Makna dan Tujuan Dzikir.


Oleh: Musyawir M. SAg

“Apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, maka berdzikirlah kepada Allah sambil berdiri, duduk dan berbaring….,” (An-Nisa’: 103)

Dzikir secara bahasa artinya menyebut, menuturkan, mengingat, menjaga, atau mengerti. Perintah untuk bredzikir dalam ayat di atas mengandung makna agar setiap hamba Allah:

Berdzikir dengan ketaatan dan amal-amal shaleh, seperti memuji, memahasucikan Allah, dan bersyukur. Termasuk dalam perbuatan ini adalah membaca Al-Qur’anul Karim dengan benar dan penuh keikhlasan.

Bertadabur dengan mempelajari hukum-hukum Allah, perintah-perintah_Nya. Termasuk dalam pengertian tadabur adalah taat terhadap perintah-perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.

Bertafakur terhadap ayat-ayat kauniyah untuk merenungkan dan menumukan buktibikti tentang kekuasaan Allah, serta mengungkapkan berbagai rahasia dibalik ciptaan-Nya. Dengan cara ini, dimungkinkan bagi seseorang untuk mempertebal keimanan dan memperkuat keyakinan. Bukti-bukti tersebut, di sisi lain, dapat pula dipergunakan untuk menjawab keraguan ajaran Islam.

Berdzikir kepada Allah, hendaknya dilakukan dengan seluruh anggota badan. Artinya, manakala seseorang berdzikir, ia melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Dalam konteks ini, dzikir kepada Allah bisa dimaknai secara luas, yaitu seluruh perbuatan baik yang dapat melahirkan pahala dan diridhai oleh-Nya.

Banyak sekali keterangan yang menjelaskan tentang kemuliaan yang akan didapatkan oleh hamba Allah yang berdzikir. Diantaranya ialah firman Allah SWT dalam sebuah hadits Qutsi:

“Wahai anak Adam! Jika kamu berdzikir kepada-Ku dalam dirimu, maka Aku ingat kepadamu dalam diri-Ku. Jika kamu berdzikir dalam suatu perkumpulan, maka Aku ingat kepadamu dalam dalam kumpulan para malaikat. Dan bila kamu mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadamu satu hasta. Bila kamu mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadamu atu depa. Kemudian jika kamu datang kepada-Ku dengan, maka Aku akan datang kepadamu dengan berlari.” (HR. Ahmad)

Tujuan Dzikir

Perintah untuk berdzikir memiliki tujuan agar setiap muslim:

1. Taat kepada-Nya. Dzikir merupakan salah satu manifestasi dari ketaatan. Setiap hamba Allah yang mengingat-Nya dalam bentuk ketaatan maka Allah SWT akan membalas dengan mengingat hamba tersebut dalam bentuk rahmat yang diturunkan.

2. Berdo’a kepada-Nya. Dzikir merupakan salah satu sarana yang paling ampuh bagi terkabulnya do’a. Dengan berdzikir, Allah SWT akan mengabulkan setiap do’a dan melimpahkan kebaikan yang berlipat-lipat.

3. Selalu bertafakur di saat menyendiri sehingga Allah SWT menurunkan pertolongan di saat tersesat.

4. Selalu ingat bahwa kehidupan di dunia adalah fana, sedangkan kehidupan yang abadi hanyalah terjadi di akhirat.

5. Selalu mengingat-Nya di dunia sehingga Allah mengingatnya di akhirat. Apabila Allah mengingat hamba-Nya di akhirat, berarti tercurahlah ampunan dan kemudahan bagi hamba tersebut dalam manjalani proses perhitungan amal.

6. menyebah-Nya dengan ikhlas sehingga Allah SWT menaikkan derajat di sisi-Nya serta melepaskannya dari segala gangguan yang menerpa.

7. Tekun dalam beribadah sehingga Allah memberikan perhatian-Nya yang istimewa kepada kita.

8. Menggunakan karunia Allah di jalan yang benar sehingga pertolongan-Nya turun di saat petaka datang.

9. Berjihad di jalan-Nya sehingga petunjuk Allah senantiasa menyertai dalam setiap hirupan nafas.

Bagi setiap muslim, sebenarnya tidak ada satu sisikehidupan pun yang luput dari mengingat Alla. Karenanya, sembilan tujuan dikir di atas selayaknya mampu dicapai oleh setiap hamba Allah yang beriman.

Balasan Untuk Orang-orang yang Berdzikir

Dalam ayat-ayat yang lain (QS. Al-Ahzab: 43-44), Allah SWT menerangkan bahwa Dia akan memberikan limpahan rahmat kepada kaum mukminin yang selalu berdzikir kepada-Nya. Limpahan rahmat yang dimaksud ialah kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. Di samping itu, para malaikat akan selalu memohon kepada Allah SWT agar Allah memberikan ampunan kepada orang-orang yang senantiasa berdzikir dan bertasbih kepada-Nya. Mereka memohon pula agar Allah SWT mengeluarkan orang-orang yang berdzikir dari kegelapan (kesesatan) kepada cahaya yang terang (petunjuk).

Berdzikir yang Benar

Uraian di atas diterangkan tentang perintah dan balasan bagi orang-orang yang berdzikir dengan rahmat Allah berupa ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun tidak sembarang dzikir melainkan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh menghujam di hati dan memantul dalam perangai dan tindakkan yang terpuji.

Dzikir yang benar adalah yang dilakukan dengan penuh tawadhu’ merendahkan diri dihadapan Allah sebagai media introspeksi dan koreksi diri. Yakni dzikir yang mengantarkan proses penyadaran diri tentang kelemahan sehingga membutuhkan kekuatan dari Allah, serta penyadaran diri terhadap kesalahan dan dosa sehingga mengharap ampunan Allah yang Maha Pengampun.

Oleh sebab itu dzikir dapat dilakukan dalam bentuk apapun selama tetap dalam konteks penyadaran diri dari segala kelemahan, kekurangan, kekeliruan dan kealpaan. Sehingga dia menjadi tameng/senjata terhadap kemaksiatan, kemungkaran, dan keangkara-murkaan. Jika aktifitas dzikir yang dilakukan kaum muslimin adalah seperti itu adanya maka benar-benarlah rahmat Allah SWT berupa kesejahteraan dunia dan kebahagiaan di akhirat dapat terwujud.

Advertisements

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: