Pakai Argo, Sopir Seragam Khusus
20 October 2011 Leave a comment

ARMADA BARU: Letkol Pnb Adam Suharto, Dan Lanud Palembang saat mengecek perlengkapan standar armada baru untuk taxi Prim-kopau saat launching, kemarin.
PALEMBANG – Masuknya taksi Blue Bird ke kota ini, sepertinya menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan taksi lokal, seperti Balido, Kotas, dan Primkopau. Persaingan bisnis taksi menjadi lebih ketat, sehingga penerapan standar operasional taksi, peningkatan pelayanan operator (sopir, red), dan penambahan armada perlu dilakukan.
Setelah Balido, giliran Primkopau menambah dan berencana meremajakan armada taksi. Letkol Pnb Adam Suharto, Dan Lanud Palembang didampingi Lettukal Adriansyah, Ketua Koperasi Primkopau mengatakan pihaknya berencana menambah 20 armada taksi lagi. “Hari ini (kemarin, red) baru nambah 10 armada taksi baru merek Kia Rio sekaligus kami launching,” jelas Adam.
Dengan begitu, kata dia, jumlah armada taksi Primkopau sekarang sebanyak 40 unit. “Izin trayek armada baru hingga 10 tahun ke depan, sementara armada lama akan habis izin trayek hingga 2014. Sepertinya taksi lama juga akan kami remajakan jika sudah habis trayek,” tuturnya. Sisa unit 10 armada lagi akan menyusul.
“Memang idealnya memiliki 50 taksi, makanya ada penambahan 20 unit lagi,” tambahnya. Menurut Adam, pihaknya akan memberlakukan apa yang sudah menjadi standar operasional taksi, misal menjalankan argometer. “Kami maunya image taksi menjadi lebih baik, dan tidak ada lagi masyarakat yang takut naik taksi karena khawatir kemahalan. Ini bentuk peningkatan pelayanan publik dari kami,” kata dia.
Untuk tarif, kata dia, sekali buka pintu Rp3.500 untuk armada lama, dan Rp5.000 armada baru. “Tarif berjalan dihitung Rp2.500 per km,” tegasnya. Selain itu pihaknya akan meningkatan kedisiplinan para operator, agar memberikan pelayanan yang sopan dan menyenangkan kepada para penumpang. Sopan, bertanggung jawab jika ada barang ketinggalan, menggunakan seragam resmi, dan lain sebagainya.
Dijelaskan Adam, masuknya Blue Bird membuat pihaknya tetap yakin Primkopau masih menjadi pilihan.”Lagipula fokus kita mencari penumpang di bandara dan ngetemnya juga di sana. Sementara Blue Bird kan mobile keliling kota. Boleh ke bandara hanya mengantar penumpang,” kata dia. Makanya dia yakin bisnis taksi Primkopau bisa tetap berjalan.
Sulifansyah, sales manager PT Global Mobilindo, main dealer KIA Sumbagsel mengatakan sesuai kontrak Lanud beli taksi Rio sebanyak 20 unit secara kredit. Setiap unit seharga Rp130 juta. “Tapi baru 10 unit, baru kita bisa berikan. Sepuluh unit lagi sedang dalam proses pengecatan di Jakarta. Kami upayakan setelah SEA Games XXVI November nanti sudah didapat Primkopau,” tegasnya.
Dijelaskan Sulifansyah, standar yang mereka terapkan sesuai dengan standar operasional taksi Rio dan taksi lain pada umumnya yang banyak beroperasi di Jakarta. “Yang jelas sudah kita lengkapi dengan argometer,” kata dia. Secara bisnis, KIA baru menggarap dua perusahaan taksi Balido dan Primkopau, tapi target ke depan atau dalam planning Kotas juga bisa menggunakan produk Kia Rio untuk unit taksi. (mg29)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Kamis, 20 Oktober 2011










Komentar: