Diserang dari Belakang


Pelaku Kelompok Penembak Kapolsek


MENANGIS : Khodijah (jilbab hitam motif bunga) menagis sambil memeluk peti jenazah puteranya, Bribda Eko Afriansyah, yang tiba di rumahnya tadi malam. Bribda Eko Afriansyah tewas ditembak anggota OPM di Papua, Sabtu (3/12) lalu.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG - Salah satu korban tewas dalam baku tembak di Papua, Bripda Eko Afriansyah AMd Kep, ternyata warga Sumatera Selatan. Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Dikdik Mulyana Arif Mansur tadi malam, menyambut langsung jenazah sulung dari empat bersaudara itu, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan diserahkan ke perwakilan keluarga.

Dua rekan korban Ipda Heru dan Briptu Yudi, yang sama-sama bertugas di Papua ikut mengantarkan jenazah masih tampak kebingungan. Di tengah kebingungan itu, Ipda Heru menceritakan bahwa sebelumnya kalau pasukan yang ditugaskan menjemput rekan mereka yang sakit sebenarnya sudah hampir sampai di markas.

“Anggota yang ditugaskan menjemput rekan kami yang sakit itu, jumlahnya ada 16 orang. Kami berangkat menggunakan mobil pick up. Saat itu, korban bersama anggota yang lain tengah duduk di dalam bak sambil membawa rekan kami yang sakit. Sekitar dua kilometer dari markas, kami langsung diserbu dari arah belakang,” kata Ipda Heru menjelaskan.

Rencananya, siang ini jenazah almarhum akan dimakamkan secara dinas di dekat kediaman orang tuanya, Jl Palembang-Betung, Km 18, Desa Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. “Pertama tentunya kita jajaran Polda Sumsel menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bripda Eko yang bertugas di Papua. Malam ini (tadi malam, red) kita terima jenazah Bripda Eko. Selanjutnya dilakukan penyerahan jenazah yang dipimpin langsung Bapak Kapolda untuk selanjutnya kita antarkan ke rumah duka,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Sabaruddin Ginting dalam keterangan persnya kepada wartawan saat pelaksanaan upacara penyerahan jenazah di Terminal Kargo, Bandara SMB II, Palembang.

Disinggung soal pangkat almarhum saat meninggal masih berpangkat Bripda. “Apakah akan dinaikkan pangkatnya setingkat itu dari pimpinan (Kapolri, red) yang menentukan,” terangnya.

Jenazah sendiri dibawa dari Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda nomor penerbangan GA-126. Pesawat mendarat di Bandara SMB II, sekitar pukul 20.00 WIB, sementara upacara penyerahan jenazah dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Saat tiba, dilakukan upacara penyerahan yang dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansur.

Tampak hadir, Wakapolda Brigjen Pol Ahmad Iskandar Nasution, Kasat Brimob Kombes Pol Drs Reguel Siagian serta petinggi polda lainnya, Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiono. Ketika kirab peti jenazah yang membawa jasad almarhum melintas menuju Kereta Anumerta 1909-V, Kapolda bersama ratusan anggota memberikan penghormatan terakhir hingga jasadnya diserahkan ke pihak keluarga.

Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 21.15 WIB. Mobil Patroli Pengawal (Patwal) berada di bagian depan iring-iringan, diikuti dengan mobil Kereta Anumerta 1909-V yang mengangkut korban, dan para pejabat Polda Sumsel serta Polres Banyuasin.

Peti mati berisi jasad kaku Bripda Eko langsung diangkut anggota Brimob Polda Sumsel, Kasat Brimob Kombes Pol Drs Reguel Siagian bersama Kabid Dokkes Kombes Pol M Jamil dan Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Zaenudin menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.

Kelompok Penembak Kapolsek
Tim Mabes Polri mengaku sudah mengetahui kelompok siapa yang menembak dua anggotanya. Gerombolan pengacau keamanan ini diduga identik dengan kelompok yang menembak Kapolsek Puncak Jaya Dominggus Awes Oktober lalu.

“Saat menyerang mereka berkelompok, antara lima sampai 10 orang,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, kemarin. Meski Minggu dan seharusnya libur, Boy diperintahkan untuk memberi keterangan pada media.

Menurut mantan Kanit Negosiasi Densus 88 ini, Bripda Eko Afriansyah dan Ferliyanto Kaluku sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tertembak dan meninggal di lokasi. “Ini penghadangan mendadak, anggota yang disergap mencoba bertahan dan membalas menembak,” katanya.

Namun, kelompok penyerang itu lantas menghilang di hutan. “Mereka ini memang pakai strategi hit and run, setelah menyerang lari,” kata Boy. Namun, karena ada satu anggota yang selamat Bripda Syukur, informasi berhasil dikumpulkan.

Tim forensik juga meneliti bekas luka tembak pada kedua jenazah untuk menentukan peluru yang digunakan. Dari sana, senjata kelompok ini bisa diketahui jenis dan asal usulnya. “Masih diproses di Kedokteran Forensik,” kata Boy.

Daerah Puncak Jaya, kata Boy, memang sering dijadikan basis kelompok-kelompok seperti OPM. Itu karena kondisi alamnya yang sangat cocok untuk gerilya. “Hutan-hutannya tinggi dan medannya sulit bagi yang tidak berpengalaman,” kata Boy.

Jenazah Bripda Eko sudah diterbangkan ke Palembang dan dimakamkan secara militer. Sedangkan Ferliyanto dimakamkan di Gorontalo. “Atas nama pimpinan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” kata Boy.

Juru bicara Korps Brimob Kelapa Dua Depok AKBP Budiman menambahkan, Brimob akan memberi santunan untuk keluarga korban. “Besarnya belum ditentukan,” katanya saat dihubungi kemarin.

Dianugerahi Kenaikan Pangkat
Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo anugerahi kenaikan pangkat bagi dua anggota Gegana yang tewas dalam kontak senjata dengan OPM di Kali Semen Kampung Wandinggobak Puncak Jaya, Papua, (3/12), lalu. Keduanya dinaikkan satu pangkat dari sebelumnya brigadir.

“Keduanya dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat menjadi brigadir satu,” terang Kapolri saat menerima jasad Brigadir Eko Apriansyah, di Kargo Garuda Indonesia 512, Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 17.30, kemarin (4/11).

Dalam sambutannya Kapolri menerangkan kasus ini menjadi luka mendalam bagi kesatuan Gegana. Kapolri mewakili negara menyatakan belasungkawa atas kejadian yang menimpa dua prajurit terbaik yang tewas akibat serangan warga sipil bersenjata di Papua. “Kita kehilangan rekan dan juga prajurit terbaik,” ucapnya saat menjadi komandan upacara di hadapan sekitar 150 anggota Brimob yang turut menyambut kedatangan jasad Bripda Eko. (32/mg18/rdl/kin/ce1)

SUMATERA EKSPRES, Senin, 5 Desember 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

One Response to Diserang dari Belakang

  1. Pingback: Huckerby: City Harus Banyak Mencontoh MU | RuangKabar.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s