Wako Rogoh Kocek Pribadi
15 November 2011 Leave a comment

WAJIB BERSIH : Kotak sampah dari gerobak sepeda ini diletakkan tak jauh dari pintu masuk kompleks JSC, kemarin.
PALEMBANG — Merasa gerah melihat tower lampu untuk penerangan venues Atletik kotor oleh tanah, Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT rela merogoh kocek pribadi untuk membersihkannya. Tak tanggung-tanggung, uang sebesar Rp500 ribu, berupa 10 lembar pecahan Rp50 ribu langsung dikeluarkan orang nomor satu di Metropolis itu, dari saku kanan celana trainingnya.
“Siapa bisa bersihkan, saya kasih Rp500 ribu,” ujar Wako Eddy di sela-sela kegiatan meninjau pelaksanaan SEA Games XXVI di sejumlah venues di kawasan Jakabaring, kemarin.
Uang tersebut lantas diberikan Eddy kepada lurah 15 Ulu, A Halim Machmud, yang kemudian mencari orang yang sanggup melakukan pekerjaan tersebut. Tak hanya tower yang kotor oleh tanah, Wako Eddy juga mendapati saluran drainase di stadion atletik dipenuhi sampah baik kotak makanan, cangkir dan botol plastik minuman.
Kebersihan tribun penonton pun tidak terjaga dengan baik. Selain tempat duduk dari beton yang kotor oleh pasir dan tanah, juga banyak sampah berhamburan. Seperti tidak pernah disapu beberapa hari.
Masalah sampah juga ditemukan Wako saat meninjau pelaksanaan kegiatan di sekitar kawasan Dekranasda. Sampah sisa tempat makan dan minum, tampak berserakan di sejumlah titik sekitar lokasi gedung Sriwijaya Promotion Center (SPC).
Wako Eddy sangat menyayangkan hal tersebut. Seharusnya, kata Eddy, kebersihan kawasan Jakabaring Sport City (JSC) dan venues-venues SEA Games tidak hanya dijaga ketika menjelang dan saat Opening Ceremony.
“Justru seharusnya saat pelaksanaan (kegiatan SEA Games, red) juga,” ungkap Eddy. Pasalnya, kebersihan lokasi akan menjadi sorotan dan perhatian para tamu, official dan atlet peserta SEA Games.
Namun, jelasnya, secara keseluruhan pelaksanaan SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berlangsung sukses dan lancar. ”Lalu lintas lancar, tertib dan aman. Begitu juga kebersihan sudah baik, walau pun belum perfect (sempurna, red),” terangnya.
Kalau pun sempat didapati venues atletik yang kotor, itu terjadi karena miss understanding (kesalahpahaman) petugas kebersihan yang mengira mereka hanya bertugas membersihkan luar venues atletik, karena khawatir dikira mau menonton.
”Padahal mereka (petugas kebersihan, red) juga bisa masuk ke venues untuk membersihkan. Tapi tadi sudah dijelaskan, mereka mau. Jadi tidak ada masalah,” cetus Eddy.
Namun, jika dibutuhkan panitia, pihaknya siap menerjunkan petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang untuk membantu menjaga kebersihan JSC dan sejumlah venues.
Guna memastikan pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang berjalan sukses, lancar, aman dan bersih, Ia setiap hari akan mengawasi dan mengecek ke lapangan selama even olahraga tingkat internasional tersebut berlangsung.
”Ini memang sudah menjadi tugas walikota,” terangnya. Meski begitu, Ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat termasuk pedagang untuk turut mendukung usaha pemerintah dan panitia untuk menyukseskan pelaksanaan SEA Games.
”Kalau dagang harus tertib, buang sampah juga jangan sembarangan, masukkan dalam kantong platik, nanti diangkut jadi lingkungan sekitar bersih. Dan memang kalau mau bersih, harusnya benar-benar bersih, jangan ada satu pun kertas (di jalan, red),” tukasnya.
Ditempat yang sama, Lurah 15 Ulu A Halim Machmud mengatakan, usai mendapatkan perintah dari Wako, Ia langsung mencari orang yang bisa memanjat dan membersihkan tower lampu di venues atletik.
Namun, karena tower yang terlalu tinggi, dua kelompok, masing-masing terdiri dari tiga petugas kebersihan tidak sanggup melakukan pekerjaan tersebut. ”Saat hendak naik mereka gemetaran. Tapi tadi sudah ada tiga orang yang sanggung membersihkannya,” terang Halim.
Sementara itu, Penanggung Jawab Venues atletik Suhaily Syam mengaku jika tribun penonton rutin dibersihkan dengan cara disapu dan disemprot dengan air tiga kali sehari. Hanya saja, usai pertandingan lokasi kembali kotor oleh sampah yang dibuang penonton. ”Jadi memang kesadaran warga masih sangat kurang,” cetusnya.
Dikatakan, memang pada awalnya lokasi sempat tidak dibersihkan. Itu karena volunteer (relawan) kebersihan tidak menjalankan tugasnya, malah asyik menonton. ”Maka itu akhirnya kita datangkan sebelas petugas (kebersihan, red) kita (dari BPN Sumsel, red), sedangkan volunteer petugas kebersihan tidak kita pakai lagi,” tukasnya.
Sekedar informasi, Wako Eddy kemarin juga sempat memberikan dukungan langsung kepada atlet Indonesia yang berlaga di sejumlah Cabor seperti Biliar dan Sepak Takraw. Wako juga menyempatkan diri menemui Mantan Wapres Jusuf Kalla yang tengah menikmati makan siang bareng Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Dinning Center, serta mengunjungi sejumlah venues lainnya. (mg13)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Selasa, 15 November 2011








Komentar: