Andi: Bumi Sriwijaya Siap
27 October 2011 1 Comment

OPTIMIS : Menpora Andi Mallarangeng didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Panitia Akomodasi dan perlengkapan SEA Games XXVI Augie Bunyamin saat meninjau beberapa venue untuk pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara mendatang.
Kini Fokus Prestasi Atlet
PALEMBANG — Waktu pelaksanaan SEA Games (SEAG) XXVI kian mepet, 15 hari lagi. Sayang, proses pembangunan beberapa venue di Palembang ada yang belum kelar. Di antaranya menembak, aquatic (renang, renang indah, loncat indah, dan fin swimming), softball, baseball, sepattu roda, voli pantai ski air, tinju, sepak takraw dan panjat tebing.
Meski demikian Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Andi Alfian Mallarangeng, menila Bumi Sriwijaya siap. Alasannya secara fisik pembangunan beberapa tempat pertandingan tersebut sudah rampung. “Semua venues sudah selesai, tinggal penyempurnaannya saja,” katanya usai menghadiri launching perangko SEAG di Dinninng Room Wisma Atlet (Gedung Serbaguna) Jakabaring kemarin, (26/10).
“Luar biasa, padahal dua minggu lalu ketika saya ke sini Dinning Room Wisma Atlet masih belum ada atap dan kini sudah hampir 100 persen. Lebih hebat lagi gedung didesain secara eco-blinnds, meski tanpa menggunakan penerang, dalam ruangan tetap terang kala siang hari, jadi bisa hemat energi juga,” tambah pria berkumis tebal itu.
Menurut Andi, yang mantan juru bicara (jumbir) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, secara garis besar pembangunan venue tahap penyempurnaan. “Kalau venue menembak tunggu pemasangan electronic scoring board, jika di panjat tebing menyisakan panel dan track. Lalu untuk aquatic dan atletik tinggal scoring board,” tambah dia.
Menpora mengaku, kini bisa lebih fokus mempersiapkan atlet serta opening-closing ceremony. Mengingat pihaknya menargetkan juara umum pada kegiatan yang bakal dilakksanakan di Jakarta dan Palembang 11-22 November mendatang. “Kalau bisa juara umum di Palembang dan Jakarta,” jelasnya dia.
“Untuk opening-closing nanti kami akan undang seluruh kepala daerah (gubernur) se-Indonesia, namun tidak buat bupati/wali kota. Sebab kalau bupati/wali kota semua diundang mungkin akan kesulitan mencarikan tempat tinggal. Nantinya Kompleks Olahraga Jakabaring akan jadi model, harapan kami kepala daerah lain bisa termotivasi dan terinpirasi untuk melakukann hal yang sama dengan Gubernur Sumsel,” pungkas dia.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, mengaku, pihaknya optimis pengerjaan venues bisa selesai sesuai rencana, meskipun beberapa pihak sempat menyangsikan. “Deadline pengerjaan venues 30 Oktober nanti. Namun, kami rasa beberapa venues bisa kelar 100 persen sebelum batas waktu berakhir meskipun di atas 30 Oktober nanti kemunngkinan tinggal hal-hal kecil saja,” timpal dia.
“Yang jelas Sumsel Siap. Kalau dibilang tidak siap mana yang tidak siap, semua venue sudahselesai dikerjakan tinggal pembersihan saja,” tambah Ale.
Ketua Inasoc Sumsel, H Muddai Madang, menambahkan pihaknya telah mempersiapkan pesta pembukaan dan penutupan dengan spektakuler. Pengerjaan panggung dan caldron tiang obor raksasa SEA Games telah dikerjakan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring.
Sementara itu, PT Pos Indonesia ikut berpartisipasi dalam menyukseskan SEA Games XXVI Indonesia 2011. Mereka banntu promosi dan sosialisasi dengan menerbitkan perangko berseri khusus SEA Games. Peluncuran dan penandatanganan sampul hari pertama dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
Dikatakan Kepala Regional III PT Pos Sumsel, Agus F Handayo, pihaknya telah mencetak 300 ribu set dengan enam desain dan setiap set berisikan 24 lembar dengan harga Rp 2.500 per lembar. Hari pertama sudah diterbitkan perangko dengan gambar Monas dan Ampera, masing-masing seri dicetak 4.000 set.
“Launching perangko digelar dalam rangka memeriahkan 265 Tahun Pos Indonesia Satukan Nusantara 1746-2011 serta ikut serta dalam mendukung pelaksanaan SEAG 2011,” kata Agus (panggilan akrabnya) saat memberikan sambutan. “Masa berlaku pperangko ini tanggal 18 Oktober 2011 hingga 31 Desember 2016,” ungkapnya.
Pengurus Mes Pertiwi Dipolisikan
Merasa dicabuli dan dipperlakukan tidak senonoh, seorang penari berinisial Yu (17) melaporkan seorang pengurus Mes Pertiwi pada polisi. Yu yang merupakan penari pada acara pembukaan SEA Games XXVI, mengaku dicabuli di dalam salah satu kamar di Mes Pertiwi, Jl Bay Salim, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, Senin (24/10) sekitar pukul 12.28 WIB.
Terkuaknya kasus itu setelah warga Jl Thalib Wali, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Terpadu Polresta Palembang. Didampingi oleh guru pendampingnya, Asnawi Effendi (46), Yu melaporkan seorang pengurus Mes Pertiwi berinisial Ay (49). Pengaduan korban tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B-2735/X/2011/Sumsel/Resta.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono, melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SH SIk, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus yang menimpa korban tersebut. “Korban telah melaporkan kasusnya itu, juga telah dimintai keterangan guna penyelidikan kasusnya lebih lanjut,” kata Frido. (mg19/mg51/mg42)
SUMBER : Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Oktober 2011








pokoknya INDONESIA harus siap, juga tidak memalukan..terutama masalah anarkisme suporter…thanks