Selangkah Lagi Sempurna
20 November 2011 Leave a comment

MELAJU KE FINAL : Oktovianus Maniani (kanan) dan Au Van Hoan (Vietnam), saat bertading dalam laga semi final SEA Games XXVI 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, senayan, Jakarta. Indonesia menang dan lolos ke final setelah unggul dari Vietnam dengan skor 2-0, tadi malam (1911).
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
PALEMBANG — Indonesia nyaris sempurna sebagai tuan rumah SEA Games XXVI/2011. Setelah patenkan status juara umum multieven dua tahunan dengan garansi emas tembus 140 keping, semalam Timnas U-23 Indonesia melaju ke final usai cukur Vietnam 2-0 (0-0) di SUGBK Senayan, Jakarta.
Jika tren positif ini dijaga, emas sepak bola berpotensi menyempurnakan prestasi Merah Putih sebagai host pesta olahraga se-Asia Tenggara tahun ini. ”Satu kata, alhamdulillah. Semua masih terbuka. Yang terpenting bagaimana kita kembalikan kondisi fisik pemain karena pertandingan tadi berjalan dengan tempo tinggi dengan pressing football cepat dan menguras tenaga,” terang Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan usai pertandingan semalam.
Tampil langsung menekan sejak kicoff, Indonesia hanya mampu menghasilkan peluang di 45 menit pertama. Sementara Vietnam tak punya waktu untuk ancam gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga. Namun, Merah Putih baru bisa pecah kebutuan pada menit ke-61 melalui tendangan bebas Patrich Wanggai. Kemudian Titus Bonai menegaskan dominasi Indonesia atas Vietnam pada menit 89’. Bagi Indonesia, ini adalah final kelima sejak SEA Games digeber 1977 di Malaysia.
Terakhir kali Indonesia masuk final adalah pada SEA Games (SEAG) 1997 Indonesia atau 14 tahun silam. Mimpi Indonesia jadi juara di rumah sendiri kala itu dirampok Thailand melalui adu penalti 2-4 setelah di waktu normal skor berimbang 1-1.
Nah, di final yang digeber pada 22 November nanti, Indonesia akan berhadapan dengan seteru abadi, Malaysia. Tim Negeri Jiran itu melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Myanmar dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Malaysia kemarin diukir Saarani Ahmad Fakri (85’).
Pertemuan dengan Malaysia mengingatkan pertandingan pamungkas babak penyisihan grup A 17 November lalu. Anak asuh Ong Kim Swee itu coreng rekor 100 persen Pasukan Garuda sejak penyisihan grup dengan gol semata wayang Ibrahim Syahrul. Pun demikian dengan kegagalan Indonesia juarai Piala AFF 2010 lalu. Ketika itu, Bambang Pamungkas dkk harus jadi runner up usai kalah agregat 2-4. So, jika ingin balas dendam atau revans, inilah momen yang tepat.
Namun, di tengah hangar bingar pesta kemenangan semalam, Rahmad Darmawan masih menyimpan waswas. Dia meminta kepada awak media untuk tidak mengekspose terlalu berlebihan kesuksesan melaju ke final ini. Sebab, Indonesia belum dapat apapun dengan perjalanan sejauh ini. Masih ada laga final yang harus dimenangkan untuk sempurnakan sukses Indonesia sebagai tuan rumah. Belajar dari Piala AFF 2010 lalu, Indonesia antiklimaks di partai puncak akibat ekspos terlalu besar kepada pasukan Garuda sebelum juara. ”Ini belum selesai, belum ada apa-apanya karena ada pertandingan yang sangat penting lawan Malaysia,” tegasnya.
Oktovianus Maniani yang menjadi tulang punggung Timnas Senior di Piala AFF 2010 siap untuk tampil dan balas kekalahan saat itu. ”Dengan kemenangan ini akan menjadi motivasi dan bermain lebih baik lagi di partai selanjutnya. Namun, pasti akan berbeda antara Timnas Senior dengan Timnas U-23. Dengan motivasi yang kami rasakan, saya rasa kami siap. Kami serahkan kepada pelatih, dan pemain akan siap menjalankan semua intruksi dari pelatih,” ungkap Oktovianus Maniani yang pada Piala AFF lalu tampil lawan Malaysia di final.Sementara itu, Pelatih Vietnam Falko Gotz mengucapkan selamat untuk kesuksesan Indonesia yang mampu memenangkan pertandingan.
Egi Melgiansyah dkk dinilai bermain baik. Bahkan, dengan terang-terangan dia memuji pemain Indonesia terlalu kuat bagi Vietnam.”Taktik awal kami ingin main ofensif tapi kami tidak bisa main baik karena Indonesia terus menekan. Indonesia memang tim yang lebih kuat pada malam hari ini. Tentu saya sangat kecewa dengan hasil ini,” terangnya.
Sementara, dengan perolehan 140 emas, Indonesia dipastikan meraih juara umum. Menurut Ketua KONI /Inasoc, Rita Subowo, Indonesia hanya butuh 136 medali emas untuk meraih juara umum. (kmd)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Minggu, 20 November 2011








Komentar: