Pengamanan JSC Diperketat
10 November 2011 Leave a comment

PADAT : Ratusan official dan atlet negara-negara peserta SEA Games XXVI memadati tenda untuk melakukan registrasi ke panitia Inasoc di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Kemarin.
PALEMBANG — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini (10/11) bakal mengikuti seluruh prosesi geladi bersih opening-closing ceremony SEA Games XXVI Indonesia 2011 di Jakabaring Sport Centre (JSC). Pengamanan tamu VVIP itu dipastikan superketat.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol Dikdik Mulyana, mengatakan, sekitar 5.000 petugas gabungan, Polri dan TNI akan dikerahkan dalam pengamanan. Bahkan, kemarin (10/11), terlihat Dikdik bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI S Widjonarko, turun langsung saat geladi resik.
Baik Kapolda maupun Pangdam melakukan pemeriksaan di beberapa venue pertandingan, seperti lokasi pertandingan menembak dan atletik. Para petugas bersenjata terlihat melakukan penjagaan di beberapa titik.
Tak hanya itu, kendaraan taktis pun akan diterjunkan di sekitar arena JSC. Menurut Dikdik, pengamanan mulai dilakukan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Karena itu, jalan utama menuju areal JSC akan dilakukan penutupan untuk sementara waktu. Namun, menurutnya, akses jalan tidak ditutup total. “Sifatnya situasional saja,” katanya.
Sebelumnya, Pangdam II/Swj, Mayjen TNI S Widjonarko, mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan personel dan peralatan pendukung yang ada. Di antaranya, menurunkan pasukan pengamanan VVIP, menyebar sniper (penembak jitu), kendaraan perintis (rantis) dan pendukung lainnya.
Sasaran pengamanan sendiri sudah diplot. Utamanya di kawasan venues Kampus POM IX dan JSC sudah disiapkan. “Presiden menginap di Griya Agung. Karenanya, pengamanan di sana juga diperketat,” kata Pagdam lagi.
Sekda Sumsel H Yusri Effendi Ibrahim mengatakan, Presiden SBY akan datang dan tiba di Palembang 10 November mendatang jelang sore hari. Dari bandara langsung meresmikan nama kompleks JSC. “Setelahnya ke Griya dan menginap. Besoknya, malam hadir pada pembukaan SEA Games lalu menginap lagi. Barulah 12 November kembali ke Jakarta. Jadi menginapnya dua malam,” tukasnya.
Sementara itu, persiapan opening-closing SEA Games XXVI sejauh ini hampir mencapai 100 persen. Panggung acara, kaldron, kembang api dan layar LED sudah siap diuji coba.
Helmi Yahya, pimpinan PT Emporium, event organizer (EO) opening-closing mengatakan, selain Presiden SBY seluruh pengisi acara pembukaan bakal hadir. Di antaranya tiga diva Asia Tenggara, Agnes Monica (Indonesia), KC Jacklyn Victor (Filipina), dan Jaclyn Victor. Kemudian Judika Idol, Joy Tobing serta mantan-mantan atlet yang ikut terlibat pada pembukaan. “Ya, semua aktris pendukung tentu datang. Bahkan sebagian besar dari mereka sudah ikut ambil bagian pada latihan sore ini, (kemarin, red),” tambah dia.
Dikatakan presenter terkemuka itu, persiapan tari sudah optimal. Terlebih pihaknya telah menggelar latihan secara intensif di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sejak 2 November lalu. “Sebelumnya masing-masing tim penari dibekali dengan latihan bersama tim masing-masing. Kalau penari dari 3.000 kepala, sebagian besar pelajar lokal Sumsel.
Memang ada beberapa penari profesional dari Jakarta dan anggota TNI Kodam II Sriwijaya untuk tari kolosal,” tambah pria berkaca mata ini.
Tarian yang bakal disuguhkan pada opening masing-masing Sriwijaya-The Golden Peninsula (Alex Hassim), Merajut Nusantara (Dedi Puja),
Musi-The Heart of The City (Hartati) dan Meraih Impian (Hartati). Di samping, ada Dhenni Malik Dancer pada acara pre show.
Bagaimana komentar Gubernur Sumatera Selatan, Ir Alex Noerdin, terkait kesiapan Sumsel? “Kita hendaknya bisa berbangga dengan memiliki Jakabaring sebagai kompleks olahraga termegah dan terlengkap di Asia,” kata Gubernur saat media gathering di Jakabaring Sport City, kemarin (9/11).
Katanya, sejak resmi ditunjuk menjadi tuan rumah lewat keputusan sidang kabinet Juli 2010 lalu, Sumsel mulai berbenah diri. “Apalagi setelah keluar keppres (keputusan presiden, red), kita kerja habis-habisan. Nyatanya, kurang dari setahun kita mampu menyelesaikannya,” ujarnya di depan para wartawan.
Lahan dengan luas 325 hektare yang dulunya berupa rawa-rawa kini menjadi kompleks olahraga berstandar dunia. Namun di balik kemegahan itu, kata Alex, ada banyak cerita suka dan duka. “Saat menanam pohon setinggi empat meter, waktu itu kemarau panjang. Biar pohon itu tumbuh disiram dengan minuman berenergi dua kali seminggu. Ini true story,” ceritanya.
Begitu juga saat rumput-rumput yang mengering, dibantu dengan mendatangkan hujan buatan. Sebaliknya, sekarang pihaknya berusaha mengusir hujan dari kompleks Jakabaring.
Pada media gathering kemarin, Alex Noerdin mengajak para wartawan makan siang bersama di dinning hall Kompleks Wisma Atlet.
Selanjutnya, dengan menggunakan bus, rombongan yang terdiri dari puluhan awak media cetak dan elektronik dari lokal maupun nasional diajak Alex meninjau sejumlah venue. Antara lain menembak dan akuatik dimana sejumlah atlet sedang melakukan latihan. Di kolam seberang venue akuatik, rombongan wartawan diajak menebar bibit ikan.
Keramaian juga tampak di kawasan Jakabaring khususnya di kompleks Wisma Atlet karena sebagian besar atlet telah tiba di Palembang. Penjagaan begitu ketat, sehingga selain mereka yang memiliki ID Card, tak ada yang diperbolehkan memasuki kawasan ini. Apalagi di pintu masuk, petugas keamanan telah disiapkan dengan metal detector.
Sementara itu saat dialog live MetroTV pukul 06.00 WIB, kemarin, gubernur sempat berkeluh kesah soal banyaknya pihak yang meragukan SEA Games di Kota Palembang bakal sukses.
“Kita membangun fasilitas olahraga berstandar internasional di lahan rawa-rawa seluas 325 hektare itu tidak sampai satu tahun. Ini pekerjaan besar dan berat karena disamping waktu yang singkat juga menyangkut faktor teknis lainnya,” beber Alex lagi.
Sedangkan untuk akomodasi, menurut Alex, pihaknya telah melakukan perhitungan sebelumnya. Tetapi karena ada tiga hotel yang tidak bisa digunakan maka sebagai penggantinya disiapkan dua kapal dari Pelni, satu kapal dari Artha Graha, dapat satu kapal dari TNi AL.
Sedangkan menanggapi masalah lalu lintas Gubernur Alex Noerdin mengakui kondisi Kota Palembang saat ini sudah mulai macet, tetapi menurutnya apabila meminjam istilah Pak Jusuf Kalla kemacetan suatu kota adalah pertanda kemajuan kota itu. ”Tapi semua sudah diatur.”
Masalah kesehatan dijelaskan Alex tidak ada masalah karena pihaknya telah melakukan kerja sama dengan dua rumah sakit besar dan dibantu beberapa rumah sakit lainnya. Sedangkan bantuan dari Kementerian Kesehatan adalah berupa mobil ambulans serta bantuan lainnya, karena menurutnya ini adalah kerja bersama untuk membela nama bangsa dan negara RI,” tandasnya, (mg42/X15/tambah/ce1)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Kamis, 10 November 2011








Komentar: