“KTP dan KK Kami Palembang”


Aspirasi Warga Tegal Binangun ke Pemprov-DPRD Sumsel

KTP dan KK Kami Palembang
Aksi Damai: Ratusan warga Tegal Binangun menggelar aksi damai menyuarakan aspirasi mereka di halaman Pemprov Sumsel, kemarin.

PALEMBANGTak cepat diselesaikan, persoalan batas wilayah Palembang-Banyuasin kian memanas. Kemarin (23/4), sekitar pukul 09.00 WIB, kurang lebih 800 warga Tegal Binangun menyuarakan aspirasi mereka ke Kantor Gubernur dan DPRR Sumsel.

Mereka datang menumpang beberapa, empat mobil pick up, dan ratusan sepeda motor. Berbagai spanduk bertuliskan aspirasi mereka ikut dibawa. Aksi damai ini diawali dengan yel-yel “Palembang Yes, Banyuasin No” yang diteriakkan berulang kali. “Kami Wong Palembang, bukan Banyuasin,” ucap koordinatoraksi Forum Masyarakat Plaju Darat Bersatu, Daryono. Tuntutan mereka, pemerintah segera menegaskan keingin mereka menjadi warga Palembang, baik dalam administrasi kependudukan maupun wilayah.

Read more of this post

Rusun Jadi Semiapartemen 20 Lantai


Dinamakan Perumnas Sentraland Palembang

Rusun Jadi Semiapartemen 20 Lantai
Salah satu sudut rumah susun (rusun) di kawasan sekitar Jl Radial yang akan direvitalisasi oleh Perum Perumnas

PALEMBANGNasib rumah susun (rusun) di kawasan Jl Radial (Jl Deni Effendi) kini memperoleh kejelasan. Perum Perumahan Nasional (Perumnas) akan merevitalisasi rusun menyerupai apartemen (semi apartemen).

Peremajaan rusun ini terungkap dalam penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Plt Wali Kota Palembang, H Harnojoyo, dengan Dirut Perumnas, Himawan Arif Subroto, kemarin. “Rusun sekarang sudah lama, kondisinya tidak terawat,” ucap Himawan.

Isi dari MoU kemarin, akan dibentuk tim gabungan untuk merencanakan dan menyosialisasikan rencana peremajaan rusun ini kepada semua penghuninya. “Mereka akan mendapatkan rusun baru tanpa biaya tambahan lagi,” imbuhnya. Gedung baru rusun nanti akan dibangun dengan konsep pencakar langit.

Read more of this post

Tunggu Kelulusan, Menjambret


Tunggu Kelulusan, Menjambret
Sepeda motor Yamaha MX hitam BG 2653 AAD hangus diibakar massa di Jl RHA Rozak Palembang, kemarin (19/4). (foto kanan) kedua pelaku penjambretan, Khaidir alias Kodir dan WW, diamankan di Mapolsekta Kalidoni

PALEMBANGJajaran Polsekta Kalidoni dan Ilir Timur (IT) II, tampaknya harus ekstra memburu pelaku penjambretan yang berakksi di wilayah hukumnya. Sebab dari beberapa pelaku yang tertangkap sebelumnya, rata-rata sudah belasan kali beraksi di wilayah Kalidoni dan IT II. Seperti Rega Satriawan (20), Hidayat (23), Rahmat Alaisalam (20), dan lainnya. Sementara nama-nama lainnya seperti Ys, ST, Wy, dan Dn, masih bebas berkeliaran mencari mangsa.

Apalagi kemarin (19/4), ada pengakuan baru dari dua penjambret yang tertangkap dan motornya dibakar massa, di Jl RHA Rozak, Kecamatan Kalidoni. Khaidir alias Kodir (19), mengaku sudah 34 kali menjambret. Sementara duet menjambret, berinisial WW (17), baru ikut dua kali. WW mengku hanya ikut-ikutan menjambret setelah menyelesaikan Ujian Nasional (UN), sambil pelajar kelas XII SMK tersebut menunggu pengumuman kelulusan 16 Mei mendatang.

Read more of this post

Anak tiri Jadi Pelampiasan


Anak tiri Jadi Pelampiasan
Aparat Unit PPA Satreskriim Polresta Palembang, Sabtu sore (18/4) menggerebek Najib yang sedang mencuci tangan di rumahnya. Sopir itu dilaporkan menganiaya anak tirinya

___________________________________

Ketika Najib Ribut dengan Istri
Dipukul, Dicekik, Sudut Api Rokok

PALEMBANGTiga laporan polisi dugaan tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur, masuk ke Polresta Palembang, Jumat (17/4). Dua soal murid melaporkan oknum gurunya, satunya laporan bocah yang dianiaya ayah tirinya pakai rokok. Kasus yang terlapornya sopir, cepat ditindaklanjuti.

Tersangka Najib (40), kemarin sore (18/4), ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Perum Persada Blok F-13, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang. Sopir truk angkutan itu, sedang mencuci tangan saat digerebek aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang, bersama KPAID Palembang.

Read more of this post

Satu Jutaan Warga Sumsel Miskin


Anggaran Banyak, Program Terbagi

Satu Jutaan Warga Sumsel Miskin
Memprihatinkan: Salah seorang warga hidup dalam kondisi memprihatikan di tengah gemerlap kemajuan Kota Palembang

_______________________________

PALEMBANGPuluhan tahun program pengentasan kemiskinan berlangsung. Tak terhitung berapa banyak anggaran pemerintah yang sudah dikucurkan. Nyatanya penduduk miskin tetap banyak.

Di Sumsel, dalam 18 tahun terakhir, jumlah penduduk miskin bertahan di angka satu jutaan jiwa. Kalau dipersentasekan, rata-rata ebih dari 10 persen.

Read more of this post

%d bloggers like this: