah tersebut digunakan untuk kepentingan TNI-AU. Tapi jika digunakan untuk membangun mal sama sekali tidak setuju. Bahkan kita juga siap memfasilitasi warga dan TNI-AU untuk melakukan pengurusan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN),” bebernya.

Perwakilan Komnas HAM Nurholis SH mengaku pihaknya saat ini tengah melakukan pembelajaran terkait apakah ada kasus pelanggaran HAM atau tidak mengingat adanya rumah yang dirobohkan dan beberapa kebun sawit warga yang dirusak. “Masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan mencari data kebenarannya, kemudian baru akan dilakukan tindakan,” ucapnya.

Sementara Danlanud Palembang Letkol (PNB) Adam Suharto saat dikonfirmasi mengatakan kalau dirinya sedang berada di Jakarta. Mengenai kedatangan Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM bersama Pemprov Sumsel, sudah diketahui dari stafnya. Namun, Adam menegaskan sebelumnya ia sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan tentang kedatangan rombongan tersebut. “Saya sudah sejak Jumat (12/10, red) berada di Jakarta. Rencananya besok (hari ini, red) akan pulang ke Palembang. Tentunya kita menyambut baik kedatangan Komisi III dan Komnas HAM untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini,” terangnya.

Namun, Adam meminta jika mau membantu harus benar-benar membantu. Bahkan dirinya siap mengadakan pertemuan dengan Komisi III DPR-RI dengan Komnas HAM tanpa melibatkan warga. “Setelah dilakukan pertemuan baru bersama-sama bertemu warga. Mengingat rombongan ini sudah terlebih dahulu bertemu warga,” ucapnya.

Mengenai pengakuan warga yang rumahnya dibongkar tanpa koordinasi atau pemberitahuan, Adam menegaskan, kalau secara paksa, hal tersebut tidak benar sama sekali. Bahkan Adam menegaskan hal itu atas dasar kehendak warga sendiri dan tidak ada intimidasi atau pemaksaan sama sekali. “Di RT 31 ada empat rumah sudah dibongkar dan RT 30 ada 14 rumah. Dan itu atas permintaan warga sendiri yang sadar hukum dan berjuang untuk negara. Bahkan sudah dilakukan ganti rugi sesuai dengan nilai bangunan rumah.” tandasnya.

Sementara itu tadi malam, anggota Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM mengadakan pertemuan di Mapolda Sumsel. Pertemuan tersebut terkait kunjungan anggota dewan dan Komnas HAM atas sengketa lahan di empat kelurahan di Kecamatan Sukarame. (nni/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 16 Oktober 2012

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: