2012, Lebih ke Warna Cerah
28 November 2011 Leave a comment

CANTIK : Desainer busana muslim, Dian Pelangi (jilbab hijau) memberikan tutorial atau cara mengenakan hijab agar muslimah terlihat cantik dan gaya dalam Hijabers Islamic Festival di Golvie Resto, kemarin. Dihadiri ratusan peserta, acara berlangsung meriah, digelar berbagai kegiatan salah satunya pengukuhan pengurus Hijabers Palembang.
PALEMBANG — Tren busana muslim 2012 diprediksi cenderung ke penggunaan warna-warna cerah, perpaduan warna yang harmonis tapi tetap menunjukkan busana muslim yang gaya dan bagus. Demikian diungkap Dian Pelangi, desainer busana muslim asal Metropolis. “Saat ini para hijabers berlomba untuk menggunakan warna,” ujarnya, di sela-sela launching Hijabers Palembang, kemarin.
Untuk style busana, kata Dian, terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Jika dulu wanita muslimah akrab dengan pakaian jeans atau baju ketat dengan leher yang terlihat, atau kerudung yang kurang fashion, maka kondisi saat ini, tren busana muslim berkembang semakin pesat.
Hanya, busana muslim yang dikenakan lebih tertutup dan sopan. Banyak menggunakan rok dan kerudung yang menutup bagian dada dan baju longgar. Namun, lanjutnya, meskipun fashion busana muslim terus berkembang, nilai syar’i yakni sesuai tuntunan agama Islam tidak hilang. ”Inilah yang saya banggakan dari fashion hijab Indonesia, walaupun fashion ada, syar’i tetap dapat,” cetusnya.
Dalam acara yang berlangsung di Golvie Resto tersebut, Dian juga memberikan tutorial cara menggunakan hijab atau kerudung. Menurutnya, dulu orang menganggap mengenakan busana muslim selalu identik dengan gaya yang kampungan.
Tapi sekarang tidak lagi, mereka yang berbusana muslim juga bisa tetap tampil bergaya namun aurat tetap terjaga. Dikatakan, kerudung memiliki bermacam-macam gaya, jadi tergantung kepada style yang hendak dikenakan seseorang.
Terpenting, kata dia, memperhatikan cara berbusana, harus imbang antara atasan dan bawahan. ”Jangan salah warna,” ungkapnya. Jika kerudung yang dikenakan berwarna terang, maka bawahan bagus berwarna soft (lembut).
”
Kalau atasan sudah ramai, banyak pernak-pernik, bawahnya bagus polos,” terang Dian. Selain bermain warna dan motif untuk tampil gaya maka seseorang juga bisa bermain volume busana. ”Ya itu tadi, kalau atasan ramai, bawahan simple saja, seperti yang saya pakai sekarang,” katanya memberi contoh.
Tak hanya itu, Dian juga membeberkan sejumlah trik menggunakan jilbab. Dijelaskan, pemasangan jilbab tidak harus dari atas kepala, tapi juga bisa dari bawah. ”Yang penting tahu caranya (cara memasangnya, red), maka itu kita harus sering mencoba, bereksperimen dengan gaya-gaya baru untuk memakai hijab,” cetus Dian.
Presiden Hijabers Palembang Machdalena Sari Syafri mengatakan, sebenarnya komunitas Hijabers sudah terbentuk sejak Juni tahun lalu. ”Tapi baru sekarang di-lauching,” ujarnya.
Tak hanya sebagai ajang kumpul-kumpul dan silaturahmi, komunitas yang awalnya dibentuk oleh 17 orang tersebut juga berfungsi sebagai wadah sharing cara berhijab, kerudung, busana, fashion, berbusana yang bagus sesuai dengan syariat Islam seperti pengajian dan tausyiah.
Nah, lanjutnya, Hijabers Islamic Festival tak hanya diisi launching komunitas Hijabers, tapi juga dimeriahkan sejumlah acara lainnya seperti fashion show, hijab tutorial oleh Dian Pelangi, penampilan model busana muslimah Lulu Elhasbu dan penyanyi lagu islami Ina Rovi. (mg13/ce2)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Senin, 28 November 2001








Komentar: