Berkurban, Amal dan Ketakwaan


http://lemabang.files.wordpress.com/2011/11/methe-7nov2011.jpg?w=630
IDUL ADHA NUANSA SEAG : Ribuan ummat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Agung dan kawasan sekitarnya, kemarin. Tampak dua balon mascot SEA GAmes XXVI, Modo Modi melayang tinggi di kiri dan kanan Jembatan Ampera.

PALEMBANG Ribuan umat Islam di seluruh dunia, termasuk kota ini, merayakan hari raya kurban, Idul Adha, kemarin (6/11). Sebelum silaturahmi dengan keluarga, tetangga maupun sesama muslim lain, paginya warga menunaikan shalat Idul Adha di masjid maupun lapangan terbuka.

Seperti di Masjid Agung Palembang, pelaksanaan shalat berlangsung khidmat. Seluruh ruang shalat di dalam masjid tak mampu menampung jemaah. Halaman hingga sejumlah ruas jalan di sekitar Masjid Agung pun dipergunakan untuk shalat.

Jemaah berdatangan sejak pukul 05.30 WIB. Shalat sendiri dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai imam, H Tarmizi Muhaimin SPdI Alhafiz dan khatib Al Habib Idrus Rofiq Muhammad Shahab.

Para pejabat yang salat di Masjid Agung di antaranya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH bersama istri Hj Eliza Alex, Wawako Palembang H Romi Herton dan istri serta unsur muspida Sumsel dan Kota Palembang. Tampak Sekda Sumsel H Yusri Effendi, Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Najib Haitami MM, Ketua MUI Sumsel Drs H Sodikun MSi dan lainnya.

Khatib Al Habib Idrus Rofiq Muhammad Shahab mengatakan, salat Iduladha dan berkurban merupakan syariat Islam yang agung. Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS telah mengajarkan bagaimana kecintaan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Serta kepedulian kepada sesama muslim.

Melalui berkurban, Allah SWT telah memberikan pilihan yang berat. Antara ketakwaan terhadap perintah Allah dan anaknya. Tapi Nabi Ibrahim dengan ikhlas menyembelih putranya. Berkurban membuktikan kecintaan kepada Allah. “Apa yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail hendaknya dapat menjadi contoh bagi umat Islam saat ini.”

Ditambahkan Al Habib Idrus, dengan berkurban berarti umat Islam yang mampu telah membantu dan saling berbagi dengan saudara sesama muslim yang kehidupannya kurang mampu. “Apa yang dikurbankan akan menjadi amal serta memperberat timbangan pahala muslim bersangkutan,” ucapnya.

Hikmah dari Iduladha, khususnya bagi yang berhaji tahun ini menunjukkan bahwa di mata Allah SWT manusia tidak ada yang berbeda. Di tanah suci, semua berbalut ihrom, tidak lagi mengenal siapa pejabat dan siapa rakyat biasa. Yang dinilai hanyalah amal dan ketakwaan kepada Allah semata.

Khatib mengajak umat Islam kembali memakmurkan masjid, membentengi diri dengan nilai-nilai Islam, mempererat ukhuwah Islamiah agar Sumsel aman sentosa dan sejahtera.

Wawako Palembang H Romi Herton dalam sambutannya mengatakan, Idul Adha merupakan hari raya haji atau hari raya kurban. Hikmahnya ialah ketakwaan kepada Allah SWT, haruslah melebihi segalanya. ”Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail melahirkan keteladanan kepada kita semua,” ucap Romi.

Saat ini, kata Romi, jemaah haji asal Palembang yang berjumlah 3.000 orang lebih sedang berada di Tanah Suci. “Kita berharap dan berdoa mudah-mudahan mereka diberi kelancaran, kesehatan serta pulang menjadi haji yang mabrur,” ajaknya.

Ia juga mengajak semua warga Palembang untuk bersama-sama menyukseskan SEA Games XXVI. Mulai dari berlaku baik, tertib dan menjaga keamanan bersama. ”Jaga nama baik Palembang dan kita harus menjadi tuan rumah yang baik,” imbuh Wawako.

Sementara, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, menyembelih hewan kurban dalam perayaan Idul Adha merupakan lambang kepatuhan umat Islam kepada Allah. ”Ada pelajaran yang dapat dipetik, kesediaan berkurban hanya berharap ridha Allah,” katanya.

Semangat berkurban diperlukan untuk bangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana umat Islam haruslah menjadi pelopor. Syariat Islam harus menjadi referensi dalam membangun negara ini kedepannya. “Alhamdulillah, masyarakat Sumsel mampu menjaga kerukunan intern umat beragama, antara umat beragama dan dengan pemerintah. Setidaknya, ini akan mendukung sukses pelaksanaan SEA Games yang tinggal lima hari lagi,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf SH MM bersama istri Hj Suzanna Eddy melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Taqwa Jl Ki Ronggo Wirosantiko. Di sana, imam dan khatib shalat Ied yakni Prof Dr H Fahrurrozi Syarkowi MSc.

Lazimnya Lebaran, biasanya Gubernur menggelar open house sehabis melaksanakan shalat Ied. Namun, untuk Iduladha ini, open house ditiadakan. “Karena Griya Agung steril jelang kunjungan Presiden, maka open house terpaksa tidak digelar,” ungkap Plt Kabag Humas, Drs Iskandar Zulkarnain. (46)

SUMBER : Sumatera Ekspres, Senin, 7 November 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s