Tolong Menolong


Tolong Menolong

LEMABANG 2008
“Barangsiapa yang berjalan untuk memenuhi keperluan saudaranya sesama muslim, kemudian hajatnya terpenuhi, maka dicatat untuknya pahala seperti pahala menunaikan ibadah haji dan umrah. Dan jika hajatnya tidak terpenuhi maka mendapatkan pahala seperti pahala menunaikan ibadah umrah.” (HR. Baihaqi).

Agama Islam menyeruhkan kepada pemeluknya agar menjadi umat yang bermanfaat bagi sesamanya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani).

Tolong menolong ada dua macam, yaitu:
1. Tolong menolong dalam bentuk kebendaan yakni dengan mengulurkan bantuan kepada yang menderita kekurangan, kelaparan dan menderita sakit akibat kekurangan gizi. Akankah kita tega mendengar dan melihat orang-orang yang kelaparan sementara kita berpesta pora dengan makanan-makanan yang lezat dan ditempat-tempat yang mewah. Sebagai muslim yang baik tentu tidak akan tinggal diam melainkan akan menyisihkan sebagian hartanya untuk menolong sesamanya yang membutuhkannya.

2. Tolong menolong dalam bentuk mengajak berbuat baik dan taqwa. Yaitu dengan memberikan bimbingan dan tuntunan atau mengajarkan yang baik dengan tulus ikhlas. Membimbing dan memberi petunjuk kepada masyarakat untuk melakukan kebaikan dan menolak kejahatan. Menolong dan menasehati orang lain yang terjerumus dalam perilaku jahat, masih belum mendapat perhatiaan yang sungguh-sungguh dari umat Islam. Padahal orang-orang yang berbuat jahat itu apabila dibiarkan maka dia akan menjalar dan menular kemana-mana sehingga dapat menimbulkan rusaknya kehidupan masyarakat. Menghentikan orang yang berbuat kemungkaran berarti kita menyelamatkannya dari jurang neraka, dan membiarkannya berarti kita telah menyeretnya keneraka. Maka perbuatan menolong pada jenis yang kedua ini adalah lebih berat dari yang pertama.

Tolong menolong hendaklah dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah semata-mata dalam mencari keridhaan-Nya, dan hendaklah tidak kita lakukan karena mengharapkan sesuatu dari yang kita tolong. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa memberi pertolongan kepada seseorang, kemudian ia diberi hadiah karenanya, lalu ia menerima hadiah itu, maka ia telah membuka pintu dosa besar selebar-lebarnya.” (HR. Abu Dawud).

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: