Ter jadinya Alam Semesta


Ter jadinya Alam Semesta

LEMABANG 2008

Berjuta-juta tahun yang telah silam, semua itu tidak ada. Tidak ada langit, tidak ada bumi, gunung-gunung, sungai, lautan, tumbuh-tumbuhan, hewan, benda-benda langit (bulan, bintang, matahari) dan manusiapun belum ada. Begitu juga para malaikat, jin dan iblispun belum ada, lantas apa dan siapa yang ada dikala itu?. Yang ada, hanyalah Allah SWT. Kalamullah didalam Al-Qur’an menyebutkan:

“Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Hadiid: 3)

Jelas menurut kalamullah diatas, bahwa Allah-lah yang mula pertama telah ada sebelum segala sesuatu ada, dan yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang nyata adanya karena banyak bukti-buktinya dan tak dapat digambarkan hikmah Dzat-Nya oleh akal. Kemudian dengan Kodrat dan Iradat-Nya, Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam periode (masa). Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) diatas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalannya.” (QS. Hud: 7)

Dalam menciptakan alam semesta, Allah SWT hanya cukup dengan mengucapkan “KUN = jadilah!” maka terciptalah apa yang dikehendaki-Nya, tanpa bantuan siapapun. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yassiin: 82)

Sehingga yang tadinya tidak ada, menjadi ada. Yang kosong dan hampa menjadi rupa dan berbentuk. Akhirnya terciptalah alam semesta ini yang terdiri dari langit, bumi dan seisinya, yakni matahari, bulan, bintang, tumbuh-tumbuhan, gunung-gunung, lautan, sungai, hewan. Dan Allah juga menciptakan makhluk-makhluk halus seperti iblis/syaitan, malaikat dan jin serta makhluk-makhluk yang lainnya. Dengan demikian, maka setiap siang dan malam kita dapat menyaksikan itu semua, yaitu alam disekeliling kita. Maka benarlah firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Yunus: 3)

Oleh karena itu, marilah kita berfikir akan Keagungan, Kebesaran dan Kekuasaan Allah serta segala apa saja yang diciptakan-Nya. Bagaimana langit ditinggikan tanpa tiang, bagaimana bumi ini dibentangkan, bagaimana gunung-gunung ditegakkan dan bagaimana unta itu dijadikan. Itulah kekuasaan Allah SWT.

Selanjutnya ada singkapan dalam satu riyawat, bahwa Allah SWT menjadikan sebuah pohon yang bercabang empat. Allah menamainya pohon Yakin. Kemudian Allah SWT menjadikan Nur Muhammad dalam Hijab dar intan permata yang putih seperti burung Thawus (burung merak), dan Allah meletakkannya pada pohon Yakin itu. Maka Thawus itu bertasbih pada pohon itu selama 70.000 tahun. Lalu Allah SWT menjadikan Cermin Haya’ (malu) dan diletakkan dimuka Thawus. Setelah Thawus itu melihat bentuk rupanya dalam cermin dengan dengan sebaik-baik dan seindah-indah bentuk dan lebih indah gerakkannya, maka ia merasa malu kepada Allah SWT sehingga ia berkeringat.

Kemudian Nur Muhammad itu bersujud 5 kali. Inilah bagi kita diwajibkan bersujud pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Oleh karenanya Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW beserta ummatnya. Selanjutnya, Allah SWT memandang kepada Nur itu, karena malunya kepada Allah, maka berkeringatlah Nur Muhammad itu dan:

1. Dari keringat hidungnya Nur, Allah menjadikan para malaikat.

2. Dari keringat wajahnya, Allah menjadikan Arasy, Kursy, laut, kolam, matahari, bulan, Hijab-Hijab, bintang-bintang, dan apa saja yang berada dilangit.

3. Keringat dari dadanya, Allah menjadikan para Nabi, Rasul-Rasul, Ulama, Syuhada, dan Shalihin.

4. Keringat dari punggungnya, Allah menjadikan Baitul Makmur, Ka’bah, Baitul Mukaddas dan tempat Masjid-Masjid di seluruh dunia.

5. Keringat dari kedua alisnya, Allah menjadikan ummat Muhammad dari golongan Mukmin, Mukminat, Muslim dan Muslimat.

6. Keringat dari kedua telinganya, Allah menjadikan ruh-ruh Yahudi, nashara, majusi, dan sebangsanya serta golongan orang-orang yang sama lacut dan buas dan orang-orang munafik.

7. Dari keringat kedua kakinya, Allah menjadikannya bumi dan seisinya dari arah timur sampai arah barat.

Sumber: Judul Buku Berita Ghaib dan Alam Akhirat
Penyusun: M Ali Chasan, Kendal, 4 September 1977 M/20 Ramadhan 1397 H

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: