Macet dari Pagi hingga Malam
23 December 2011 Leave a comment

ANTRE : Antrean panjang kendaraan sepanjang belasan kilometer terjadi antara Palembang-Inderalaya, Ogan Ilir, kemarin (22/12)
INDERALAYA – Kemacetan di Jalan Lintas Timur Palembang-Inderalaya kembali terjadi. Sepertinya, baik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Kabupaten Ogan Ilir belum punya solusi yang “jitu” mengatasi persoalan yang selalu berulang-ulang tersebut.
Kejadian kemarin, misalnya. Selama tujuh jam, sejak pukul 04.00-11.00 WIB, kendaraan yang melintas di sepanjang Jalintim Palembang-Inderalaya itu, terjebak macet hampir 19 kilometer. Mulai dari Jl Sriwijaya Raya Km 11, Desa Ibul Besar III hingga Kelurahan Timbangan, Kecamatan Inderalaya Utara.
Sebaliknya, dari arah Palembang, terjadi penumpukan kendaraan dari Km 15 Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan sampai ke Simpang Musi 2 Palembang.
Jalan mulai dari Simpang Pelabuhan Dalam sampai ke Simpang Musi 2 yang bisa dua jalur dipenuhi kendaraan yang bergerak dari arah Palembang ke Inderalaya. Dua jalur kendaraan yang bisa menampung maksimal empat kendaraan menjadi enam kendaraan.
Praktis kendaraan yang akan melaju dari arah Inderalaya ke Palembang menjadi terhambat. Titik macet sendiri terjadi di Jalintim Palembang-Inderalaya Km 15 Desa Simpang Pelabuhan Dalam atau tepatnya berada di depan sekolah alam. Kendaraan yang akan melaju dari dua arah sama sekali tidak bisa bergerak.
Seluruh penumpang dan pengemudi kendaraan jenis bus, minibus, truk, mobil pribadi memilih untuk keluar dari kendaraannya karena kesal menunggu keluar dari jebakan macet. Bahkan ada beberapa pengemudi truk yang memilih turun untuk mencari WC karena sudah terjebak macet selama hampir empat jam. Pengemudi truk ini turun dari kendaraannya hanya mengenakan pakaian seadanya dan terlihat kuyuh.
Mahasiswa Unsri yang akan mengikuti perkuliahan, mengetahui kemacetan terjadi sampai ke Kelurahan Timbangan memilih balik kanan dan kembali ke Palembang. Bus yang mereka tumpangi ditinggalkan mahasiswa begitu saja.
Zulhandi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsri yang dibincangi koran ini mengaku memilih balik kanan ke Palembang karena bus mahasiswa yang ditumpanginya terjebak macet di Jalintim Palembang-Inderalaya Km 14. Sedianya dia akan mengikuti perkuliahan pukul 08.00 atau 08.30. “Bus sama sekali tidak bisa bergerak, lebih baik pulang ke Palembang,” kata Zulhandi.
Edi, warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam menambahkan bahwa kemacetan terjadi pada pukul 04.00. Kendaraan sama sekali tidak bergerak mulai pukul 04.00. Sebelumnya kendaraan yang melintas masih bisa bergerak. “Kita tidak tahu apa yang menjadi penyebab macet,” ujar Edi.
Kemacetan yang terjadi di Jalintim Palembang-Inderalaya tersebut membuat Polres Ogan Ilir menurunkan 200 personel yang merupakan gabungan dari Satuan Lantas dan Satuan Sabhara. Pengaturan lalu lintas sendiri dipimpin Kabag Ops Kompol Riduan Simanjuntak. Dari Satuan Lantas sendiri dipimpin AKP Ade Suganda dan Kanit Laka Iptu Zaldi. Seluruh petugas dari Pos Laka Timbangan dan Kayuara dikerahkan untuk mengatur kendaraan yang terjebak macet.
Kemacetan semakin parah terjadi karena tidak disiplinnya pengemudi kendaraan yang menyerobot antrean. Tak ayal pengemudi yang tidak disiplin tersebut dibentak petugas yang sudah berjibaku selama berjam-jam di jalan.
Dampak dari kemacetan sendiri berimbas pada molornya jadwal wisuda mahasiswa Unsri di Auditorium Kampus Inderalaya. Mahasiswa dan orang tua yang akan menghadiri wisuda terjebak di tengah jalan. Mereka baru bisa keluar dari macet dan tiba di kampus pada pukul 11.30.
Pihak Unsri sendiri baru memulai prosesi wisuda pukul 11.30 setelah beberapa mahasiswa tiba. Itu pun masih banyak mahasiswa yang masih dalam perjalanan. Prosesi wisuda dipimpin Rektor Prof Dr Hj Badia Perizade MBA.
Fitria, mahasiswi FE Unsri yang akan diwisuda mengaku terjebak macet selama empat jam. Dia sendiri baru tiba di kampus pada pukul 12.00. “Mobil kami baru bisa keluar dari macet pada pukul 11.00 setelah sempat menunggu selama empat jam,” cetus Fitria sembari menuju auditorium.
Apa yang menjadi penyebab macet? Di sepanjang Jalintim Palembang-Inderalaya mulai dari km 11 sampai Kelurahan Timbangan tidak ditemui kendaraan yang rusak atau mengalami kecelakaan. Penyebab kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas dari arah Kayuagung, Prabumulih, dan Palembang. Ditambah lagi momen wisuda mahasiswa Unsri. Kendaraan yang melaju dari Palembang ke Inderalaya mencapai puncaknya.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala SH SIk melalui Kasat Lantas AKP Ade Suganda didampingi Kanit Laka Iptu Zaldi menyatakan bahwa penyebab utama kemacetan karena terjadi penumpukan kendaraan dari tiga arah Palembang, Kayuagung, dan Prabumulih. Kalaupun ada kendaraan yang rusak, tidak menyebabkan kemacetan. Macet yang terjadi murni karena terjadi penumpukan kendaraan. “Sementara jalan yang ada hanya itulah adanya,” pungkas Ade. (33/ce1)
Sumatera Ekspres, Jumat, 23 Desember 2011








Komentar: