SBY Tiba di Palembang
10 November 2011 Leave a comment

Presiden SBY (kedua dari kiri) mendapat penjelasan dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (kiri).
PALEMBANG — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan tiba di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/11).
SBY langsung menerima laporan terakhir persiapan SEA Games XXVI dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Demonstran Anti SBY Dibubarkan Paksa

Sejumlah anggota Polresta Palembang membawa paksa sejumlah mahasiswa dari Aliansi Kammi Sumsel dan BEM Sumsel yang tergabung dalam Ultimatum AMPERA II yang melakukan aksi demo di Taman Bank Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, samping bawah Fly over Simpang Polda, Kamis (10/11). SRIPOKU.COM/ZAINI
PALEMBANG — Aktivis mahasiswa dari Aliansi KAMMI dan BEM Sumsel yang melakukan unjukrasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Palembang, Kamis (10/11), di taman fly over Simpang Polda Sumsel, dibubarkan polisi.
Para mahasiswa satu per satu diangkut paksa ke dalam truk dan diangkut menggunakan bus samapta.
Spanduk yang bertuliskan SBY dilarang melintas di atas Jembatan Ampera dirampas oleh anggota kepolisian.
Waktu 15 menit yang diberikan untuk orasi tak sampai, akhirnya aparat kepolisian dengan paksa mengangkut mereka. Suasana ricuh dan tarik menarik sempat terjadi antara polisi dan mahasiswa.
Kedatangan SBY yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, dimanfaatkan oleh pulah mahasiswa untuk mengungkapkan
rasa kekecewaan terhadap pemerintah.
Menurut koordinator aksi, Ayat Wijaya, kesempatan itu adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan beberapa kegagalan pemerintahan SBY.
“Ada tiga poin yang akan saya sampaikan. Pertama kasus skandal Century. Uang Rp 6,7 terliun menghilang entah ke mana serta kasus pejabat yang bersalah menghilang begitu saja,” katanya.
Selanjutnya tentang penambangan emas oleh PT Freeport yang tidak bisa memberikan dampak kesejahtraan bagi masyarakat Papua.
Ketiga mengenai kasus korupsi yang merajarela di negara Indonesia tercinta ini.
“Selain itu juga kami sangat menolak kedatangan SBY dan mengultimatumnya untuk segera mundur,” tambahnya.
Penulis : Tomy
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post – Kamis, 10 November 2011 21:29 WIB








Komentar: