Gedung Roboh, Semesteran di Halaman Sekolah


Ujian Di Halaman Sekolah


UJIAN DI LUAR KELAS : Sungguh menyedihkan nasib puluhan siswa SDN 2 Dusun Sukaramai, Desa Cengal, Kecamatan Cengal, OKI. Kemarin (13/12), mereka harus ujian semesteran di luar kelas. Karena dua kelas yang ada roboh akibat hujan dan angin kencang sehari sebelumnya. Sekolah berdinding papan tersebut dibangun swadaya warga desa tujuh tahun lalu.

KAYUAGUNG –- Suasana berbeda terlihat di SDN 2 Dusun Sukaramai, Desa Cengal, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, kemarin (13/12). Kalau biasanya siswa belajar di dalam kelas, lain halnya dengan siswa di sekolah tersebut.

Mereka terpaksa melaksanakan ulangan semester di halaman sekolah. Bangku panjang dijadikan meja dan para siswa duduk di kursi plastik sambil mengerjakan soal. Di bawah panas matahari pagi, siswa terlihat serius mengerjakan soal ulangan.

Lho, mengapa ulangan di halaman sekolah? Ternyata, Senin (12/12), pukul 19.00 WIB, dua lokal bangunan SD yang menjadi tempat mereka menuntut ilmu roboh diterjang angin kencang. “Malam kejadian, hujan turun deras yang disertai angin kencang sejak sore hari. Tiba-tiba sekitar pukul 19.00 WIB, angin bertiup cukup kencang, dan membuat bangunan SD ini menjadi roboh,” jelas Jonheri, warga setempat.

Bangunan SD yang roboh kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir rata dengan tanah. Melihat kondisi bangunan ini, siswa tak bisa belajar di ruang kelas. Agar tak mengganggu jadwal ulangan yang sudah disusun, siswa pun terpaksa tetap ulangan tetapi dilakukan di halaman sekolah.

Dikatakan Jonheri, SDN 2 Dusun 8 Sukaramai Desa Cengal memang menginduk ke SDN 2 Desa Cengal. Sedangkan bangunan SDN 2 di Dusun 8 Sukarami merupakan kelas belajar yang hanya terdiri dari dua kelas atau dua lokal. ‘‘Bangunan ini berdinding papan dengan atap genteng, hasil swadaya masyarakat desa yang dibangun tujuh tahun lalu,” ujar Jonheri yang sudah melaporkan masalah ini ke Kades Cengal, Sekcam dan Camat Cengal.

Saat ini, SDN 2 Dusun 8 Desa Cengal memiliki sekitar 60 siswa yang berasal dari kelas 1 hingga kelas 5. ‘‘Sekolah ini belum memiliki siswa kelas 6 karena proses belajar mengajar baru lima tahun terakhir,” katanya Jonheri.

Untuk jadwal belajar, setiap harinya dilakukan secara bergiliran. ‘‘Kelas 1 dan kelas 2 masuk pagi, sedangkan kelas 3, 4 dan kelas 5 masuk siang. Ironisnya siswa kelas empat dan lima digabung jadi satu karena jumlah siswa kelas lima tak terlalu banyak,” kata Jonheri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKI H Qumarus Zaman SPd MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Subsidi H Suja’i ST mengatakan, pihaknya akan menganggarkan gedung sekolah tersebut pada anggaran 2012. “Yakni menggunakan dana alokasi khusus (DAK),” pungkasnya. (38/ce1)

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s