RISIKO TAMU
8 December 2011 Leave a comment

BELUM MAKSIMAL : Defender Sriwijaya FC, Suardi Nasir, tanpa takut lakukan heading meski harus berhadapan kaki winnger Persib Bandung, Atep, pada laga kedua Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 ini, Persib keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, kemarin (7/12).
BANDUNG – Sriwijaya FC gagal tambah koleksi poin pada laga kedua Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Bertindak sebagai tim tamu, Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya FC) harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 0-1 (0-1) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, kemarin (7/12). Gol kemenangan Maung Bandung (julukan Persib) tercipta lewat tendangan penalti Miljan Radovic menit 20.
Kekalahan tersebut memaksa tim double winner edisi 2007 ini, turun tiga tingkat klasemen sementara di posisi 6 dengan torehan 3 poin dengan rincian sekali menang dan sekali kalah (surplus 2 gol). Kemenangan perdana Ferry Rotinsulu dkk didapat atas Pelita Jaya dengan skor 3-1 di Kerawang, (3/12) lalu.
Bagi Persib donasi tiga angka sudah cukup melambungkan hingga ke posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 6 poin dengan catatan dua kali menang (surplus 2 gol). Hanya beda selisih gol dengan Persiwa sebagai capolista atau pemimpin klasemen sementara (surplus 4 gol).
“Mungkin karena penalti. Hanya itu yang membuat kami kalah. Sebab kami mampu menguasai permainan di sepanjang pertandingan,” kata Head Coach Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat dikonfirmasi Sumatera Ekspres, kemarin.
“Saya sendiri kurang setuju jika wasit menunjuk titik putih ketika tangan Firman Utina dibilang menyentuh bola tepat di daerah terlarang. Begitu jelas terlihat jika tangan Firman pasif. Namun itu tadi risiko tim tamu, mau bagaimana lagi. Yang jelas saya kecewa dengan penalti itu,” tambah mantan pemain tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
Kas (begitu akrab disapa) tidak menampik jika kekalahannya disebut karena kurang beruntung. Itu bisa dilihat dari banyaknya peluang emas yang tidak dapat dikonversikan jadi gol. Sebut saja kans striker Keith Kayamba Gumbs menit keenam, lalu gelandang Firman Utina tiga menit berselang tendangannya masih melebar. Setelah itu kesempatan Supardi Nasir jelang bubaran, sayang heading-nya masih menyamping.
“Peluang kita sangat banyak. Namun saya tidak bisa menyalahkan finishing touch (penyelesaian akhir). Yang jelas tetap ada evaluasi. Itu (evaluasi, red) akan kami lakukan saat berlatih kembali ke Palembang. Besok (hari ini, red) pukul 17.00 WIB kami kembali ke Palembang,” lanjut ayah satu anak ini.
Sejak peluit awal dibunyikan wasit Maslah Iskan, Sriwijaya FC langsung mengambil inisiatif serangan. Winger Siswanto langsung mengancam gawang menit kedua. Tapi sayang sepakannya memaksa bola melambung. Tak sampai di situ menit keenam, giliran Keith Kayamba Gumbs memperoleh peluang emas setelah lolos dari jebakan offside dan hanya berhadapan dengan kiper Jendri Pitoy. Lagi-lagi sayang sontekannya masih melayang di atas mistar gawang.
Tiga menit berselang, giliran Firman Utina yang meneror gawang Persib. Midfielder timnas Indonesia ini, melepaskan tembakan keras menyusur tanah dari luar kotak penalti. Tetapi kembali peluang tersebut menjadi sia-sia karena bola masih belum menemui sasaran.
Tapi sayang, menit 20 Sriwijaya justru kecolongan lewat tendangan penalti Miljan Radovic. Berawal dari sepak pojok (sudut kanan) tembakan Atep melambung melewati jangkauan penjaga gawang Ferry Rotinsulu. Bola melaju kencang hingga menuju Firman Utina dan melakukan handsball di kotak penalti sehingga tim Maung Bandung mendapatkan hadiah penalti.
Miljan Radovic sebagai eksekutor tidak sia-siakan kesempatan tersebut untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0. Dengan dingin pemain impor asal Montenegro itu, melesakkan bola di sudut kanan tanpa dapat dijangkau Ferry.
Meski tertinggal tak membuat pasukan kuning-kuning ini patah semangat. Bahkan intensitas serangan makin ditingkatkan. Alhasil Sriwijaya kembali memperoleh peluang emas di menit ke-29 memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun kemelut di depan gawang tak bisa dimanfaatkan Muhammad Ridwan dan Gumbs, sehingga kedudukan 1-0 tidak berubah hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, pertandingan berjalan lebih panas, beberapa kali pertandingan sempat terhenti sejenak karena terjadi keributan kecil antara pemain kedua kesebelasan. Sriwijaya yang memburu gol untuk menyamakan kedudukan kembali terlihat lebih bernafsu dalam melakukan serangan. Pada menit ke-70 Thiery Gattusi hampir berhasil memanfaatkan bola umpan Hilton Moreira, beruntung Abanda Herman dengan sigap memotong bola sehingga Jandri Pitoy mampu menguasai bola dengan baik.
Pada menit ke-76, Nova Arianto harus menyudahi pertandingan lebih cepat setelah mendapatkan kartu kuning kedua menyusul ganjalannya terhadap Atep di dekat kotak penalti. Hal tersebut membuat usaha Sriwijaya FC menyamakan kedudukan semakin sulit.
Namun, meskipun bermain dengan sepuluh pemain, Sriwijaya terus menggempur pertahanan tim tuan rumah. Pada menit ke-82, Supardi yang berada di dalam kotak penalti tanpa pengawalan gagal menanduk bola ke gawang Persib yang dikawal oleh Jendri Pitoy. Dan kokohnya pertahanan Persib akhirnya membuat Sriwijaya gagal untuk membuat kedudukan imbang. Keunggulan 1-0 untuk Persib menjadi hasil akhir pertandingan bigmatch tersebut.
Meski demikian, suami Sri Hastuti engan terlarut dalam kekecewaan. Dia minta pada anak buahnya untuk melupakan hasil negatif itu, untuk menyongsong laga selanjutnya jamu PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (11/12) nanti.
“Kami bersyukur Sriwijaya bisa kembali pakai Stadion Gelora. Tentu kami ingin tampil maksimal pada laga kandang perdana. Kemenangan menjadi target utama selain untuk hiburan buat fans (Sriwijaya Mania), juga gengsi Sumatera karena PSPS,” tambah mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian ini.
Bagaimana Persib? Pelatih Persib Mamic mengakui senang bisa mengamankan tiga angka. Namun dia masih belum puas hati, lantaran hanya unggul satu gol. “Sebenarnya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik pada pertandingan sore ini (kemarin, red). Kemenangan 1-0 belumlah hasil maksimal yang seharusnya bisa dipersembahkan,” timpal dia.
“Tapi saya sangat senang anak-anak bisa mempertahankan keunggulan yang kita dapat di awal pertandingan, sampai pertandingan berakhir. Ini patut kita syukuri paling tidak akan jadi modal penting untuk menghadapi laga away kontra Deltras (12/12) nanti,” pungkas dia. (mg42/ce1)
Sumatera Ekspres, Kamis, 8 DEsember 2011








Komentar: