Warga Simpangsari: Jangan Sampai Kami Hilang Kesabaran
13 December 2011 Leave a comment

Ini salah satu titik kerusakan di jalan Desa Simpangsari. Warga setempat mengharapkan pemerintah segera memperbaikinya. SRIPOKU.COM/EKO ADIASAPUTRO.
LAWANGWETAN – Warga Desa Simpangsari, Kecamatan Ulakpaceh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengecam kerusakan jalan menuju ibukota kecamatan yang belum setahun diperbaiki dengan APBD Rp 12 miliar lebih.
Jalan sepanjang 10 kilometer (Km) dimaksud saat ini rusak dan berlubang, lantaran sering dilalui truk sawit milik perusahaan.
“Biang penyakit kerusakan jalan ini jelas truk-truk sawit yang melintas di sini. Sudah sering kami ingatkan, tapi tidak diindahkan. Melalui Pak Wartawan kami minta sampaikan kepada pemerintah agar bertindak tegas. Jangan sampai kami hilang kesabaran,” tegas Herman, salah seorang warga Simpangsari yang merasa terganggu dengan kerusakan jalan tersebut.
Kepada Sripoku.com Herman menuturkan, selesai dibangun pada bagian pangkal dan ujung jalan ini dipasang portal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba. Namun belakangan, sejumlah sopir truk dan orang tidak dikenal lainnya merobohkan portal tersebut agar bisa melenggang bebas.
Akibatnya, banyak truk pengangkut sawit dengan beban berat melintasi jalan tersebut dan memicu kerusakan parah.
“Memang kurang ajar nian mereka itu. Jalan sudah bagus, dirusak seenaknya saja. Kami mau lihat tindakan pemerintah dalam waktu dekat ini. Kalau tidak ada solusi, kami sendiri yang akan memberikan solusi dengan cara kami,” tambah Herman didampingi 7 warga lainnya dengan nada mengancam.
Beberapa warga lainnya pun mengungkapkan kecaman serupa. Menurut mereka, dampak kerusakan jalan sudah dirasakan warga sejak lama. Terutama saat musim hujan, lubang besar di beberapa titik jalan berubah menjadi kubangan.
Kondisi ini tidak hanya mempersulit warga untuk bepergian ke kecamatan lainnya, seperti Batangharileko, tetapi juga menghambat warga dalam mendistribusikan hasil pertanian.
“Kami berharap informasi ini sampai ke telinga bupati. Dan tentunya kami juga berharap segera dilakukan perbaikan. Kalau dibiarkan, pasti jalan ini akan bertambah hancur,” harap Edy, salah seorang warga setempat.
Dimintai tanggapan mengenai keluhan warga Simpangsari ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Muba, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Zainal Abidin mengatakan, pihaknya sudah mendengar dan mengecek langsung kondisi jalan dimaksud.
Dikatakan, perbaikan jalan sepanjang 10 Km ini akan dilakukan melalui anggaran 2012 senilai Rp 3 miliar.
Untuk menghindari konflik antar masyarakat dan pihak perusahaan yang menggunakan jalan tersebut, juga akan diupayakan pendekatan agar tidak terulang lagi.
“Ya kita maklum dengan keluhan yang disampaikan masyarakat. Mudah-mudahan mereka bisa bersabar, dan Insya Allah 2012 kita perbaiki,” ujarnya.
Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post – Selasa, 13 Desember 2011 18:53 WIB








Komentar: