2012 Sebagai Tahun Pengharapan


Oleh: Muh Quraisy Mathar Staf Pengajar UIN Alauddin

“Di 2012 nanti, banyak manusia yang berharap semoga persoalan di tahun-tahun sebelumnya akan segera selesai. Persoalan horisontal maupun vertikal yang selalu melibatkan manusia, mulai tingkat lokal sampai global, akan kembali disusun, diatur lalu coba untuk diselesaikan.”

Dalam berkehidupan, manusia sering mengklasifikasi wilayahnya kehidupannya menjadi lima bagian, yakni global, internasional, regional, nasional dan lokal. Wilayah global meliputi seluruh alam semesta yang telah dijangkau indera manusia.

Sebut saja bumi, bulan, matahari, bintang, serta planet yang lain, termasuk planet-planet baru yang konon akan menjadi tempat tinggal alternatif buat manusia. Seluruhnya dianggap sebagai wilayah global. Istilah globalisasi pun muncul seiring dengan hilangnya urusan pembagian batas-batas wilayah secara konvensional.

Wilayah global pun selanjutnya disebut sebagai wilayah tanpa batas, atau wilayah dengan batasan terjauh yang mampu dijangkau oleh indera manusia. Galaksi lain, surga, neraka, arsy Tuhan atau padang mashar tentu bukan merupakan bagian dari wilayah global tersebut. Sebab format indera manusia memang terbatas untuk sekadar membayangkan, memimpikan, mengilustrasikan, mengimajinasikan ataupun mengkhayalkan tempat-tempat tersebut.

Keterbatasan indera selanjutnya membuat manusia secara sederhana menyebut tempat-tempat tersebut sebagai wilayah yang lebih luas dari wilayah global.

Bagian selanjutnya adalah wilayah internasional. Wilayah ini lebih dibatasi oleh bulatan bumi. Silakan mencari globe, lalu putar sesuka Anda. Putaran globe tersebut akan memperlihatkan wilayah internasional yang sebetulnya adalah bumi itu sendiri.

Wilayah internasional terdiri atas tanah, air dan udara. Pergeseran lempengan bumi yang menyebabkan posisi tanah dan air ikut berubah, tidak akan merubah wilayah internasional manusia, sebab bergeser atau tidak bergeser. Wilayah internasional itu tetap disebut sebagai satuan bumi. Artinya, wilayah internasional akan berubah jika bentuk bulatan bumi juga telah berubah atau bahkan terpecah menjadi beberapa bagian.

Bagian berikutnya adalah wilayah regional. Untuk urusan yang satu ini, biasanya manusia mulai membagi wilayahnya berdasarkan latar belakang kebangsaannya. Mulailah dikenal istilah serumpun, sebahasa, seiman, sependeritaan atau bahkan sekepentingan. Lalu secara sederhana pula, manusia membagi kembali wilayah regionalnya menjadi empat sub wilayah, yakni Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika.

Sub wilayah ini selanjutnya lebih lazim disebut manusia dengan istilah benua. Pada priode awal sejarah manusia, pembagian sub wilayah regional sebetulnya hanya terbagi atas tiga wilayah yang disesuaikan dengan struktur ras besar manusia, yakni kaukasoid (kulit putih), negroid (kulit hitam) dan mongoloid (kulit campuran).
Entahlah, bagaimana asal usulnya sehingga wilayah sebuah bangsa yang tadinya hanya tiga selanjutnya berubah menjadi empat saat ini.

Sederhananya, wilayah regional itu umumnya adalah wilayah kebangsaan.
Selanjutnya adalah wilayah yang sedikit lebih kecil dari wilayah regional, yakni wilayah nasional. Jika wilayah regional berlatar belakang sentiment kebangsaan, maka wilayah nasional berlatar belakang sentimen kenegaraan atau sebut saja dengan wilayah negara, walaupun dalam arti harfiah, nasional sebetulnya adalah sebuah bangsa. Namun untuk urusan pembagian wilayah, istilah nasional merupakan batas-batas sebuah negara.

Persoalan Bertambah
Persoalan bernegara yang lebih kecil dibandingkan dengan urusan berbangsa menyebabkan wilayah nasional tentu juga lebih kecil dibandingkan dengan wilayah regional. Bukan hanya dari segi tapal batasnya, namun juga untuk urusan manusia yang hidup dalam sebuah negara, pemerintah dan rakyatnya.

Bagian terakhir adalah wilayah lokal. Wilayah ini merupakan bagian-bagian kecil atau lokal-lokal yang ada dalam sebuah negara. Sebut saja, provinsi, kota, kabupaten, desa, kecamatan, kelurahan, RT/RW dan seterusnya merupakan wilayah-wilayah yang diklasifikasi secara sederhana oleh manusia lalu diberi istilah dengan wilayah lokal.
Walaupun wilayahnya merupakan satuan terkecil dari struktur pembagian wilayah yang dibuat oleh manusia, namun untuk urusan persoalan hidup, wilayah ini sebetulnya merupakan akar atau pondasi berkehidupan umat manusia itu sendiri. Anehnya, wilayah akar ini terkadang tidak diajak atau disentuh untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut dirinya sendiri. Misalnya, persoalan lokal yang diselesaikan di tingkat nasional, regional atau bahkan global.

Pada 2012 nanti, berbagai persoalan berkehidupan di empat struktur wilayah tersebut tentu akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia bumi ini. Urusan yang terjadi di wilayah yang lebih besar tentu secara otomatis berdampak langsung terhadap wilayah yang lebih kecil.

Misalnya, persoalan global warming tentu akan berdampak kepada regional warming, nasional warming atau bahkan lokal warming. Namun sebaliknya, urusan wilayah yang lebih kecil tidak otomatis akan berdampak kepada wilayah yang lebih besar, misalnya kearifan budaya lokal, biasanya tidak akan terlalu berdampak kepada lahirnya kearifan budaya nasional, regional apalagi global.

Di 2012 nanti, banyak manusia yang berharap semoga persoalan di tahun-tahun sebelumnya akan segera selesai. Persoalan horisontal maupun vertikal yang selalu melibatkan manusia, mulai tingkat lokal sampai global, akan kembali disusun, diatur lalu coba untuk diselesaikan. Manusia dengan segala bentuk persoalan hidup yang menemaninya, tentu akan berupaya keluar dari berbagai persoalan hidupnya.

Salah satu caranya sudah dirintis dengan membagi wilayah bumi ini menjadi empat bagian. Mungkin dengan harapan, jika tidak bisa selesai di tingkat lokal, siapa tahu selesai di tingkat nasional, atau sebaliknya, jika tidak selesai di tingkat global, siapa tahu justru bisa selesai di tingkat lokal. Walaupun secara sederhana, urusan lokal belum tentu urusan global, namun urusan global sudah pasti akan menjadi urusan lokal pula.

Tahun Pengharapan
Tahun 2012 nanti, ternyata menjadi tahun pengharapan umat manusia. Bumi yang semakin tua ini ternyata tidak serta merta mendewasakan sebagian umat manusia yang mendiaminya. Sebagian manusia, telah, sementara dan akan, terus merusak struktur bumi.

Wilayah air ditimbun lalu ditempati oleh manusia, maka tidak usah heran jika air kemudian juga berusaha membalas dengan menimbun dan menempati wilayah manusia, inilah yang kita sebut dengan banjir. Wilayah tanah hijau (hutan) ditebas lalu dijadikan kawasan industri, maka tidak usah heran jika hutan juga ikut balas menebas dengan cara melongsorkan tanah-tanah yang didiami manusia.

Wilayah udara dibekap dengan asap kendaraan dan limbah industri, maka tidak usah heran jika udara pun membalas dengan membekap hidung dan kerongkongan kita dengan menebar polusi yang membuat manusia menjadi sesak nafas.

Pokoknya 2012 nanti, seluruh wilayah bumi ini, mulai dari tanah, air maupun udaranya, atau seluruh wilayah bumi ini yang oleh manusia justru dibagi menjadi wilayah global, regional, nasional maupun lokal, harus tetap berharap dan mencoba untuk menggapai harapan tersebut. Tanpa harapan, bumi ini sudah kiamat dari dulu. Namun dengan harapan dan upaya untuk menggapai harapan tersebut, rasa-rasanya bumi ini belum akan kiamat di 2012 nanti.

Tetaplah berharap lalu berupaya mulai dari tingkat lokal, nasional, regional hingga global, agar tanah, air dan udara bumi ini tidak lagi melakukan tindakan balasan terhadap kita semua. Selamat berharap dan berupaya untuk berkehidupan yang lebih baik di tahun baru 2012.***

Editor : Aldy
Tribun Timur – Selasa, 27 Desember 2011 16:27 WITA

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

One Response to 2012 Sebagai Tahun Pengharapan

  1. muh. quraisy mathar says:

    terima kasih atas publikasinya pak (penulis opini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s