Hujan Buatan Diperpanjang
3 October 2011 Leave a comment

PERSIAPAN: Helikopter milik Sinarmas Forestry ikut membantu Pemprov Sumsel melakukan water boobing dalam upaya memadamkan kebakaran lahan. Tampak, persiapan kantong air sebelum terbang dari Bandara SMB II, kemarin
PALEMBANG —Pelaksanaan hujan buatan yang menjadi aplikasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Provinsi Sumsel diperpanjang. Sebelumnya, tahap pertama hujan buatan untuk penanggulangan kebakaran lahan dan hutan yang dimulai 12 September lalu akan berakhir 11 Oktober mendatang.
“Kita sudah sampaikan kepada pusat, dan disetujui untuk diperpanjang pelaksanaan hujan buatan ini hingga November mendatang karena adanya SEA Games,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Ir Sigit Wibowo, di Bandara SMB II Palembang, kemarin.
Artinya, tim tidak hanya berupaya membuat hujan buatan saja jika diperlukan. Kalaupun sudah masuk musim menghujan tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) selaku pelaksana lapangan TMC ini dapat mengendalikan hujan yang turun agar tidak mengganggu pelaksanaan pertandingan cabang olahraga (cabor) SEA Games XXVI.
Pelaksanaan hujan buatan tetap diperlukan selama hujan alami belum turun membasahi Sumsel. Cara ini akan ditunjang dengan pengerahan 200 tim darat yang beranggotakan sekitar 340 orang dari Manggala Agni, Kepolisian Kehutanan (Polhut)/sporc, Satgas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumsel, Tagana Dinsos Sumsel, anggota Rapi dan Dishubkominfo Sumsel, SAR, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), tim TMC BPPT dan tim water bombing Sinas Mas Group.
Untuk heli, rencananya akan ada tiga unit. Satu dukungan dari Kemenhut, satu dari Sinar mas Group dan satu lagi helikopter dari BNPB. ”Kita lakukan bom air dengan bantuan helikopter ini untuk mengatasi masalah asap akibat kebakaran lahan dan hutan ini. Apalagi, informasi dari BMKG, hujan baru akan turun di akhir Oktober,” ucap Sigit.
Water bombing akan dilakukan pada titik-titik hot spot yang sulit padam meskipun beberapa kali telah diguyur hujan. Sebagian besar ada di wilayah kabupaten OKI. ”Jadi tidak semua tempat karena memang biayanya cukup mahal,” katanya.
Dishut Sumsel sendiri belum mempunyai data pasti berapa persen dari sekitar 1,3 juta hektare lahan gambut di Sumsel yang terbakar. ”Setelah persoalan asap ini tuntas, baru akan kita data,” cetus Sigit. Namun, beberapa kejadian di antaranya terjadi di areal perkebunan milik perusahaan.
Ditambahkannya, upaya penanggulangan kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap di Sumsel ini mendapatkan dukungan pendanaan APBN dan APBD Sumsel maupun APBD kabupaten/kota. Menurutnya, anggaran dari pusat sekitar Rp800 juta, dari provinsi sendiri sekitar Rp1,3 miliar dan gabungan APBD kabupaten/kota diprediksi Rp1,5 miliar.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH kemarin (2/10), melepas 120 orang anggota tim pemadaman darat untuk wilayah kota Palembang. Dibincangi usai acara, Alex mengatakan saat ini yang siap baru satu heli. ”Segera, yang lain menyusul. Mereka akan menjatuhkan bom air pada spot-spot (titik) tertentu saja sebab biaya operasionalnya mahal,” imbuhnya.
Operasi pemadaman hostpot untuk mengurangi masalah asap di Sumsel kali ini harus menggunakan heli karena memang saat ini belum terlalu memungkinkan untuk dilakukan hujan buatan. ”Awan yang di atas wilayah kita belum memungkinkan untuk hujan deras,” bebernya.
Karena itu, kata Alex, pelaksanaan hujan buatan distop sementara hingga kondisi awan bagus. Meski begitu, tim BPPT tetap standby dan terus melakukan pemantauan. Pantauan koran ini, helikopter milik Sinas Mas Group PK-UAC berkapasitas 4 seat sudah standby dan rencananya mulai melakukan water bombing setelah terlebih dahulu melakukan pemantauan udara.
Angkut 600-1.200 Liter Air
Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dishut Sumsel, Ahmad Taufik menjelaskan, ada kemungkinan empat heli yang bakal melakukan water bombing. Selain helikopter dari Kemenhut, juga dikerahkan milik Sinar Mas Group dan bantuan heli dari BNPB pusat. Masing-masing helikopter nantinya akan membawa bumbi baket (kantung air) dengan kapasitas berbeda.
”Ada yang mampu membawa 600 liter, 800 hingga 1.200 liter,”ucapnya. Dikatakannya, total ada 200 tim darat yang bergerak melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan di luar Palembang. Masing-masing tim beranggotakan 15 orang dan sejak beberapa waktu lalu telah bergerak di lapangan. “Yang dilepas pak Gubernur hari ini ada 120 orang dari berbagai instansi,”beber Taufik.
Fokus tim pemadaman darat Palembang adalah memantau dan memadamkan kebakaran lahan dan semak belukar di ibu kotaPprovinsi Sumsel ini. Starting point mereka adalah kawasan Jakabaring dan sekitar bandara SMB II. “Target kita, SEA Games tanpa asap,”pungkasnya. (46)
SUMBER: Sumatera Ekspres, Senin, 3 Oktober 2011










Komentar: