Segel Pabrik Jelly Ilegal


Izin Tangerang, Produksi Palembang

Segel Pabrik Jelly Ilegal
Pabrik makanan anak-anak berua jelly, kemarin disegel BBPOM. Selain tak punya izin, pengelola juga memalsukan kode MD dan izin produksi dari Depkes RI

________________________________

PALEMBANG“Gawat ketahuan gawe kito ini,” ujar seorang karyawan wanita tergesa-gesa meninggalkan PT Saripati Mas Mahkota Indonesia. Kemarin (24/3), sekitar pukul 13.00 WIB, pabrik yang memproduksi jelly itu, digerebek oleh BBPOM.

Seluruh karyawan yang notabenya kaum hawa, keluar dari pabrik. Setengah jam kedatangan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, kondisi pabrik makanan anak itu. “Na, jadi cak mano ini,” timpal karyawan lain dengan nada suara khawatir.

Read more of this post

Dominan Mati Pajak


Ngeles, Wajib Pajak Obral Alibi

Dominan Mati Pajak
Operasi Simpatik di Jl Merdeka menjaring puluhan pengendara, kemarin. Banyak yang ternyata menunggak membayar pajak kendaraannya

_______________________________

PALEMBANGOperasi Simpatik hari kedua berlangsung di Jl Merdeka, kemarin. Selama dua jam terjaring sekitar 60 pengendara. Para wajib pajak itu diperiksa tanda lunas pajak kendaraan bermotor (PKB) dan BBNKB-nya. “Yang terjaring banyak kendaraan mati pajak,” kata Kepala Bidang Pendataan dan Penagihan UPTD Dispenda Palembang 1, Yana Gina Baidayati. Dengan banyak alasan, para wajib pajak tersebut berkilah agar lepas dari razia gabungan tersebut.

Read more of this post

Kecepatan Maksimal 40 km/Jam


Jumat, Uji Beban

Kecepatan Maksimal 40 km/Jam
Uji coba Duplikasi Jembatan Mus II berjalan sukses, kemarin (23/3). Pengemudi kendaraan diimbau agar mengurangi kecepatan saat melintas di jembatan tersebut. Untuk mengetahui kekuatan jembatan, Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan uju beban, 27 Maret nanti

_______________________________

PALEMBANGJembatan duplikasi Musi II, kemarin (23/3), mulai dilakukan uji coba. Meski mundur 1 jam dari jadwal diitetapkan, pelaksanaan uju coba berjalan sukses. Uji coba dibuka dengan mengibarkan bendera putih. Dimulai dengan dua mobil patrol Polresta, mobil Pertamina, sepeda motor, dan kendaraan pribadi lainnya mengikuti dari belakang melewati kembaran Musi II tersebut.

Read more of this post

Miras Oplosan Renggut 2 Nyawa, 1 Kritis


Miras Oplosan Renggut 2 Nyawa, 1 Kritis PRABUMULIHMenenggak minuman keras (miras) dioplos dengan bahan-bahan lainnya, merenggut dua nyawa di Kota Prabumulih, dan satu masih dalam kondisi kritis. Mereka menenggak miras Manson House (MH), dicampur minuman energi, krim antinyamuk, obat nyamuk sachet.

Dua korban yang tewas dalam perawatan RS Pertamedika Prabumulih, Bagus (17) dan Iswanto (40). Sedangkan yang masih dirawat, Ledi Eprensi (37). Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polsek Prabumulih Barat masih menyelidiki tewasnya warga tersebut.

Bagaimana kejadiannya? Informasi yang dihimpun, Sabtu (21/3) sekitar pukul 20.00 WIB, Dodi an Bagus memancing belut di parit belakang rumahnya. Suasana dingin, untuk menghangatkan badan kedua warga Lr Azizah RT 01/07, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Barat itu membeli miras di warung Jay. Miras merek MH itu dicampur minuman energi, krim antinyamuk, obat nyamuk sachet. Jelang dini hari, keduanya pulang ke rumah. Esok harinya, giliran Ledi yang memancing belut, bersama Erik (30) dan Komar (30). Ledi lalu memberi miras di warung Cek Noni, MH itu juga dicampurnya dengan bahan-bahan lain. Tapi, Erik dan Komar tidak ikut minum.

Tiba-tiba pada Senin (23/3) sekitar pukul 20.00 WIB, Bagus yang masih berstatus SMA mengeluh sakit kepala, pinggang, serta sesak napas. Ia dilarikan keluarganya ke RS Pertamedika, Prabumulih. Ternyata Bagus tidak sendirian, Ledi dan Dodi yang menderita keluhan sama juga dilariikan keluarganya ke UGD RS Pertemedika, Prabumulih.

Read more of this post

Rumah Rakit Terancam Punah


Pemkot Tak Berdaya

Rumah Rakit Terancam Punah
Salah satu rumah rakit yang masih ada saat ini sedang berpindah tempat. Layaknya perahu, rumah rakit tersebut mengapung di Sungai Musi

________________________________________

PALEMBANG – Apa kabar rumah rakit? Sudah lama tak terdengar nasib rumah yang menjadi salah satu ciri khas Kota Palembang ini. Mungkin tak ada lagi yang peduli keberadaannya. Kecuali, mereka yang hingga saat ini masih berdiam di rumah-rumah itu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sendiri tak berdaya untuk melestarikannya. Diakui Sekretaris Disbudpar Palembang, A Zazuli, seyogyanya diperlukan upaya untuk melestarikan keberadaan rumah rakit itu.

Read more of this post

%d bloggers like this: