Bus Lorena Terbalik di Jalinsum Lahat
16 January 2012 2 Comments

Bus Lorena terbalik di Jalinsum Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Senin (16/1/2012) dini hari. Kecelakaan akrena bus kehilangan kendali karena jalan licin akibat tumpahan oli.
LAHAT –< Bus Lorena terjungkal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat. Bus berbadan panjang tersebut dalam posisi terbalik dan menutupi badan jalan. Akibatnya kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan, namun diduga karena sopir kehilangan kendali akibat jalann licin.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Senin (16/1/2012), bus diketahui warga terjungkal sekitar pukul 02.30. Saat itu bus Lorena melaju dari arah Tebingtinggi menuju Kota Lahat. Ketika melewati tikungan Ulak Bumi yang ada di Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikik Timur, Lukman (40) sopir bus tidak bisa mengendalikan laju kendaraan karena badan jalan licin, akibat adanya tumpahan oli.
Oleh karena menghindari jurang di sisi kiri, mobil berbadan panjang tersebut kemudian oleng dan terjungkal hingga menutupi badan jalan.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang penumpang mengalami patah kaki, dan langsung dibawa ke IGD RSUD Lahat. Sementara puluhan penumpang lain mengalami cidera dan dirawat di Puskesmas Bungamas.
Baru pada pukul 08.00 mobil bisa dievakuasi. Itu dilakukan setelah anggota Satlantas Polres Lahat tiba di lokasi dan dengan cepat mengevakuasi.
“Tempat kejadian memang berupa tikungan tajam, dan jalannya licin karena ada tumpahan oli,” ujar Septi, sopir cadangan dari bus tersebut.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Senin, 16 Januari 2012 11:42 WIB
Oli Diduga Sengaja Ditumpahkan di Lokasi Bus Terbalik

Oli di tikungan Ulak Bumi Desa Gunung Kerto yang menjadi penyebab Bus Lorena terbalik, diduga sengaja ditumpahkan orang tak bertanggungjawab
LAHAT – Oli yang menyebabkan Bus Lorena terbalik di tikungan Ulak Bumi, Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikim Barat, diduga kuat sengaja ditumpahkan. Oli tersebut hanya ada di sekitar tikungan saja, sedangkan di jalan lain tidak ada ditemukan bekas oli.
Dari pengamatan Sripoku.com, Senin (16/1/2012), tumpahan oli berceceran persis di tikungan Ulak Bumi. Panjang jalan yang terkena oli sekitar 100 meter dan memenuhi badan jalan. Sementara badan jalan lain baik ke arah Tebingtinggi ataupun Lahat tidak terlihat adanya tumpahan oli.
Menurut Harumin, warga Desa Gunung Kerto, oli kemungkinan sengaja ditumpahkan oleh orang yang punya maksud tertentu. Jika berasal dari kendaraan yang melintas, harusnya oli akan berceceran di sepanjang jalan, bukan hanya disekitar tikungan saja yang memang dikenal rawan kecelakaan.
Sementara Kasat Lantas Polres Lahat AKP Aljufri yang masih berada di TKP, juga berpendapat sama. Namun ia enggan merinci lebih jauh, karena pengusutan bukan wewenang pihaknya.
“Arah ke sana memang ada kemungkinan. Tetapi saya tidak berkomentar karena diluar Tupoksi Lantas,” ujar AKP Al Jufri.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Senin, 16 Januari 2012 12:05 WIB
Hendak Menolong Penumpang Bus, Avanza Malah Masuk Jurang
LAHAT – Kecelakaan yang dialami oleh Bus Lorena yang melintas di Jalinsum di wilayah Lahat, dari Tebingtinggi menuju ke Lahat, ternyata tidak sendirian. Sebuah mobil Toyota Avanza yang berada di belakang bus, ikut kecelakaan saat hendak menolong para penumpang bus yang terbalik.
Dari informasi yang dihimpun Sripok.com, Senin (16/1/2012), saat itu sopir mobil Toyota Avanza yang belum diketahui namanya langsung memarkirkan mobil di sisi jurang. Ia kemudian berusaha mengevakuasi penumpang Bus Lorena yang terbalik.
Namun tak berapa lama dari arah Tebingtinggi datang mobil Daihatsu Grandmax, yang juga kehilangan kendali ketika melewati jalan penuh oli. Mobil tersebut kemudian menabrak mobil Toyota Avanza BG 626 AC. Akibatnya mobil Avanza itu langsung terjun bebas ke dalam jurang sedalam 15 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena seluruh penumpang Avanza sudah turun dari mobil.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Senin, 16 Januari 2012 11:51 WIB
Sopir Bus Lorena Langsung Melarikan Diri

Septa, sopir cadangan Bus Lorena
LAHAT – Setelah Bus Lorena dari Sumatera Barat yang melintasi Jalinsum Tebingtinggi-Lahat terbalik di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Lukman Nurhakim (40), sang sopir bus langsung melarikan diri. Hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui keberadannya dan meminta pihak Lorena menghimbau agar sang sopir agar muncul untuk kepentingan penyidikan.
Menurut Kasat Lantas Polres Lahat AKP Aljufri, pihaknya hingga kini tidak mengetahui keberadaan Nurhakim yamg membawa Bus Lorena yang terjungkal. Pihak kepolisian mengalami hambatan untuk mengetahui kronologis kecelakaan.
Saat ini hanya ada Septa (42), sopir cadangan yang bisa dimintai keterangan. Namun hal itu tidak banyak membantu polisi memperoleh informasi karena saat kejadian ia terlelap tidur.
“Mungkin sopir takut diamuk massa, apalagi ada mobil yang masuk jurang setelah bus terjungkal,” ujar AKP Aljufri.
Menurut Septa, ia tidak mengetahui persis kecelakaan tersebut. Saat kejadian ia terlelap tidur di bagian belakang mobil. Warga Jakarta ini langsung menyelamatkan diri dan berusaha keluar dari mobil.
“Saya tidak tahu kejadianya. Saya istirahat setelah membawa bus dari Padang ke Bengkulu,” ujar Septa.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Senin, 16 Januari 2012 14:13 WIB
Saat Bus Terbalik, Kami Sedang Tertidur

Kustina (kiri) bersama anak dan suaminya, beristirahat di sebuah rumah makan, Senin (16/1/2012). Ia mengalami luka robek di bagian leher kiri dan harus mendapat 16 jahitan.
LAHAT – Ketika Bus Lorena terjungkal di tikungan Ulak Bumi Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Barat, hampir semua penumpang dalam keadaan tertidur nyenyak. Mereka langsung shock, setengah sadar, dan berusaha keluar dari mobil.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Senin (16/1/2012), Bus Lorena B 7526 XB yang berangkat dari Padang Sumatera Barat membawa penumpang 45 orang. Saat kecelakaan rata-rata penumpang yang terluka, duduk di sisi kiri persis di sebelah kaca. Umumnya mereka terkena pecahan kaca ketika mobil terhempas ke badan jalan.
Menurut Kustina (46), saat kejadian ia sedang terlelap tidur. Warga Kota Padang ini duduk berdua bersama anaknya Netri (17), sedangkan suaminya Abdullah duduk di kursi sebelahnya yang masih sejajar.
Ketika bus terjungkal bagian kepala sebelah kiri langsung terbentur kaca, hingga lehernya mengalami luka robek. Saat bersamaan seluruh penumpang pun berteriak histeris, dan mengucap takbir.
Kustina kemudian langsung merangkul anaknya, dan berusaha mengambil barang yang bisa dibawa. Saat itu seluruh penumpang panik dan kesulitan keluar bus, karena posisinya miring 90 derajat. Mereka pun memilih keluar dari kaca bagian depan, yang saat itu dalam keadaan pecah.
Ketika berada diluar bus, ibu dua orang anak ini melihat bajunya sudah penuh ceceran darah. Ia pun baru sadar jika bagian lehernya terluka. Petugas kemudian membawanya ke Puskesmas Bungamas, dan ia mendapatkan 16 jahitan pada luka robek yan
“Kami semua tidur. Makanya saat bus terbalik semua penumang panik,” ujar Kustina.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Senin, 16 Januari 2012 12:51 WIB








Pingback: Kecelakaan Maut Di China Yang Menewaskan 15 Orang | RuangKabar.com
bagus banget beritanya
izin copas untuk tugas yah^^
saya juga mencantumkan alamat webnya. (saya gak mau disebut plagiat). hhe