Kenaikan Ongkos Trans Musi Dipercepat
17 November 2011 4 Comments

RAMAI : Para penumpang berdesakan masuk ke bus Trans Musi saat naik dari simpang DPRD Palembang. Mereka hendak menyaksikan pertandingan SEA Games di JSC (Jakabaring Sport City), kemarin.
PALEMBANG — Tak kuat terus menanggung tingginya biaya yang harus dikeluarkan, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) segera menaikkan harga tiket Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi. Ongkos Trans Musi direncanakan naik usai SEA Games XXVI. Naiknya ongkos transportasi angkutan massal itu, terkesan tergesa-gesa dan dipaksakan. Sebab, pihak PT SP2J—selaku pengelola BRT Trans Musi sebelumnya– menegaskan, kenaikan tarif baru, diberlakukan ketika fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen sudah baik. Menerapkan smart card (kartu pintar) sebagai alat pembayaran resmi dan armada tambahan bus Trans Musi sudah tiba.
Kenyataannya, hingga saat ini smart card belum berjalan, begitu juga armada tambahan masih dalam proses pengadaan.
Direktur Utama PT SP2J Bahder Johan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu izin dari Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT soal kenaikan tarif Trans Musi tersebut. “Capek bayar kredit (pembelian bus Trans Musi, red) terus,” ujar Bahder, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Menurutnya, dengan sekitar 85 bus Trans Musi yang beroperasional sekarang, pihaknya bisa menghimpun pemasukan hingga sekitar Rp1,5 miliar per bulan. Tapi biaya yang harus dikeluarkan lebih besar, sekitar Rp1,9 miliar per bulan.Pendek kata, pendapatan tranmusi minus Rp400 juta. Sejumlah biaya yang harus dikeluarkan yaitu gaji bagi sekitar 490 pegawai yang mencapai Rp600 juta per bulan.
Kemudian biaya bahan bakar Rp60 juta per bulan dan maintenance (perawataan) Rp50-100 juta per bulan. Ditambah, biaya angsuran kredit pembelian 60 unit bus Trans Musi tambahan yang dibeli beberapa waktu lalu. Untuk menutupi biaya yang harus dikeluarkan pihaknya harus nombok hingga sekitar Rp400 juta per bulan. “Jumlah tersebut menurun dibandingkan sebelumnya yakni sekitar Rp600 juta per bulan.”
Penurunan tersebut terjadi setelah dilakukan efisiensi yang dibarengi meningkatnya jumlah penumpang. Namun, terangnya, ke depan beban yang harus ditanggung bakal semakin berat dengan adanya armada tambahan bus Trans Musi yang dibeli dengan sistem kredit.
Memang, sambung Bahder, uang muka sebesar Rp40 miliar untuk pembelian sekitar 80 armada tambahan tersebut masih disubsidi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui dana hibah. “Tapi ‘kan tidak mungkin kita terus-terusan disubsidi (Pemkot, red). Lagipula Wali Kota (Wako Eddy, red) menekankan tidak mengandalkan subsidi (untuk pengelolaan Trans Musi, red),” cetus Bahder.
Oleh karena itu, terangnya, solusi dari permasalahan yang dihadapi yaitu dengan menaikkan tarif Trans Musi dari Rp3 ribu menjadi Rp4 ribu per penumpang atau naik Rp1.000 per penumpang. Dengan adanya kenaikan tarif tadi, maka pihaknya tidak lagi nombok biaya setiap bulannya.“Jadi bisalah untung, walau pun tidak banyak,” cetusnya.
Dikatakan, pihaknya yakin warga, penumpang bus Trans Musi dapat mengerti dan memahami kendala yang dihadapi PT SP2J sehingga terpaksa menaikkan tarif Trans Musi.Lagipula, sambungnya, pendapatan yang diperoleh dari ongkos tersebut diperuntukkan bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat seperti operasional bus Trans Musi, pembiayaan penambahan armada dan pengembangan usaha ke depan. “Jadi semuanya nanti juga kembali untuk rakyat,” tutur Bahder.
Penumpang Membeludak
Sementara itu, pelaksanaan SEA Games XXVI yang digelar di Metropolis, membawa berkah bagi PT SP2J. Terjadi lonjakan penumpang di kawasan Seberang Ulu (SU), khususnya bus Trans Musi tujuan Jakabaring.Jika normalnya Trans Musi mengangkut sekitar 17 ribu penumpang per hari, maka beberapa hari terakhir sejak pelaksanaan SEA Games menjadi sekitar 20 ribu penumpang perhari atau naik sekitar 20 persen.
Pantauan Sumatera Ekspres, saking ramainya warga yang hendak menuju ke Jakabaring, halte transit di simpang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang sesak dengan calon penumpang.
Saking padatnya, para penumpang berebut untuk naik ke bus Trans Musi sehingga terjadi aksi saling dorong. Kondisi serupa terjadi di dalam bus, para penumpang berdesak-desakan di dalam bus. Karena tidak kebagian tempat duduk, banyak penumpang yang akhirnya terpaksa berdiri.
Nah, jelas Bahder, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang di halte transit simpang DPRD Palembang, pihaknya mengoperasikan delapan unit Trans Musi yang berfungsi sebagai feeder. “Kedelapan bus tersebut khusus mengangkut penumpang untuk rute simpang DPRD Palembang-Jakabaring (tugu rotunda, red) dan sebaliknya,” terang Bahder seraya mengatakan, penumpang yang menggunakan jasa Trans Musi ke Jakabaring mulai dari official, panitia hingga suporter.
Kenaikan jumlah penumpang, otomatis dibarengi peningkatan pendapatan yang diperoleh dari sebelumnya Rp18 juta menjadi Rp29 juta per hari naik sekitar Rp11 juta per hari.Sementara itu, Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT menilai, rencana kenaikan tarif Trans Musi realistis. Dengan tarif lama, katanya, Trans Musi terpaksa nombok ratusan juta. Dana yang digunakan untuk menutupi biaya operasional tadi diambil dari dana usaha lain yang dikelola PT SP2J seperti gas kota dan Kapal wisata Putri Kembang Dadar. ”Jadi (ke depan kita ingin Trans Musi, red) jangan rugi, makanya tarif dinaikkan,” tandas Eddy. (mg13)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Kamis, 17 November 2011








Semoga aja dengan adanya event SEA GAMES ini membuat Indonesia menjadi tuan rumah yang antusias terhadapa even seperti ini.
Banyak pihak yang diuntungkan dengan adanya event besar ini ya mas.
amin… mudah-mudahan aja, Mas Abed
ntuh harapan kita sebagai warga Negara Indonesia
benar banget, Mas