Jembatan Ambruk, Kukar “Terisolasi”


bu1-27nov20011
AMBRUK : Mobil tersangkut di antara puing-puing Jembatan Kukar yang ambruk.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

TENGGARONG Jembatan Kartanegara mendadak ambruk, kemarin (26/11), sekitar pukul 16.30 WITA. Hampir seluruh bentangan jembatan kebanggaan warga Kutai Kartanegara (Kukar), bahkan Kaltim itu jatuh ke sungai. Sehingga secara otomatis, arus lalu lintas dari Tenggarong menuju Samarinda dan Balikpapan tinggal mengandalkan jalur alternatif, jalur Loa Kulu-Loa Jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui persis yang jumlah meninggal, ada yang menyebut 4 orang, ada pula yang menyebut 5 orang, 23 luka-luka, 5 mobil dan 10 motor hanyut. Petugas terus aktif melakukan pencarian sekaligus mengevakuasi korban dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berbagai keterangan yang dihimpun Kaltim Post (grup Sumatera Ekspres) di TKP. Saat kejadian banyak mobil dan sepeda motor tengah melintas di atas jembatan.

Ambruknya jembatan tersebut sungguh di luar dugaan, karena dari sisi usianya belum terbilang uzur. Jembatan tersebut mulai dikerjakan tahun 1995 dan rampung tahun 2001. Beragam sinyalemen pun bermunculan. Ada yang menduga, ambruknya jembatan tersebut akibat kesalahan teknis pekerjaan. Pasalnya, beberapa pekan ini memang sedang dilakukan perbaikan pemeliharaan jembatan.

Cerita lain menyebutkan, pekerja di jembatan itu sempat menginstruksikan pengendara agar pelan-pelan melintas. Bahkan sempat diberlakukan satu arah. Kondisi ini ditengarai membuat beban jembatan bertambah, karena terjadi penumpukan kendaraan.

Anggota DPRD Kukar nonaktif, Saiful Aduar, mengaku amat terkejut dengan ambruknya jembatan tersebut. Pasalnya, dia baru saja melintas di jembatan itu menuju Samarinda. “Ngeri, saya baru saja melintas dan ambruk,” jelas Saiful.

Komandan Kodim 0906/Tenggarong, Letkol Inf Dendi Suryadi, mengatakan, berdasarkan hasil rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota TNI dan Polri, serta Kesbang Linmas akan terus melakukan pencarian korban hingga pukul 00.00 WITA dinihari. Namun pencarian hanya di permukaan perairan.

Pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (27/11), sekitar pukul 06.00 WITA, dengan melakukan penyelaman di areal robohnya jembatan. “Saat ini, kami sudah membuka posko terpadu di Jalan Wolter Manginsidi Tenggarong, persis di dekat jembatan yang runtuh. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diharapkan segera melapor ke posko tersebut,” terang Dendi, yang juga ketua Tim Evakuasi Korban Jembatan Kartanegara.

Berdasarkan data hingga pukul 21.00 WITA, korban luka mencapai 23 orang. Sementara korban jiwa berjumlah lima orang. Korban yang berada di Tenggarong dilarikan ke RSUD AM Parikesit. Sementara korban yang berada di Tenggarong Seberang, dilarikan ke Puskesmas Teluk Dalam. Seluruh akses transportasi, baik darat maupun air akan ditutup setidaknya selama dua hari. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak medekati lokasi jembatan yang runtuh, karena ada kemungkinan sisa bangunan jembatan yang masih berdiri akan ikut runtuh. Jangan sampai hanya karena ingin melihat, justru menjadi korban baru,” terang Dendi.

Salah seorang korban bernama Adam Nuh (40), karyawan PT Puma Melak, mengatakan, sekitar pukul 15.30 WITA, ia berangkat dari Tenggarong menuju Kecamatan Melak, Kubar menggunakan mobil carteran merek Daihatsu Xenia. Selain Adam, masih ada empat orang lainnya dalam mobil tersebut. Sekitar pukul 16.00 WITA, mobil bermuatan lima orang itu mulai mengarah ke jembatan dengan panjang tersebut. Saat posisi mobil, baru beberapa meter berada di atas jembatan, tiba-tiba terdengar suara patahan besi. Dan, dalam seketika lantai jembatan runtuh.

Seluruh penumpang tidak dapat berbuat apa-apa. “Runtuhnya jembatan hanya dalam hitungan detik. Mobil yang kami tumpangi sempat tenggelam, namun timbul kembali dengan kondisi seluruh kaca jendelanya pecah, dari lubang jendela, itulah kami keluar untuk menyelamatkan diri,” terang pria yang mengalami luka di lengan kanannya.

Bergeser 15 cm sejak Februari, Gubernur Tertunduk
SEBUAH pesan masuk ke telepon seluler Rita Widyasari sesaat sebelum mobil yang ditumpanginya masuk ke Gedung Jakarta Convention Center untuk menghadiri pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya).

“Jembatan Kukar Ambruk,” bunyi pesan itu sekitar pukul 15.30 waktu Jakarta. “Ya Allah jembatanku,” Rita kaget membaca kabar itu. Undangan resepsi pernikahan Ibas batal. Mobil Rita langsung meluncur ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

“Saya enggak jadi ke resepsi. Langsung ke airport,” kata Rita kepada Kaltim Post yang menghubunginya, kemarin. Ia menyebut kejadian ini sebagai musibah namun belum bisa memastikan penyebab pasti ambruknya jembatan yang mirip dengan “Golden Gate” San Francisco, Amerika Serikat ini.

Pukul 21.00 WITA, Rita bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Menko Kesra Agung Laksono bertolak dari Jakarta menuju Balikpapan. “Saya satu pesawat dengan Pak Menteri,” kata Rita sebelum terbang.

Gubernur Tertunduk
Di lokasi kejadian, rombongan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tiba di Jembatan Kartanegara ketika magrib baru saja datang. Seakan tidak percaya melihat ambruknya jembatan, Faroek tertunduk lesu tak jauh dari jembatan megah itu.

“Akan diselidiki mengapa sampai runtuh. Sejauh ini belum diketahui penyebabnya,” kata Gubernur kepada sejumlah wartawan, malam tadi. Dia meminta, penanganan korban dilakukan secara terpadu dan optimal. Gubernur mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menugaskan Menkokesra Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau lokasi.

Sudah Bergeser
Sebelum ambruk, Jembatan Kartanegara dikabarkan bergeser 15 sentimeter. Kabar ini juga disampaikan Rita kepada Kaltim Post Februari 2011 lalu, tiga bulan sebelum acara Pentas Tani dan Nelayan Indonesia (Penas) KTNA dimulai.

Saat itu, Rita menerima laporan dari seorang petugas pemasang lampu jembatan yang mengatakan bagian puncak dua tiang utama telah bergeser dari posisi semula. Rita sempat khawatir jembatan ambruk dan tak kuat menampung ribuan peserta Penas yang datang ke Kukar.
“Karena nanti setiap hari volume kendaraan lewat di jembatan bertambah drastis. Makanya saya minta Dinas PU segera memeriksa dan melakukan perbaikan,” ujar Rita kala itu.

Setelah dilakukan pengecekan, PU mengakui jembatan bergeser sekitar 15 sentimeter. Tapi pergeseran itu diyakini masih dalam batas toleransi dan tidak berdampak buruk. PU menganggarkan Rp3 miliar di tahun 2011 untuk biaya pemeliharaan jembatan.

“Jembatan itu tidak akan ambruk jadi tidak perlu khawatir. Kita melakukan tindakan pemeliharaan seperti pengencangan baut-baut yang longgar, mengganti yang rusak dan memperbaiki hanger (penggantungan kabel) jembatan,” kata Didi kala itu.

Sementara, Devisi Riset dan Pendidikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Abdullah Naim mengaku mendapat kabar dari warga, Oktober lalu, Jembatan Kartanegara disenggol ponton batu bara. “Kenapa diperbaiki? Apa ditabrak atau bagaimana? Kami harap polisi menyelidiki,” pintanya. (ri/fel/kri/hrn/ce1)

SUMBER : Sumatera Ekspres, Minggu, 27 November 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s