Rekayasa Lalu Lintas Berlapis
9 November 2011 Leave a comment
Sepanjang Charitas-Jakabaring, Banyak Pelanggaran.
PALEMBANG — Kesepakatan pengalihan rute angkutan umum, baik buskota maupunn angkot boleh jadi tidak dilaksanakan. Namun, rekayasa lalu lintas pada hari di mana opening SEA Games XXVI tetap dilakukan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Firman Shantyabudi SIK, menegaskan hal ini kemarin.
“Rekayasa lalu lintas tetap harus kita lakukan,” ucapnya. Mendukung itu, jajaran polisi lalu lintas mulai akan mengeliminir kendaraan yang mengarah ke kawasan Ampera. Eliminir ini dimulai dari simpang empat RS RK Charitas.
Lalu turun lagi ke “saringan” berikutnya, kawasan Cinde. Di sana, bisa dilakukan beberapa pengalihan yang dimungkinkan dalam rekayasa lalu lintas. Berikutnya di kawasan Bundaran Air Mancur dan sekitar Masjid Agung. Jika tembus, masih bisa dilakukan pengemeliminiran di kawasa 8 Ulu. Di mana angkutan umum dan kendaraan pribadi dapat diputarkan untuk melalui jalur lain yang mungkin. Baik itu ke arh Plaju maupun Kertapati. “Kalau tidak bisa tersaring, lapis terakhir adalah jalur ke arah Pasar Induk Jakabaring (Jl Pangeran Ratu).”
Firman menambahkan, di samping beberapa upaya itu, yang terpenting adalah dukungan danpengertian masyarakat Palembang sendiri. Saat ini tentu sebagian besar sudah mengetahui padda 11 November akan ada event besar di kawasan Jakabaring. Sudah diketahui pula ada pembatasan kendaraan yang akan menuju ke sana.
“Masyarakat diharapkan bisa mengatur waktu. Sebelum pukul 14.00 WIB sudah tidak lewat lagi di sekitar Ampera. kita bukan mau menyusahkan, tapi mohon sama-sama mengrti,” katanya.
“Mulai hari ini (kemarin) saja, sudah mulai berdatangan tamu-tamu VVIP. Belum lagi akan dilakukan gladi resik yang pasti akan berdampak bagi lalu lintas kendaraan ,” tambah Firman lagi.
Menurut dia, dengan pengertian dan partisipasi masyarakat, tindakan rekayasa lalu lintas maupuun ppengalihan rute akan berjalan lebih mudah. Khusus untuk mengurangi kemacetan, dari Dishub telah dilakukan pengosongan kantonng-kantong parkir sepanjang Jl Jendral Sudirman.
“Jalan kita yang tiga lajur akan sempit kalau ada parkir,” tukasnya. Untuk itu yang diterapkan adalah manajemen kapasitas jalan.
Masyarakat pemilik kendaraan, para pemilik toko dan usaha yang ada di sepanjang ruas dari Bandara SMB II hingga Jakabaring diminta membantu kelancaran ini. Pada hari H SEA Games, sejumlah kendaraan VVIP akan menjadi prioritas. Termasuk juga ambulance dan mobil pemadam kebakaran.
Pada saat yang mungkin hampir bersamaan, ada sekitar 30 ribu orang yang akan bergerak ke Jakabaring. Diperlukan pengaturan khusus yang melibatkan pihak terkait. “Pengalihan rute merupakan tindakan untuk mengurangi kemacetan saja. Tapi yang lebih efektif jika masyarakat sadar dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” pungkas Firman.
Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Fachruddin Jaya SIK menambahkan, jelang opening SEA Games, jajarannya akan fokus ‘memainkan’ rekayasa lalu lintas di kawasan Jembatan Ampera dan sekitarnya. “Pengalihan rute hari ini (kemarin) tampaknya tidak efektif. Sehingga kita mainkan saja sesuai kondisi lapangan. Sedapat mungkin tidak ada masyarakat yang dirugikan,” tukasnya.
Banyak Pelanggaran
Sementara itu, kemarin, jjajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang memasang rambu lalu lintas sejak pagi. Ketika pemasangan, banyak kendaraan yang akan parkir terpaksa mengurungkan niatnya.
Meskipun begitu, tatkala petugas tidak di tempat, banyak kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Khususnya kawasan Simpang Charitas-Bundaran Air Mancur (BAM). Bahkan siang harinya jumlah kendaraan yang parkir semakin banyak.
Petugas Dishub yang melintas pun, terpaksa mengunci ban pengendara mobil tersebut, karena pelanggaran yang dilakukan. “Fokus kita masih di sepanjang Bundaran Air Mancur (BAM)-Simpang Charitas. Sedangkan Simpang Polda-SMB II tak ada bahu jalan untuk memarkirkann kendaraan, jadi tidak terlalu difokuskan. Termasuk di kawasan Jakabaring,” ujar Kadishub Palembang H Masripin HM Thoyib melalui Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional (Wasdalpos) Pathi Riduan SE ATD, MM.
Menurut Pathi, jumlah personil yang terjun ke lapangan sebanyak 35 orang. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok menggunakan 3 unit mobil patroli dan kendaraan roda dua. Pembagian kerjanya, dilakukan dua shift, pagi-siang dan siang-sore. “Malam hari belum, mungkin besok (hari ini, red) baru akan dibagi shift lagi.
Namun diakuinya, secara pasti pemberlakuan tersebut baru akan dilakukan hari ini atau saat event internasional se-Asia Tenggara tersebut berlangsung 11 November mendatang. “Sekarang, belum ada penindakan. Kita masih pembinaan persuasif dulu dengan memberikan teguran dan penguncian roda ban kendaraan. Nanti, baru dikenai sanksi denda sesuai aturan,” jelas Pathi seraya mengatakan denda pelanggaran tersebut mencapai Rp 100 ribu.
Dalam surat edaran Wali Kota untuk pelaksanaannya, tak ada jam trtentu larangan parkir di kawasan tersebut. Yang diatur, haanya tanggal pelaksanaan mulai 8-23 November. Sepanjang Simpang RS RK Charitas-BAM, jumlah rambu larangan parkir yang dipasang mencapai 40 unit yang sifatnya portable dan 16 sudah permanen.
Wakil Walikota Palembang, Romi Herton mengungkapkan, semua kebijakan yang dilakukan Pemkot Palembang ini muaranya untuk kepentingan bangsa an negara. “Jadi, harus ada pengorbanan yang dilakukan demi kepentingan banngsa dan negara. Ini ‘kan salah satu opsi mengantisipasi kemacetan saat SEA Games nanti,” bebernya.
Terpisah, Dishub Palembang juga membagi life jacket kepada 20 perahu (ketek, red) yang akan beroperasional saat SEA Games. Masing-masing ketek, menerima 3 life jacket yang dibagikan cuma-cuma. “Ini sebagai pancingan supaya ke depannya mereka bisa beli tambahan kekurangan,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut dan ASDP Dishub Palembang, Said Albar. (46/mg44/mg49/ce3)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Rabu, 9 November 2011








Komentar: