Tiga Kelompok, Merajut Nusantara
13 October 2011 Leave a comment

LATIHAN: Pelajar se-Sumsel, latihan tari Merajut Nusantara di lapangan sepak bola SMAN 1 Palembang, kemarin. Khusus pakaian biru, latihan tari yang dilakukan berasal dari wilayah Sumatera.
PALEMBANG — Sebanyak 3.800 pelajar SMP, SMA dan perguruan tinggi yang tergabung dalam tim penari untuk opening SEA Games XXVI November mendatang, sudah melakukan persiapan sejak 5 Oktober lalu. Kemarin (12/10), mereka melakukan latihan ke-10 mengambil tempat di lapangan sepak bola SMAN 1 Palembang, Bukit Besar.
Mereka terbagi dalam tiga kelompok. Setiap kelompoknya, mempelajari tarian berbeda dari tiap bagian wilayah Indonesia. Untuk pakaian warna biru, mereka mempelajari tarian khas Sumatera atau mewakili wilayah Barat. Warna hijau untuk bagian tengah berupa tarian Jawa dan warna merah tarian dari wilayah Timur seperti Papua dan Kalimantan.
“Total latihan kita sebanyak 30 kali, jadi tinggal 20 kali latihannya,” ujar Deddy Puja Indra, Koreografer penari openning SEA Games XXVI kepada Sumatera Ekspres, kemarin (12/10). Yang dipercaya untuk menyiapkan penari pembukaan SEA Games tersebut adalah Batavia Dancer.
Ia optimis tarian berjudul “Merajut Nusantara” ditampilkan dengan sukses. Apalagi, perkembangan kekompakan tarian yang ditampilkan para pelajar se-Sumsel ini semakin baik. “Kita harus optimis harus bisa dan main bagus, meski memiliki keterbatasan waktu,” katanya.
Menurut dia, para pelajar tersebut berusaha sebaik mungkin dan tampil maksimal dalam perhelatan nanti. Pasalnya, pelajar ini mengemban tugas bangsa dan negara dalam perhelatan even internasional dua tahunan se-Asia Tenggara. “Mereka akan menunjukkan yang terbaik, karena kesempatan ini tak akan terulang kedua kalinya. Apalagi, membawa nama Indonesia, bukan Sumsel lagi,” kata Deddy.
Dalam pelatihan tari di lapangan sepakbola tersebut, pihaknya memulai sejak pukul 11.00 WIB. Setiap kelompok, mendapat pengajaran selama 2 jam. Jadi, waktu pelatihan yang dilakukan selama 6 jam. “Mulai pukul 11.00 WIB-17.30 WIB, usai mengikuti pelajaran di sekolah, siswa langsung datang ke tempat latihan,” kata Deddy. Para siswa ini, dalam seminggunya mendapat libur sehari.
Di awal latihan, ia banyak menemui kendala. Apalagi, para pelajar ini tak memiliki basic yang baik dalam menari. “Mereka bukan penari, jadi harus ekstra memberikan latihannya. Memang agak capek dalam melatihnya. Tapi, karena ini merupakan ajang penting, mereka tetap semangat,” katanya.
Dalam penampilan nanti, mereka tampil selama 15 menit. Sebelumnya, dilakukan ilustrasi terlebih dahulu selama 5 menit. Dilanjutkan Gending Sriwijaya sekitar 5-7 menit. “Setelahnya, baru kita yang tampil. Tarian ini, ingin menunjukkan bahwa negara kesatuan Indonesia bersatu karena ada perwakilan tarian dari setiap wilayah di Indonesia.”
Di akhir tarian, akan ditutup lagu “Untukmu Indonesia” dengan penari yang tampil menjadikan lapangan merah putih. “Aransemen lagu nanti bersama Erwin Gutawa. Sedangkan pengarah dan konseptor acara Indra Yudistira.”
Tarian ini, akan diujicobakan pada 1 November mendatang di Jakabaring. Menurutnya, 10 hari menjelang SEA Games tarian yang akan dibawakan harus sudah siap. “10 hari sebelumnya, harus sudah bisa dilihat. Kita akan gladi kotor 1 November nanti di Jakabaring,” ungkapnya.
Deddy menambahkan, soal kostum disiapkan oleh Batavia Dancer Studio. Desainer yang menciptakan Rangga Raka Siwi, yang merupakan desainer ternama di Jakarta. Busana terkesan mewah dan fenomenal, karena yang diberikan untuk even ini dari Inasoc pusat memang cukup besar.
“Nggak ecek-ecek, mereka akan tampil luar biasa,” tambahnya lagi. Untuk make-up, karena beberapa penari akan ada yang dirias, pihaknya mengaku akan kerjasama dengan Sari Ayu Martha Tilaar. (mg44)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Kamis, 13 Oktober 2011










Komentar: