Hati-hati! Jalur Pagaralam-Manna Rawan Longsor



Kawasan Lematang Indah salah satu kawasan rawan logsor di Kota Pagaralam pasca musim kemarau. SRIPOKU.COM/WAWAN SEFTIAWAN

PAGARALAM Hampir sepekan ini kota Pagaralam, Sumatera Selatan, selalu diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Sebagian kawasan di Kota Pagaralam rawan terjadi longsor pasca musim kemarau.

Kondisi ini disebabkan saat musim kemarau lalu tanah banyak yang retak dan kering.

Kawasan rawan longsor tersebut yaitu Liku Endikat, Lematang Indah, dan kawasan Gunung Dempo.

Kawasan tersebut merupakan jalur utama Kota Pagaralam-Kabupaten Lahat.

Kawasan rawan longsor lainnya yaitu jalur Pagaralam-Tanjung Sakti. Hampir sepanjang jalur tersebut banyak terdapat bukit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, H Edi Thamrin, mengatakan, jika dilihat dari kondisi tanah pasca musim kemarau, memang beberapa kawasan di Pagaralam rawan longsor. Ditambah lagi saat ini hujan terus mengguyur Pagaralam setiap hari.

“Saat musim kemarau kemarin tahan terutama di kawasan Kecamatan Dempo Selatan mengalami kekeringan yang menyebabkan tanah saat terkena hujan menjadi longsor karena tanah saat ini sedang kondisi labil atau tidak kokoh. Hal inilah yang mengharuskan kita untuk waspada bencana longsor,” ujarnya.

Selain itu, memang beberapa kawasan yaitu Lematang Indah dan Liku Endikat memang sudah menjadi kawasan rawan longsor karena di kawasan tersebut banyak terdapat tebing tanah.

Beberapa waktu lalu kawasan Endikat terbakar yang membuat pohon terbakar, kondisi ini menyebabkan penahan tanah menjadi habis.

“Selain faktor tanah yang kering karena kemarau, kebakaran hutan di kawasan Endikat dan Lematang beberapa waktu lalu juga bisa menjadi penyebab longsor saat musim hujan seperti saat ini. Karena pohon yang menjadi penahan tanah saat ini sudah banyak mati dan terbakar,” jelasnya.

Melihat kondisi ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam memaluai BPBD mengimbau masyarakat untuk dapat waspada bahaya tanah longsor terutama saat melintas di jalur Pagaralam-Lahat dan Pagaralam-Manna.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pagaralam, Agustiar Efendi, mengatakan, memang jalur Pagaralam-Lahat sangat rawan longsor.

Hal ini disebabkan jalur tersebut berada di kawasan bukit yang memiliki tebing dan jurang. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena longsor, pihaknya telah memasang papan peringatan dan rambu-rambu.

“Kita sudah melakukan langkah antisipasi jika di jalur tersebut terjadi longsor, yaitu dengan telah menyiagakan ekskavator untuk membersihkan material longsor. Selain itu kita juga telah memasang rambu-rambu dan papan peringatan di kawasan tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi longsor.

“Memang untuk alat berat sudah disiapkan pihak Dinas PU yang saat ini diletakkan di Kantor Camat Dempo Selatan. Dengan adanya alat berat tersebut paling tidak akan cepat melakukan evakuasi material ahar tidak menyebabkan kemacetan jika terjadi longsor,” ujarnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sriwijaya Post – Kamis, 22 September 2011 18:23 WIB

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s