30 Orang di Lampung Disembelih, Ditembak, dan Disayat-sayat
14 December 2011 Leave a comment
Ilustrasi
JAKARTA – Lembaga adat Megoupak, Lampung, mendatangi komisi III DPR.
Mereka mengadukan mengenai adanya pembantaian masyarakat sipil oleh aparat yang terjadi sejak tahun 2009 hingga saat ini.
Video terjadinya kekerasan pun dipertontonkan di hadapan anggota Komisi III DPR.
Berdasarkan pemantauan Tribunnews.com, rombongan yang dipimpin oleh purnawirawan TNI Mayjen Saurip Kadi melakukan rapat dengan Komisi Hukum DPR yang dipimpin oleh anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo.
Mereka meminta agar keadilan ditegakkan setegak-tegaknya terutama mereka aparat yang melakukan pembantaian.
Dalam video itu terlihat gambar adanya pembantaian sadis. Beberapa korban dari masyarakat ada yang disembelih kepalanya kemudian tubuhnya digantung di tiang.
Lalu, ada pula yang ditembak di kaki kemudian tembus ke otak kepalanya. Tontonan mengerikan itu sempat menjadi pusat perhatian.
Anggota Komisi III DPR yang hadir terlihat takut dan enggan menontonnya.
“Sudah-sudah, ini mengerikan sekali ini,” ujar Anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/12/2011).
Sementara itu Ketua Tim Advokasi Lembaga Adat Magoupak, Bob Hasan menjelaskan mengenai kronologis adanya pembantaian dan kekerasan sadis di Lampung.
Awalnya, kata Bob terjadi saat sebuah perusahaan bernama PT Silva Inhutani milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng bermaksud melakukan perluasan lahan.
Hal itu dilakukan sejak tahun 2003, namun upaya PT Silva Inhutani membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat.
“Penduduk yang tadinya menanam sengon, albasia dan lainnya, menolak,”jelas Bob.
Akhirnya PT Silva Inhutani membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk.
Pascaadanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011.
Kurang lebih 30 orang sudah menjadi korban pembantaian sadis dengan cara ditembak, disembelih dan disayat-sayat. Sementara ratusan orang mengalami luka-luka dan di antara mereka ada yang mengalami trauma dan stres berat.
“Kejadian terjadi di Mesuji dan Sodong di Lampung paling ujung juga Tulang Bawang. Kalau penyembelihan itu terjadi awal Januari 2011. Rincian korban 30 orang yang tewas sejak 2009-2011 dan ada beberapa orang stres karena melihat anggota keluarganya dibantai di hadapannya,”jelas Bob.
Editor : Sudarwan
Sumber : Tribunnews
Sriwijaya Post – Rabu, 14 Desember 2011 17:50 WIB
Anggota DPD: Pembantaian Bukan di Lampung, tapi di OKI
LAMPUNG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Anang Prihantono menyatakan bahwa aksi pembantaian yang diduga menewaskan 30 warga bukan terjadi di wilayah Provinsi Lampung.
“Saya sudah dengar dan kroscek. Kalau berita dan aksi itu, bukan terjadi di wilayah Lampung. Tapi di Sodong (OKI), Sumatera Selatan,” kata Anang, dihubungi, Rabu (14/12/2011) malam.
Dia menambahkan, dirinya belum mengetahui pasti kebenaran video beredar yang diduga memuat aksi pembantaian 30 warga Mesuji yang diduga dilakukan aparat selama kurun waktu 1997- 2011 tersebut.
“Kalau videonya saya belum lihat, pasti. nanti kalau ada perkembangan kami akan informasikan,” jelasnya.
Editor : Sudarwan
Sumber : Tribunnews
Sriwijaya Post – Rabu, 14 Desember 2011 21:34 WIB
Berita Terkait:
–Tim Pencari Fakta Mesuji Dibentuk
–SBY: Usut Kasus Pembantaian








Komentar: