Puluhan Preman Terjaring Razia
15 October 2011 Leave a comment

ANGKUT: Polisi mengangkut preman dan pria tanpa identitas diri, yang terjaring Operasi Sikat Musi dan Antik 2011, kemarin.
PALEMBANG – Masih dalam rangka Operasi Sikat Musi dan Operasi Antik 2011, tim gabungan dari Subdit III Direktorat Reskrim Umum Polda Sumsel dan jajaran Polresta Palembang, Satreskrim, Narkoba serta Intelkam, kembali melakukan razia di Kota Palembang menggelar razia.
Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SH SIk, Kasat Reserse Narkoba Kompol Hans Rahmatulloh Irawan SIk dan Wakasat Intelkam AKP Oloan Purba, awalnya menyambangi kawasan Pasar 16 Ilir dan sekitarnya Tim di back up personel Satuan Brimob Polda Sumsel, menyisir lorong-lorong di pasar 16 Ilir.
Hasilnya, puluhan preman terjaring karena tidak memiliki kartu identitas. Satu diantaranya kedapatan membawa senjata tajam (tajam). Selain itu, polisi juga mengamankan empat orang yang diduga pencopet.
Keempatnya diamankan saat anggota Unit Ranmor Polresta Palembang dan anggota Unit Jatanras di depan pintu masuk Monpera.
Karena curiga lalu petugas memeriksa surat-surat kendaraan dua motor yang mereka kendarai. Namun, keempatnya tak bisa menunjukan STNK kedua motor itu. Tak pelak, keempat diduga copet beserta dua motor Yamaha Vega R masing-masing bernopol BG 5935 RA dan 6416 IL digelandang ke Mapolresta Palembang.
“Kita curiga, keempatnya beberapa hari ini berada di sana (depan Montera, red). Diduga mereka pencopet yang sering meresahkan pengunjung pasar 16 Ilir,” ujar salah seorang anggota Unit Ranmor
Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SH SIk, mengatakan razia yang digelar merupakan giat rutin dalam rangka Cipta Kondisi, Oprasi Pekat dan Antik 2011. “Mereka yang diamankan akan didata. Apabila ditemukan pelanggaran pidana, maka akan diproses lebih lanjut,” kata Frido. (mg19)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Sabtu, 15 Oktober 2011









Komentar: