Tinggal Finishing
20 October 2011 Leave a comment

PALEMBANG — Sekali lagi, Ketua Indonesia South East Asian Games Organizing Committee (Inasoc) Rita Subowo pastikan tidak akan ada pemindahan cabang olahraga (dari Palembang ke Jakarta atau sebaliknya). Tidak terkecuali dengan menembak, panjat tebing dan renang. Meskipun pengerjaan tiga venue tersebut belum rampung.
“Tidak ada problem lagi. Proses pengerjaan venue menembak, renang dan panjat tebing tengah memasuki tahap finishing. Mudah-mudahan saja semua bisa beres dan clear sebelum 28 Okotober nanti,” katanya usai tinjau beberapa venues di Jakabaring Sport City (JSC) kemarin (18/10).
Dalam kunjungannya wanita juga jabat ketua KONI Pusat tersebut singahi Lapangan Tembak JSC, Aquatic Stadium JSC serta Sriwijaya Promotion Center, Kompleks Deskranasda Jakabaring (venue sepak takraw). Sebelumnya bersama rombongan dia sempat mampir di sekretariat KONI Sumsel di Jalan Jenderal Sudirman.
“Luar biasa. Sangat luar biasa. Rumput sekeliling Jakabaring mulai menghijau, pepohonan bersemi jalan-jalan sebagian besar sudah diaspal dan hampir selesai. Di sini (lapangan tembak, red) begitu eksotik bisa saksikan panorama danau buatan dengan pemandangan indah,” tambah dia.
Kebetulan di waktu sama Rita diwawancarai langsung Radio Republik Indonesia (RRI). “Saya jelaskan pada pendengar semua di Nusantara (Indonesia) mari kita dukung saudara kita Sumsel dan DKI Jakarta untuk menyukseskan kegiatan SEA Games. Kami juga pastikan bahwa kondisi terakhir garapan tempat pertandingan hampir rampung,” tambah dia.
“Kami juga mengundang bagi saudara-saudari kita semua pada waktu pelaksanaan nanti 11-22 November untuk datang langsung dan memberi support, terutama bagi atlet-atlet daerahnya masing-masing,” tambah dia.
Ditambahkan Alex Noerdin selaku ketua umum Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Provinsi Sumsel, progress pembangunan lapangan tembak sudah mencapai 97 persen. “Sekarang tinggal pemasangan alat (sasaran tembak, elektronic scoring board),” ucap Gubernur Provinsi Sumsel ini.
Bahkan pada lapangan 25 meter sempat diujicobakan dengan beberapa tembakan oleh pengurus Perbakin Pusat. “Itu kalian bisa lihat sendiri hasilnya sudah cukup baik. Setelah pemasangan alat-alat tersebut tinggal bersih-bersih saja,” tambah Alex (sapaan akrabnya).
Pantauan koran ini terjadi progress cukup signifikan pada pembangunan arena tembak tersebut. Juga masih terlihat ratusan pekerja hingga sejumlah alat berat beroperasi di venue yang menelan biaya pengerjaan hingga Rp137 miliar itu. Dalam ruang utama untuk nomor 10 meter, 25 dan 50 meter sudah terlihat tinggal finishing. Fisiknya sudah kokoh, tinggal penunjang pertandingan seperti pemasangan target, pendingin ruangan atau polesan-polesan terakhir di final hall.
“Pemasangan electronic scoring target, hanya membutuhkan beberapa hari saja. Total ada 90 unit, 30 di 10 meter, 30 di 25 meter dan 30 di 50 meter. Semuanya didatangkan langsung dari Swiss, berstandar internasional,” pungkas dia.
Sementara itu Rizal Abdullah, kepala Dinas PU Cipta Karya menjelaskan bahwa alat-alat untuk venue panjat tebing dan aquatic sudah bisa dipasang. “Kalau panjat tebing panelnya kami langsung tempa di Bandung makanya sedikit molor, namun kemarin sudah datang dan bisa langsung dipasang. Proses pemasangan hanya butuh sekitar paling lama satu minggu,” tambah dia. (mg42)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Kamis, 20 Oktober 2011

Comments








Komentar: