Salat Tasbih-Sujud Syukur Bersama


http://lemabang.files.wordpress.com/2011/11/met1-5nov2011.jpg?w=630 PALEMBANG Ratusan jemaah dari sekitar 10 majelis taklim se-kota Palembang menggelar shalat tasbih dan sujud syukur bersama di Masjid Raya Sekip Ujung, kemarin (3/11). Hadir Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie dan istri, mantan ketua DPRD Sumsel Drs H Zamzami Achmad, dan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin II.

Juga beberapa pengurus Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya (YWSM) lainnya. Seperti Sekum YWSM, DR H Marwah M Diah SH MPA, Ketua panitia pengumpulan dana, Kol TNI Purn H Mawardi Djakpar dan lainnya. Shalat tasbih dan sujud syukur digelar dalam rangka mendoakan SEA Games XXVI agar terlaksana nantinya dengan sukses dan lancar.

Sekaligus mensosialisasikan serta mendoakan agar upaya mambangun Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring yang membutuhkan dana Rp 1,040 triliun bisa segera terwujud. Ketua YWSM, Drs H Zamzami Achmad menjelaskan, ada dua agenda besar Sumsel. ”Dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan SEA Games. Setelahnya, kita akan mewujudkan Masjid Sriwijaya,” ucapnya.

Dikatakannya, pemprov Sumsel melalui Gubernur telah membantu lahan seluas 18 hektar untuk Masjid Sriwijaya. ”Secara pribadi, pak Gubernur telah pula menyumbang Rp1 miliar. Tapi biaya yang dibutuhkan untuk bangun masjid ini tidak bisa ditanggung pak Gubernur atau kami para pengurus yayasan. Makanya butuh bantuan dan dukungan dari semua masyarakat Sumsel,” imbuh Zamzami.

Menurutnya, dibawah YWSM yang dipimpinnya, ada dua badan otonom. Satu yang bergerak di bidang pembangunan Masjid Sriwijaya. Satu lagi bergerak untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan. ”Minggu lalu, saya sudah ditelepon dari PTBA. Katanya mereka akan bantu Rp30 miliar dalam tiga tahun. Sebelumnya, sudah ada bantuan BTN Rp25 juta cash,” beber Zamzami lagi.

Ia berharap, dari 680 anggota majelis taklim di kota Palembang yang hadir kemarin maupun masyarakat Sumsel lain bisa membantu juga dalam mewujudkan Masjid Sriwijaya. Pasalnya, melalui masjid ini akan diwujudkan Sumsel sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara.

Pencetus sekaligus Ketua Dewan Pembina YWSM, Prof Jimly Asshiddiqie menyatakan, sukses SEA Games XXVI akan sangat penting dan berpengaruh bagi Sumsel, Indonesia dan masyarakat. Ia meyakini, jika even olahraga Asia Tenggara ini sukses, maka akan melahirkan momentum untuk Sumsel makin maju ke depannya.

”Baik dari sisi pembangunan fisik, ekonomi, politik hingga hubungan internasional,” cetusnya. Namun, pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan rohani/spiritual. Makanya, lahirlah gagasan untuk membangun pusat peradaban Islam Asia Tenggara di Sumsel. Caranya, membangun Masjid Sriwijaya yang diharapkan menjadi masjid terbesar dan tercantik di Indonesia.

”Kita sudah lapor pak Presiden. Tapi tampaknya rencana peletakkan batu pertama pembangunan masjid ini, 11 November nanti harus ditunda. Kita selesaikan dulu SEA Games,” kata Jimly. Saat ini, Indonesia hampir memiliki 1 juta masjid. Penduduk Indonesia yang 87 persennya Islam menjadikan NKRI sebagai negara muslim terbesar di dunia.

Di Palembang, dengan sekitar 1,4 juta jiwa penduduk ada sekitar 700 masjid. ”Artinya, setiap masjid diisi sekitar 2.000 jemaah. Ini berarti kita kekurangan masjid,” ucapnya. Hanya saja, masjid di Indonesia ukurannya kecil-kecil. Sedangkan provinsi lain mulai membangun masjid besar/raya dengan daya tampung yang banyak. Untuk itulah, Sumsel juga berusaha mewujudkan satu masjid yang dinamakan Masjid Sriwijaya.

Tujuannya tak lain untuk mengembalikan masa kejayaan Sriwijaya. Jimly berterima kasih dari pengurus majelis taklim dan pondok pesantren (ponpes) di Sumsel sudah membentuk 100 sukarelawan untuk melakukan sosialisasi dan pengumpulan sumbangan sukarela di Palembang. ”Dana sumbanganyang masuk akan terpusat pada satu rekening. Hanya keluar untuk pembangunan masjid, tidak untuk panitia dan lainnya,”tegasnya.
Ia berharap di kabupaten/kota bisa juga membentuk kelompok-kelompok sukarelawan seperti ini. Usaha pembangunan Masjid Sriwijaya ini diharapkan pula jadi usaha untuk mempersatukan semua warga Sumsel. ”Selama ini, orang Sumsel terkenal karena tidak bisa bersatu. Ini kita buktikan itu bisa dilakukan,” imbuhnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sebelumnya mengatakan, SEA Games hanya sasaran antara. Tujuan sebenarnya pemerintah memperebutkan ini tak lain untuk menarik investasi masuk ke Sumsel. ”Ada 269 ribu pengangguran. Dengan investasi masuk, terbuka lapangan pekerjaan dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” tuturnya.

Pemprov Sumsel mendukung pembangunan Masjid Sriwijaya ini. Di Jakabaring disiapkan lahan seluas 35 hektar. Selain 18 hektar untuk masjid, sisanya akan dibangun Islamic Center dan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. ”Ini kerja besar kita ke depan,” tukasnya.

Sumsel saat ini bersaing dengan 10 provinsi di Sumatera untuk mendirikan institut teknologi Sumatera. Pasalnya, pemerintah pusat bermaksud menambah dua institut teknologi lagi selain ITB di Bandung dan ITS di Surabaya. Yakni di Sumatera dan Kalimantan. “Saat ini, kita tinggal bersaing dengan dua provinsi lagi. Kita sudah siapkan 3.000 hektar di pinggir akses jalan tol. DED dan FS mulai 2012. Kalau bisa mulai fisik 2013, maka 2014 bisa mulai terima mahasiswa, maka kita akan punya institute teknologi. Mohon doa dari semuanya,”pungkas Alex. (46)

SUMBER : Sumatera Ekspres, Sabtu, 5 November 2011

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s