Tetap Menolak, Datangi Dishub


Hari ini, Masalah Taksi Bandara Dibahas

demo-bluebird-m-hatta-24nov2011
MOGOK KERJA : Ratusan sopir taksi dari Primkopau, Balido dan Kotas mogok operasional karena masuknya Blue Bird di Bandara Internasional SMB II, kemarin. Aksi ini dimulai pukul 10.00 WIB dan akan berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi. Tak sedikit penumpang dari bandara terlantar akibat aksi tersebut.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG Aksi demo para sopir taksi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Primkopau, Balido, dan Kotas dengan tidak operasional sejak Rabu (23/11) lalu, kemarin berlajut. Mereka mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota di 35 Ilir.

Inti tuntutan sama, yakni tidak memperbolehkan taksi Blue Bird operasional di bandara. Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres sopir yang berdemo sekitar pukul 10.00 WIB itu, ada 15 orang plus taksi masing-masing.

“Mereka hanya menyampaikan aspirasinya, menolak kehadiran Blue Bird (di Bandara SMB II, red),”ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Masripin HM Thoyib melalui Kepala Bidang (Kabid) Lalu-Lintas Aturan Jalan dan Rel Kereta Api (LLAJ dan Rel KA) Agus Supriyanto, kemarin.

Tak hanya itu, sambung Agus, aspirasi yang juga disampaikan dalam bentuk surat tertulis tersebut, para sopir taksi tadi juga menolak keinginan Blue Bird untuk membuka konter taksi di bandara. “Nah, aspirasi tersebut kita terima, ditampung untuk disampaikan kepada pihak terkait,” terang Agus.

Oleh karena itu, terangnya, pihaknya berencana untuk menggelar rapat dengan sejumlah pihak terkait mulai dari PT Angkasa Pura (AP) II, Danlanud, Pimpinan Taksi Balido dann Primkopau serta manajemen Blue Bird.

Jika tidak ada halangan, pertemuan bakal digelar hari ini. Nah, lanjut Agus, dalam pertemuan itulah, pihaknya akan mengajak pihak terkait untuk membicarakan dan mencari solusi terbaik dari masalah tersebut.

“Mau kita bagaimana yang telah dilakukan Blue Bird juga menular ke pengusaha (pengelola taksi, red) lain,” ungkap Agus. Dikatakan, keberadaan taksi Blue Bird yang menerapkan pembayaran ongkos sistem argo sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi aman dan nyaman. Sekaligus solusi masalah transportasi umum yang murah dengan pelayanan berkualitas.

Terpisah, Wakil Wali Kota Palembang H Romi Herton SH MH mengatakan hal serupa. Menurutnya, dalam waktu dekat, Ia bakal memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas dan memusyawarahkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.

“Nanti kita panggil pihak bandara (PT AP II< red), pengelola taksi yang beroperasional di bandara. Akan kita bahas apa permasalahannya, agar tdak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tukas Romi.

Diberitakan sebelumnya, puncak penolakan kehadiran taksi Blue Bird, Rabu (23/11), para sopir taksi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II berdemo. Mereka memarkirkan kendaraannya di samping pintu masuk Terminal Kargo Bandara SMB II Palembang.

Sejumlah sopir yang mengaku dari Primkopau, Balido, dan Kotas itu, berjaga di arah pintu keluar bandara. Menunggu sopir Blue Bird yang membawa penumpang, bahkan informasinya, mereka nekad memukuli kendaraan Blue Bird yang mengangkut penumpang keluar dari bandara.

Menurut M Rihan, seorang sopir taksi, mereka tidak akan berhenti melakukan aksi sebelum Blue Bird memutuskan tidak operasional di bandara. “Mau satu atau dua hari, bahkan sampai bulanan kita akan melakukan aksi kalau Blue Bird tidak dihentikan. Kalau bisa juga di wilayah Kota Palembang tidak operasional. kita juga menunggu keputusan dari kepala cabang kita.

Pemprov Sumsel melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumsel (Dishubkominfo) akan mengagenndakan pemanggilan seluruh operator taksi yang ada di Palembang. Momen dianggap pas dengan mencuatnya polemik tidak disetujuinya taksi Blue Bird mengantar penumpang ke Bandara SMB II.

“Kita akan menjadwalkan pertemuan dengan seluruh pengelola taksi. Kita berharap, dari pertemuan itu nantinya akan melahirkan solusi dan kesepakatan bersama yang tidak merugikan salah satu pihak,” kata Kadishubkominfo, Ir Sarimuda MT.

Ia sendiri kemarin sudah mengecek langsung ke Bandara SMB II. “Sayang, waktu kami tiba, protes sudah selesai. Tapi kami dapatkan informasi dari pihak bandara bahwa sudah akan ada penyelesaian dari permasalahan ini,” cetusnya.

Kaji Peruntukan Bus BBG
Lima unit bus berbahan bakar gas (BBG) bantuan Kementerian Perhubungan untuk SEA Games XXVI kini terparkir di halaman kantor Dishubkominfo Sumsel. Belum jelas mau dikemanakan bus bantuan Menteri Perhubungan ini.

Kadishub dan Kominfo Sumsel Ir H Sarimuda MT mengusulkan untuk memperkuat armada Trans Musi. “Kita usulkan ke Gubernur agar lima bus BBG ini salah satunya bisa untuk memperkuat armada Transmusi,” katanya.

Dengan BBG, bus ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara sekaligus sangat cocok menjadi angkutan massal yang mampu menampung dalam jumlah banyak. Hal ini terbukti selama SEA Games di Jakabaring sangat membantu transportasi pengunjung dan atlet.

Kalaupun tidak, mungkin bisa nantinya bus-bus ini dipergunakan untuk angkutan jarak dekat antar Palembang dan kota pendukung. “Yang pastinya, kita akan sampaikan dulu kepada pak Gubernur. Peruntukkan selanjutnya menunggu keputuusan beliau,” tukas Sarimuda. (mg13/46/ce3)

Berita Terkait:
Taksi Bandara Stop Operasional

SUMBER : Sumatera Ekspres, Juumat, 25 November 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s