Melihat Becak Motor, Hasil Modifikasi Becak dan Motor
19 January 2013 1 Comment
Pengawasan Lemah, Diduga Bodong
Siapa yang tidak membutuhkan sarana transportasi yang aman, cepat, murah, mudah Di Palembang, becak dengan memodifikasi mesin parut kelapa, kini becak motor menjadi pilihan. Becak motor tersebut hasil modifikasi dari becak dan sepeda motor. Tentu saja hasil modifikasi ini masih belum diakui sebagai saranaa transportasi umum oleh undang-undang. Namun di sejumlah wilayah Palembang becak motor ini dibiarkaan beroperasi di jalan membawa penumpangnya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Ia juga menegaskan keberadaan becak motor bisa membahayakan keselamatan penumpang karena pembuatannya yang kurang profesional. “Mereka hanya memodifikasinya di bengkel las biasa. Bukan kendaraan yang keluar dari pabrikan, sehingga aspek keselamatannya masih diragukan,” terangnya.
Becak motor ini memiliki kekuatan yang lebih besar daripada becak karena menggunakan mesin motor yang memiliki kekuatan 110 cc dan dapat melaju seperti sepeda motor padaa umumnya. Berbeda dengan becak bermesin parutan kelapa yang hanya bisa melaju maksimal 50 km/jam.
Salah seorang tukang ojek yang beroperasi di wilayah tersebut, Romli (45) mengatakan kehadiran becak motor sebenarnya cukup mengurangi penghasilannya. Namun, di sisi lain, ia tidak bisa menghalangi orang untuk mencari rezeki. “Reeki kan semuanya ada yang mengatur. Sehingga saya percaya kehadiran mereka bukanlah menjadi penghalang bagi rezeki saya,” imbuhnya.
Lakukan Analisis Dampak Lalu Lintas
Kehadiran alat transportasi seperti becak modifikasi sepeda motor yang berada di daerah pinggiran kota merupakan imbas dari perluasan pemukiman yang merambah dareah tersebut. Pembangunan pemukiman yang tidak disertai dengan analisis dampak lalu lintas (andalin), membuat masyarakat yang bermukim di daerah tersebut kekurangan transportasi publik.
Pengamat Transportasi, Arimbi Ginca saat dihubungi Sumatera Ekspres mengatakan, sebelum membangun sebuah pemukiman, andalin diperlukan untuk memastikan masyarakat yang akan tinggal di pemukiman tersebut bisa mendapatkan akses transportasi publik. “Sehingga fenomena munculnya kendaraan alternatif seperti ojek, becak, ataupun becak motor sedikitnya bisa dikurangi,” kata Arimbi yang bergabung di GT (German Technical Cooperation) perwakilan Palembang.
Beroperasi di Kecamatan Sako dan Sematang Borang
Sumatera Ekspres, Sabtu. 19 Januari 2013
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
















Unik, neh…
bang, web nya banyak ternyata…