Warga Pasang Gelondongan Kayu dan Tali
16 December 2011 Leave a comment
![]()

Warga memblokir pintu masuk tambang PT SMS dengan menggunakan kayu dan tali plastik setelah pihak manajemen perusahaan belum juga datang.
LAHAT – Oleh karena belum ada satupun pihak manajeman PT Satria Mayangkara Sejahtera (PT SMS), perusahaan tambang di Lahat yang jalan masukanya diblokir warga, datang, membuat warga kian kesal.
Setelah memblokir jalan menggunakan batu bara yang diturunkan paksa dari truk pengangkut, mereka meletakkan kayu melintang dan memasang tali di pintu masuk area tambang.
Pantauan Sripoku.com, Jumat (16/12/2011), warga awalnya meletakan tumpukan kayu di pintu masuk PT SMS. Mereka mengambil ranting dan dahan pohon, yang berada di sekitar lokasi. Seolah tak puas, warga yang berasal dari tiga desa tersebut, memancangkan kayu dan memberikan pembatas dengan tali rapia.
Menurut Kades Payo, Indawan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk kekesalan warga. Alasannya jalan menjadi kotor dan berlumpur, yang berasal dari kendaraan angkutan milik PT SMS. Namun meski sudah menggelar aksi lebih dari 3 jam, namun manajemen belum satu pun datang menemui mereka.
“Belum ada satu pun pihak managemen PT SMS menemui kami. Kami minta jalan segera dibersihkan, karena sangat terganggu,” kata Indawan.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Jumat, 16 Desember 2011 10:15 WIB
![]()

Warga berkumpul di pintu masuk PT SMS, membelakangi tumpukan batubara yang diturunkan dari truk, Jumat (16/12/2011).
LAHAT – Saat ini jumlah warga yang memblokir pintu masuk PT Satria Mayangkara Sejahtera (PT SMS) di Jalinsum Desa Tanjung Telang, Jumat (16/12/2011), terus bertambah. Mereka menghentikan dump truk yang hendak keluar dari areal tambang dan memaksa sopir untuk menurunkan muatan persis dipintu masuk.
Dari pantauan Sripoku.com, total ada tujuh dum truk yang hendak keluar dari area tambang. Para sopir terpaksa menurunkan semua muatan yang dibawa karena ketakutan melihat warga yang ramai mengerubuti mobil.
Setelah itu mereka baru diperbolehkan warga pergi. Sementara truk yang masih berada di dalam tidak ada yang berani keluar. Selain akses jalan keluar sudah terhalang timbunan batubara, para sopir pun takut menjadi aksi anarkis warga.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Jumat, 16 Desember 2011 10:06 WIB
![]()

Badan jalan di sekitar pintu masuk PT SMS di Kecamatan Merapi Barat penuh lumpur yang berasal dari angkutan batu bara perusahaan pertambangan
LAHAT – Aksi warga di sekitar areal pertambangan PT Satria Mayangkara Sejahtera (SMS) yakni dari Desa Payo, Desa Tanjung Telang dan Desa Karang Endah di Kecamatan Merapi Barat, dipicu kerusakan jalan. Setidaknya ada 12 motor yang dikendarai warga yang jatuh terpeleset akibat badan jalan licin dan berlumpur.
Hal itulah yang membuat warga menjadi marah dan memblokir pintu masuk PT SMS, Jumat (16/12/2011) yang berlangsung pagi tadi.
Menurut beberapa warga, mereka baru mengetahui jalan kotor sekitar pukul 03.00. Menjelang siang beberapa orang sudah mulai keluar rumah untuk menjalankan aktivitas. Saat itulah warga yang mengendarai sepeda motor ada yang terpeleset karena badan jalan licit akibat lumpur.
Oleh karena jumlah kendaraan yang terpeleset terus bertambah, warga tiga desa pun menjadi marah. Mereka langsung berkumpul di tepi jalan, dan sepakat memblokir pintu masuk PT SMS dan meminta jalan dibersihkan.
“Sudah lebih dari 12 motor terpeleset. Bahkan saat kami menggelar aksi, ada sepeda motor siswa SMA yang terjatuh tepat di pintu masuk tambang,” ujar Hendri (44) warga desa Tanjung Telang.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Jumat, 16 Desember 2011 13:09 WIB
![]()

Beberapa karyawan PT Satria Mayangkara Sejahtera (SMS) membersihkan badan jalan desa dari lumpur dan tanah yang dibawa oleh truk pengangkut batu bara perusahaan pertambangan.
LAHAT – Setelah warga melakukan pemblokiran berjam-jam, akhirnya perwakilan manajemen PT Satria Mayangkara Sejahtera (PT SMS), bersedia menemui mereka. Setelah dilakukan dialog, Jumat (16/12/2011), pihak perusahaan bersedia bersedia memenuhi tuntuan warga untuk membersihkan jalan.
Setelah kesepakatan disetujui, warga mulai membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing. Ada yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.
Sementara karyawan PT SMS baik sekuriti dan beberapa staf, langsung membersihkan badan jalan. Mulai dari pintu masuk tambang hingga ke wilayah tiga desa, dengan menggunakan sapu lidi, sekop dan cangkul.
Sebelumnya, warga tiga desa melakukan pemblokiran pintu masuk ke areal pertambangan PT SMS. Warga marah karena jalan desa menjadi kotor, licin dan becek akibat dilalui truk angkutan batu bara.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Jumat, 16 Desember 2011 13:27 WIB
![]()

Beberapa sekuritu PT SMS hanya duduk di atas sepeda motor sambil memperhatikan aksi warga yang melakukan aksi blokir pintu masuk areal tambang, Jumat (16/12/2011).
LAHAT – Puluhan anggota keamanan (sekuriti) PT Satria Mayangkara Sejahtera (SMS), hanya bisa menonton saja aksi ratusan warga yang melakukan pemblokiran di pintu masuk pertambangan. Mereka tak berdaya menghalau massa dan memilih duduk sambil memperhatikan aksi warga.
Pantauan Sripoku.com, Jumat (16/12/2011) siang, di pintu masuk tambang PT SMS terdapat 10 orang sekuriti. Penampilan mereka cukup mencolok karena mengenakan seragam berwarna biru tua.
Sebelumnya ratusan warga disekitar areal tambang melakukan aksi blokir pintu masuk pertambangan PT SMS. Mereka kesal karena jalan desa menjadi rusak akibat truk pengangkut batu bara yang keluar masuk areal tambang.
Saat aksi warga berlangsung, para sekuriti hanya memperhatikan aksi warga dari kejauhan tanpa melakukan apapun. Ada yang duduk-duduk di atas sepeda motor, di dalam warung, hingga bersembunyi di pos sekuriti.
Saat warga memaksa sopir truk menurunkan muatan batu bara dan meletakan kayu di pintu masuk areal pertambang, puluhan sekuriti perusahaan pertambangan tersebut hanya diam saja.
Penulis : Tommy Sahara
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post – Jumat, 16 Desember 2011 12:55 WIB








Komentar: