Armada Kapal 35 Ilir Diperkuat
17 October 2011 Leave a comment
PALEMBANG — Setelah kedatangannya sempat molor beberapa kali, akhirnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Permata Lestari tiba Metropolis. Bersandar tiga hari lalu, kapal yang sebelumnya beroperasi di Pelabuhan Merak itu rencananya melayani rute Tanjung Kalian, Muntok, Kepulauan Bangka Belitung-Palembang.
Dengan datangnya KMP Permata Lestari, total ada 8 kapal beroperasi di rute tersebut. ”Saat ini kapal (Permata Lestari, red) masih dalam tahap pemeriksaan dan uji coba,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, H Masripin HM Thoyib SE MSi melalui Kepala Bidang Hubungan Laut (Hubla) dan Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) H Said Albar SH MM, kemarin.
Didatangkannya kapal lansiran 1995 itu, katanya, tentu akan memperkuat armada kapal yang sudah ada. Apalagi, permintaan jasa angkutan barang dan penumpang di lintasan Palembang-Tanjung Kalian selalu tinggi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, penambahan armada harus diakomodir sedemikian rupa sehingga jumlah pengguna jasa angkutan seimbang dengan armada yang dimiliki. Pendek kata, armada dimiliki harus siap melayani pengguna jasa angkutan kapal.
Dikatakan, meningkatnya jumlah pengguna jasa angkutan kapal diperkirakan terjadi sebagai imbas dari semakin membaiknya perekonomian di kedua wilayah yakni Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel).
Nah, sambung Albar, dengan bertambahnya satu armada kapal tadi diharapkan tidak ada lagi penumpang dan kapal “terlantar”, tidak terangkut sehingga harus menginap di Dermaga 35 Ilir.
Jika harus menginap, tentu para warga dan pengguna jasa penyeberangan menderita kerugian, biaya meningkat dan produk seperti sayur dan buah-buahan yang rusak akibat tertunda diberangkatkan.
KMP Permata Lestari mempunyai spesifikasi panjang 40,45 meter, lebar 13,00 meter, tonase 360 Gross ton (Grt) dengan kapasitas 40 penumpang dan 20 unit kendaraan. Dikatakan, kapal-kapal yang beroperasi di Dermaga 35 Ilir berdaya tampung berbeda-beda.
Tapi, setiap kapal rata-rata berdaya tampung sekitar 16 kendaraan ukuran besar dan kecil. Soal jumlah ideal kapal yang beroperasi, pihaknya tidak bisa memprediksi hal tersebut. Kenapa? Semua tergantung dari permintaan serta melihat situasi jumlah pengguna jasa penyeberangan kapal.
Namun, jelasnya, jika sebelumnya angkutan reguler di Dermaga 35 Ilir yang dioperasionalkan ditanggal genap sebanyak empat orang dan ditanggal ganjil tiga orang, maka dengan datangnya KMP Permata Lestari jumlah kapal yang diberangkatkan menjadi berimbang, setiap hari empat unit. (mg13)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Senin, 17 Oktober 2011










Komentar: