Jembatan-Jembatan di Palembang Waswas Pasca-Tamatnya Jembatan Kukar
30 November 2011 Leave a comment
![]()

Jembatan Ampera yang menjadi landmark Kota Palembang ini padat siang-malam.

Jembatan Musi 2 padat oleh kendaraan fuso, tronton, AKAP dan truk pengangkut batu bara.
ADA empat jembatan utama di Kota Palembang yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat. Jembatan Ampera, Jembatan Musi 2, Jembatan Keramasan, dan Jembatan Ogan. Namun, yang paling dikhawatirkan jejaknya mengikuti ambruknya Jembatan Kukar di Kalimantan Timur ialah Jembatan Musi 2 dan Jembatan Keramasan. Setahun terakhir, kendaraan bermuatan berton-ton seperti pengangkut batu bara dan angkutan antarlintas provinsi melalui jembatan buatan asli Indonesia tersebut. Akankah nasib jembatan itu bisa diselamatkan hingga berpuluh-puluh tahun lagi?
PENELUSURAN Sumatera Ekspres, diketahui kendaraan bertonase tinggi melalui Jembatan Musi 2 paling ramai di waktu malam. Kendaraan pengangkut batu bara, fuso, tronton, hingga kendaraan antarlintas provinsi berlalu lalang melewati jembatan yang bautnya banyak hilang tersebut. Kejadian di Jembatan Kukar, selain baut yang hilang, seling tak mampu menahan pergeseran bantalan yang tak terpaku lagi, diduga konstruksi jembatan buatan Indonesia itu memang sangat menyedihkan. Usia Jembatan Kukar hanya 10 tahun. Bagaimana dengan Jembatan Musi 2 yang baru dibuat duplikasinya pada 2012 dan baru bisa beroperasi 2014.
Bebearapa pengendara yang melewati jembatan itu mengkhawatirkan kasus di Kukar terjadi di Musi 2. “Mudah-mudahan jangan terjadi di Musi 2. Tapi, kita berharap Gubernur dan Wali Kota segera menurunkan tim melakukan jkajian serius. Sebab, kalau melalui Jembatan Musi 2, getaran ke atas dan ke bawah, ke kiri dan kanan sangat terasa,” kata Ujang (45), warga Bukit Besar yang sering melalui jembatan tersebut.
Kekhawatiran yang sama disampikan Enaldi (24). Dia mengaku makin waswas pasca ambruknya Jembatan Kukar. “Kalau kendaraan padat, saya mulai jaga jarak, Kak, daripada kejadian buruk,” katanya.
Terpisah, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Jalan dan Jembatan Palembang, Aidil Fiqri membenarkan Jembatan Musi 2 yang paling mengkhawatirkan. Rasa itu bukan tidak ada alasan. Menurut Aidil, baut-baut di jembatan sangat mudah kendor, selain banyak juga hilang. Seharusnya baut itu bertahan hingga bertahun-tahun, tetapi akibat overload-nya kendaraan di atas Jembatan Musi 2, baut itu kendor dalam waktu tiga bulan.
“Tim survei kami tadi (kemarin, red) melakukan pengencangan baut-baut di Musi 2. Padahal baru tiga bulan lalu dikencangkan. Memang aneh, tapi kayaknya akibat overload,” ujarnya.
“Selain masalah overload, kebakaran di atas atau di bawah jembatan juga bisa berakibat fatal, sebab bisa memperpendek umur Jembatan Musi 2,” katanya.
Untuk mengantisipasi kendaraan yang mogok atau padatnya kendaraan berat di Musi 2, polisi sudah menerjunkan tim. “Di Musi 2 sudah standby petugas kami,” kata Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Fachruddin Jaya.
Apalagi, duplikasi Jembatan Musi 2 baru dibuat 2012, diperkirakan beroperasi 2014. “Nantinya, duplikasi Jembatan Musi 2 memiliki panjang 644,881 meter, lebar 11 meter, dan ada dua jalur kendaraan,” kata dia.
Pengamat transportasi, Erika Buchori mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah. “Jadikan kasus Kukar menjadi pengalaman berharga,” ujarnya. (mg37/mg46/ce2)
![]()
JEMBATAN Musi 2 Palembang paling diwaspadai dikhawatirkan mengalami nasib serupa dengan Jembatan Kutai Kertanegara,Tenggarong, Kalimantan Timur. Dinas Perhubungan Kota Palembang bergerak cepat mengantisipasi agar jembatan penghubung Kota Palembang sekaligus yang menjadi alur lalulintas kendaraan antarkota antaprovinsi (AKAP), kendaraan angkutan berat, tronton, dan fuso tersebut. Salah satu yang dilakukan mengatur intensitas kendaraan yang berlalu lalang dengan menghidupkan traffic light.
Bila traffic light sudah difungsikan kembali, kendaraan yang meniti Jembatan Musi 2 bisa diatur alias tidak serentak. Padahal selama ini, traffic light di sana disinyalir tidak tidak difungsikan. “Mengatur volume kendaraan yang lewat . Jangan sampai kendaraan yang melintasi jembatan berlalu serentak. Traffic light sudah ada, tinggal dihidupkan saja,” kata Kadishub Kota Palembang, Masripin, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Aturan Jalan dan Rel Kereta Api (Kabid LLAJ dan Rel KA) Agus Supriyanto ditemui Sumatera Ekspres, kemarin.
Dengan aktifnya traffic light, kendaraan yang lewat “dibatasi” dengan cara dihidupkan secara bergantian satu arah. “Nantinya, bila di satu sisi lampu hijau, di sisi seberang lampu merah. Tujuannya, agar yang melintas di atas Jembatan Musi 2 menjadi satu arah,” ujar Agus.
Memang, dari empat jembatan di Metropolis, diprediksi hanya Jembatan Musi 2 yang paling mengkhawatirkan bila tidak diatur lalu lintasnya. Apalagi kendaraan-kendaraan yang melalui Jembatan Musi 2 banyak kendaraan berat, seperti truk batubara, fuso, dan kendaraan berat lainnya. (mg37/ce2)
Sumatera Ekspres, Selasa , 29 November 2011








Komentar: