Mulai Prosesi Ritual Air Suci


Mulai Prosesi Ritual Air Suci PALEMBANG -– Pembersihan wilayah Kota Palembang berupa kegiatan Kirab Sriwijaya mulai dilaksanakan kemarin (21/12). Hari pertama pelaksanaannya, diawali di Pura Agung Sriwijaya, Jl Seduduk Putih. Lintas agama yang ikut dalam pelaksanaan tersebut.

Ketua Paruman Walaka PHDI (Persatuan Hindu Dharma Indonesia) Sumsel, Dr I Gusti Ketut Marutha SpOG mengatakan, kegiatan Kirab Sriwijaya baru yang pertama dilakukan di Sumsel. Sebelumnya, tak pernah dilakukan ritual pembersihan Kota Palembang dan Sumsel pada umumnya.

“Kenapa PHDI, karena agama Hindu dituakan dibanding agama lainnya,” kata Marutha. Ia mengaku, umat yang hadir di tempat tersebut secara tidak langsung telah mengikat tali persaudaraan dan kesatuan serta menciptakan perdamaian.

Dalam pelaksanaannya, prosesi ritual air suci menjadi salah satu bagian dalam doa yang dilaksanakan. Ritual air suci ini, menandakan pembersihan diri dan lingkungan. “Kirab Sriwijaya ini bertujuan untuk pembersihan alam semesta Bhuana Agung dan Bhuana Alit dengan cara membaca mantra atau doa-doa,” katanya.

Mereka yang datang, tak hanya berasal dari Palembang saja. Beberapa umat di antaranya berasal dari Jakarta, Gorontalo dan Semarang. Dirinya berharap, pelaksanaan Kirab Sriwijaya ini bisa dilaksanakan berkesinambungan setiap tahun. “Kita juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mendukung pelaksanaan ini,” tukasnya.

Sementara Kirab Sriwijaya dilanjutkan sorenya di Kampung Kapitan. Sejumlah umat Tri Dharma melaksanakan persembahyangan secara bergantian. Mayoritas yang datang, adalah etnis Tionghoa. Pelaksanaan kegiatan, dilakukan hingga malam hari.

Hari ini, ritual dilanjutkan pukul 05.00 WIB di Kelenteng 10 Ulu. Kemudian dilanjutkan naik kapal menuju Dermaga 35 Ilir dan langsung ke TPKS (Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya). Ritual kemudian dilanjutkan di Bukit Siguntang. “Peresmiannya di Bukit Siguntang ini,” katanya.

Pukul 16.00 WIB, mulai dilakukan kirab mobil dari Sai Center (Sai Baba)Jl Letda A Rozak finish di kelenteng Che Bun Lau Jl Trikora. “Setelah Magrib, dilanjutkan kirab jalan kaki (pikul kio) dari Trikora menuju Dwikora lewat tembusan PS Mal. Selanjutnya ke Jl Kapt A Rivai-Jl Kemang Manis dan memutar kelenteng Naga Sakti menuju Puncak Sekuning dan dilanjutkan ke Jl Angkatan 45 menuju Jl Demang lebar Daun. Kemudian masuk Trikora dan finish di Kelenteng Che Bun Lau,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat yang menginginkan kesembuhan terhadap penyakit juga bisa. Selain itu, bagi yang belum memiliki pasangan dan ungin memiliki pasangan, bisa ikut kegiatan tersebut. (mg44/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 22 Desember 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s