Gunakan Kartu Kredit saat Ramadhan-Lebaran, Awas Mau Untung Malah Buntung


Tak Pintar, Denda Berlipat-lipat

Gunakan Kartu Kredit saat Ramadhan-Lebaran, Awas Mau Untung Malah Buntung
Tinggal Gesek: Konsumen menggunakan kartu kredit Mandiri Skyz saat membayar produk pakaian yang dia beli di salah satu butik, kemarin. Banyak merchant bekerja sama dengan bank menggelar promo kartu kredit

* * * * * * * * * *

Kebutuhan Ramadhan dan berlebaran kian tinggi. Masyarakat berpikir keras bagaimana harus memenuhi kebutuhan itu, sementara pendapatan terbatas. Biasanya program cicilan menjadi solusi yang cepat agar semua kebutuhan terpenuhi. Wajar jika kartu kredit jadi pilihan. Selain praktis, bisa mencicil, juga banyak promonya. Tapi awas, mau nutung justru malah buntung.

Read more of this post

Air Laut Susupi Empat Sungai


2006, Hiu Capai Sekitar Ampera

Air Laut Susupi Empat Sungai
Kokoh Berdiri: Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, masih berdiri kokoh meski sudah lebih dari setengah abad. Dikhawatirkan, intrusi air laut dapat mengancam kekokohan pilar bawah jembatan ini. Di sekitar jembatan ini pula pernah terjaring ikan hiu 2006 lalu

PALEMBANGMenyusupnya air laut ke daratan (intrusi) tak hanya terjadi di wilayah Jakarta. Di Sumsel, intrusi ait laut ke daratan mulai terlihat indikasinya. Menyusupnya air asin ini belum terlalu jauh. Tapi, sudah ada empat sungai di wilayah banyuasin yang dimasuki air asin ini.

“Indikasi air asin ditemukan di Sungai Telang, Sungai Simpang PU, Sungai Banyuasin, dan Sungai Gasing,” kata Kepala Dinas Perairan Provinsi Sumsel, H Samsul Bahri, kemarin. Menurutnya yang terdekat dengan Palembang, yakni Sungai Gasing. Para ahli menyatakan, intrusi terjadi karena air sungai yang dikeluarkan terlalu banyak karena tidak terkontrol menyebabkan ruang kosong atau pori-pori. Nah, ruang kosong itulah yang kemudian diisi air asin.

Read more of this post

Sikap warga Setelah Kepastian Revitalisasi Rusun Jadi Sentraland


Relokasi jangan terjadi

Sikap warga Setelah Kepastian Revitalisasi Rusun Jadi Sentraland
Warga menjemur pakaian di depan rumah (kamar) masing-masing. Kondisi ini membuat rusun tampak kumuh

Proyek revitalisasi rmah susun (rusun) 24 Ilir sudah mendesak. Pasalnya kondisi bangunan dan lingkungan rusun tak layak huni lagi. Walau nyatanya warga rusun nyaman-nyaman saja. Seberapa parah kondisi lingkungan, bangunan, dan bagaimana warga menyoal revitalisasi? Berikut penelusurannya.

___________________________________

Siapa tak kenal kompleks rusun di Kelurahan 24 Ilir. Lokasinya persis berada di pusat jantung Kota Palembang dan tempat ini juga dikanal sebagai sebagai kompleks rusun terluas di Tanah Air. Tapi nyatanya memang tak sesuai harapan. Koran ini menelusuri rusun 24 Ilir yang terbagi dalam banyak blok (gedung) rusun. Yakni belakang PIM Blok 1-29, Blok 30-24 depan Ramayana, dan 43-54 depan Pasar 26 Ilir.

Berada di kawasan ini, kesan pertama pasti terhenyak. Maklum, rasanya memang tak layak lagi rusun itu dihuni. Kesan kumuh karena banyak sampah di pinggiran jalan, drainase, hingga anak sungai. Tak hanya, dinding rusun juga kusam dan tua. Belum lagi banyaknya jemuran menggantung di teras setiap rumah. Kondisi itu hampir ditemu disetiap blok. Tapi nyatanya, warga rusun 23 Ilir nyaman-nyaman saja tinggal di sana.

Read more of this post

Diintip, lalu Difoto Tetangga


Diintip, lalu Difoto Tetangga PALEMBANGSedang asyik mandi, mawar (21) warga kawasan Bukit Kecil dibuat terkejut oleh ulah tetangganya berinisial YG. Tak hanya diintip tetapi Mawar yang tengah tanpa busana juga difoto pakai kamera ponsel oleh pelaku yang diduga telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir.

Belakangan diketahui, aksi itu rupanya telah berlangsung lama. Pelaku menyimpan sejumlah foto syur korban Mawar dan adiknya Melati yang telah diintip pelaku. Caranya, pelaku merusak sebagian atap kamar mandi korban yang terbuat dari seng, lalu menyelipkan tangan dan kamera saat korban mandi.

Tak terima, Mawar lanas mengadu pada ibunya yang memilih melaporkan pelaku ke Polresta Palembang, sesuai dengan aduan korban dengan tanda bukti lapor polisi bernomor LP/B920/IV/S2015/Sumsel/Resta. Nur—nama samaran—, ibu Mawar sempat berbincang dengan koran ini. Menurutnya, pelaku adalah pegawai di bengkel milik tetangganya itu. Ia tidak menyangka pelaku akan berbuat sekeji itu. Apalagi Nur menduga foto-foto dua anak gadisnya itu telah disebar ke dunia maya.

Difoto pas mandi. Oleh pegawai bengkel sebelah rumah. Dak taulah kami lah embek hp nyo. Ado nian fotonyo, sekarang makonyo lapor polisi,” ujarnya.

Kasat Reskrim Kompol Suryadi SIK yang dikonfirmasi membenarkan aduan korban yang telah dilayangkan pada Jumat (24/4) itu. Kini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. “Sedang ditindaklanjuti,” singkatnya. (aja/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 26 April 2015

Residivis Kembali Tertangkap Tangan


Residivis Kembali Tertangkap Tangan
Tersangka Saleh saat diaman warga kepergok mencuri di halaman parkir bimbel Jl Sudirman, kemarin. Inzet: Saleh saat ditangkap setahun lalu

PALEMBANGPada Februari 2014 lalu, Saleh Efendi (26) warga RT 17, Desa Sungai Rebo, Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin pernah tertangkap tangan saat mencuri sepeda motor di parkiran Wom Finance, Jl Sudirman Palembang.

Nah, setahun berselang, ia kembali berulah. Ia tertangkap lagi saat coba melarikan sepeda motor salah satu guru bimbel, di kawasan Jl Sudirman, Sabtu (25/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ado (warga) yang kasih tau kalau ado wong nak maling, hati-hati, Kak, katonyo. Jadi kami awasilah diparkiran itu. Ruponyo ado nian,” ujar Ferry, satpam setempat.

Read more of this post

%d bloggers like this: