Elegan, Etnik Kontemporer


http://lemabang.files.wordpress.com/2011/11/methe-9nov2011.jpg?w=630
KARNAVAL SEA GAMES : Talen Jember Fashion Carnaval (JFC) dengan kostum etnik yang unik dan kontemporer memeriahkan parade karnaval bendera SEA Games XXVI. Karnaval mengambil start dan finish di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin.

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/10/logo_25.gif?w=630 PALEMBANG < Sekitar 200 orang memeriahkan parade bendera SEA Games XXVI. Parade ini bertambah meriah dengan keikutsertaan karnaval busana etnik kontemporer dari Jember Fashion Carnaval (JFC).

Parade karnaval itu, start dari plaza Benteng Kuto Besak (BKB), melintasi Jl dr AK Gani, lalu ke Jl Merdeka. Kemudian belok di samping kantor Wali Kota Palembang dan kembali lagi ke BKB. Dengan atraksi marching band JFC, parade ini memakan waktu sekitar setengah jam dari pukul 15.00 WIB.

Harus diakui, model busana dan pernak-pernik yang ditampilkan tim JFC menyedot perhatian Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Ketua KONI sekaligus Inasoc Sumsel H Muddai Madang dan jajaran KONI serta masyarakat metropolis yang hadir di BKB, kemarin (8/11).

Meskipun mengangkat tema busana etnik dari sebagian besar daerah di Indonesia, namun desain kontemporernya membuat antara busana yang satu dengan busana lainnya tidak ada yang sama. Kemiripan ada, tapi corak warna yang dominan cerah serta detail kostum yang ditampilkan tetap saja punya ciri khas masing-masing.

“Pesertanya ada sekitar 200 orang. Konsepnya karnaval, mengiringi parade pembawa bendera 11 negara peserta SEA Games,”ungkap ketua pelaksana Road to SEA Games, Nirmala Dewi didampingi Ling-Ling, koordionator Excotica, event organizer (EO) pelaksana acara.

Dikatakannya, parade karnaval ini menampilkan busana-busana khas masing-masing negara peserta. Tapi sifatnya kontemporer etnik dan lebih modern. ”Acara ini untuk menggaungkan sekaligus mempromosikan SEA Games di Palembang dan keanekaragaman Indonesia,” bebernya.

Sebelum di Palembang, ada roadshow di Jakarta, Bali, dan Surabaya. Bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura. Ditambahkan Ling Ling, parade kostum yang mengangkat tema etnik Indonesia ini memang tergolong masih jarang ditampilkan di Palembang.

Acara ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian penyambutan kontingen negara yang mengikuti SEA Games XXVI Jakarta-Palembang. “Talent untuk parade busana etnik kita datangkan dari luar, mereka sudah sangat berpengalaman untuk hal ini,”ujarnya.

Koran ini sempat membincangi Novi, pelajar kelas I SMA di Jember yang tergabung dalam talent JFC. Ia sudah bergabung dalam tim JFC sekitar dua tahun lalu. “Ini nuansanya etnik. Saya kenakan desain Borneo. Kami dengan jenis kostum ini ada enam orang. Teman-teman lain gunakan kostum daerah lain,” bebernya.

Berat total kostum yang ia kenakan sekitar 3,6 Kg. Kostum itu ia buat sendiri. Rangkanya terbuat dari besi yang tidak terlalu besar, namun kokoh. Warna busananya cerah, merah, putih, hijau, biru dan cukup banyak hitam.

Untuk roknya, Novi menggunakan bakul dari bambu yang dicat dan dipadupadankan dengan kain sehingga terlihat apik dan menarik. Dengan kata lain, desain kostum yang dikenakan mix antara kain, kertas, besi dan kayu. ”Semua saya desain sendiri, tentu saja disesuaikan dengan tema acaranya,”imbuhnya.

Sejak masuk dan gabung di JFC, personil JFC yang ikut parade ini diajari menghias diri sendiri. Juga bagaimana membuat kostum. “Kita rombongan ada sekitar 90 orang, termasuk marching band. Hingga sekarang, saya sudah ada dua kostum. Satu lagi desain butterfly untuk konsep natur,” tukas Novi.

Selama dua tahun tergabung di JFC, ia sudah keliling ke beberapa kota besar di Indonesia. Untuk ke Palembang baru kali ini. Menurutnya, suhu Palembang lebih panas dari kotanya, Jember. ”Tapi di sini asyik. Sudah nyicip pempek, katanya belum datang ke Palembang kalau belum makan pempek,”ungkap Novi.

Tiba di Palembang Dua hari lalu, ia dan kawan-kawannya yang sebagian besar pelajar maupun mahasiswa sudah sempat menikmati keindahan Palembang di waktu malam. Mereka sendiri menginap di mess Pertiwi. (46/mg47)

SUMBER : Sumatera Ekspres, Rabu, 9 November 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s