Satpol PP Berburu PNS di Mal



RAZIA : Petugas Satpol PP menanyai pegawai beseragam PNS di Palembang Square (PS) Mall, kemarin. Razia yang di lakukan ini, untuk meningkatkan kedisiplinan selama berdinas. Hasilnya, 4 PNS tertangkap dalam razia yang digelar.

Tertangkap, Guru Isi Pertanyaan

PALEMBANG –- Sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menyebar di lima titik pusat perbelanjaan Metropolis. Mereka mencari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeliaran saat jam kerja. Namun, hasil yang didapat tak sesuai seperti yang biasa terlihat di mal-mal.

Mulai pukul 09.00 WIB, mereka menyebar secara bertahap dimulai dari Internasional Plaza (IP). Setengah jam berkeliling, tak didapatkan satu pun PNS yang berkeliaran. Razia dilanjutkan ke Palembang Indah Mal (PIM), namun lagi-lagi tak didapatkan PNS yang sedang jalan-jalan.

Tim kemudian menyebar di Ramayana, Palembang Trade Centre (PTC) Mall dan Palembang Square (PS) Mall. Tim gabungan yang terdiri dari 30 personel Satpol PP dan 5 pegawai BKD ini, hanya mendapat 4 PNS. Keempat pegawai pemerintahan tersebut, berasal dari profesi guru yang mengajar di Metropolis.

Bahkan, Satpol PP harus kejar-kejaran dengan mereka karena tak ingin ditangkap. Guru ini, bahkan sembunyi di salah satu tenant horden di PS Mall. Ia tak mau diekspos karena sejumlah wartawan ikut dalam razia tersebut. Bahkan, pemilik tenant di PS Mall pun merasa terganggu dengan kedatangan para wartawan yang ikut mendampingi pengejaran PNS tersebut. Wajah tak senang pun terlihat dari wajahnya.

Aris Saputra, Kepala Satpol PP Kota Palembang kepada wartawan mengatakan, apa yang dilakukan ini merupakan upaya pembinaan kepada PNS agar lebih disiplin. Mereka yang tertangkap, hanya diberikan teguran dan diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi keluar kantor saat jam kerja.

“Kalau nanti tertangkap lagi sampai tiga kali, akan diberikan teguran. Bahkan, kita rekomendasikan kepada SKPD-nya untuk penundaan pangkat dan penundaan kenaikan gaji,” ungkap Aris. Razia yang dilakukan ini, merupakan tahap pertama. Pelaksanannya, karena banyak laporan dari masyarakat tentang kinerja PNS yang sering keluar saat jam kerja.

“Di Desember ini masih ada razia yang akan kita lakukan, khususnya kepada PNS yang keluar saat jam kerja,” katanya. Dalam razia yang dilakukan tersebut, juga banyak siswa sekolah yang masih mengenakan seragam sekolah. Namun, pihaknya tak menangkap mereka, karena tugas yang dilakukan khusus kepada PNS.

Apalagi, para siswa ini sudah selesai melaksanakan jam sekolahnya. “Kita sudah pulang, hari ini (kemarin, red) ujian,” ungkap seorang siswa kepada Satpol PP yang dimintai keterangan kenapa berada di Hypermart PIM saat jam sekolah. Satpol PP ini kemudian menyarankan mereka untuk pulang ke rumah karena masih mengenakan seragam sekolah.

Kasubid Anlisa Hukum BKD Kota Palembang, Sri Rezeki menambahkan, mereka yang terjaring dilakukan pendataan dan diminta membuat surat pernyataan terteulis tak akan mengulangi kembali saat jam dinas. “Mereka akan kita laporkan ke SKPD-nya dalam hal ini karena guru langsung ke Disdikpora,” ungkapnya.

Terkait sedikitnya yang tertangkap, ia mengaku razia tersebut mendadak dan dipastikan tak akan bocor. “Mungkin karena PNS sudah lebih disiplin. Bisa juga, karena razia kita ini terlalu pagi pelaksanaannya,” bebernya. Di razia yang akan dilakukan nantinya, pihaknya belajar dari pengalaman akan melakukannya tidak terlalu pagi. (mg44)

Sumatera Ekspres, Kamis, 15 Desember 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s