Para CDM Support Sumsel.


http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/bu3.jpg?w=630 PALEMBANG Ketua kontingen atau chief de mission sebelas negara peserta SEA Games XXVI mengunjungi venues SEA Games di Palembang, kemarin. Satu persatu tempat olahraga akbar pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara tersebut disinggahi oleh rombongan berjumlah 31 orang, tiap negara mengirim dua hingga tiga perwakilan. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) menjadi tempat persinggahan pertama mereka. Dalam kesempatan sama Gubernur H Alex Noerdin memberikan paparan tentang progress pembangunan venues baik di wilayah Jakabaring maupun Kampus.
Setelah sambangi Stadion GSJ, rombongan mampir ke wisma atlet. U Kyaw San Oo, perwakilan CDM Myanmar mengaku kagum dengan konstruksi bangunan wisma atlet SEA Games tersebut. Bahkan dia menyebut wisma atlet Palembang 10 kali lipat lebih baik dari pada di Laos.
“Memang wisma atlet membuat kami sempat penasaran karena pemberitaan-pemberitaan selama ini. Namun setelah melihat kondisi sebenarnya terus terang saya kagum,” kata U Kyaw, kemarin (18/8).

Saat mengunjungi Stadion Tenis Bukit Asam komentar salut juga terucap dari mulut CDM Laos Sengphone Phonamath. Hal tersebut lumrah mengingat Stadion Bukit Asam menjadi salah satu venue yang pembangunannya hampir selesai. “Ini luar biasa. Kondisi lapangannya sangat bagus. Terdiri dari delapan lapangan pula,” tambah dia.

Setelah itu rombongan meninjau stadion atletik. Rombongan CDM juga menyaksikan langsung pemasangan karpet sintetis oleh lima tenaga asing dari Hong Kong. Anggota tim technical delegate cabor atletik, Sri Hastuti memastikan pembangunan bakal selesai tepat waktu meski kini kondisinya masih sekitar 50-60 persen. “Ada progress membaik dari pembangunan ini. Kami sangat yakin jika pembangunan bakal terlaksana sebagaimana mestinya. Yang jelas akhir September sudah bisa digunakan sebagai tes even,” tambah Sri.

Abdul Rahman Hasan, CDM Singapura mengungkapkan hal senada. Meski melihat bangunan Aquatic Center masih amburadul dia tetap yakin bisa kelar sesuai rencana. “Namun dari sekian banyak venue mungkin hanya Aquatic Center yang paling mengkhawatirkan. Lainnya saya rasa tidak ada masalah,” tambah dia.

Di lain pihak, Ir H Rizal Abdulah Dipl MT, Kadis PU Cipta Karya Provinsi Sumsel menambahkan progress pembangunan secara umum sudah mencapai 60 persen lebih. Hanya saja untuk kolam renang belum mencapai angka 50 persen. “Tapi kalau atap dan bak kolam sudah dipasang perkembangan akan semakin pesat. Mengingat nilai persentase dari bak kolam dan atap sendiri sama-sama 20 persen,” ujar Rizal.

Setelah itu rombongan meninjau lapangan tembak, venue ski air, kemudian melihat GOR Ranau sembari melintas. Lalu melanjutkan perjalanan dengan melihat dari mobil lintasan sepatu roda, venue panjat tebing, base ball dan soft ball sembari keluar di stadion. Setelah itu ke Dekranasda dan mengakhiri kunjungan ke Kantor Bank SumselBabel. Di kantor Bank SumselBabel, Fadjar Sampurno yang menjadi ketua panitia pelaksana ski air SEA Games sekaligus Ketua PB Persatuan Ski Air Indonesia meminta agar pelaksana pengerjaan proyek melakukan percepatan pembangunan terhadap venue atau arena pertandingan yang merupakan tanggung jawab mereka.

Menurutnya sejumlah fasilitas pendukung di venues yang terletak tepat di belakang wisma atlet itu belum ada yang diselesaikan. Ia agak mengkhawatirkan perkembangan venues bakal menghambat pelaksanaan tes even yang bakal berlangsung September mendatang.
Fadjar juga mengingatkan, pantai ski air perlu dilakukan perbenahan lagi agar lebih landai. Tingkat kelandaian dari lintasan merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan pengakuan dunia. “Kalau tidak, akan terjadi gelombang. Diharapkan, kejernihan air juga bisa lebih ditingkatkan,” ucapnya.

Sedangkan lintasan ski air di Palembang dapat menjadi yang terbaik nasional bila dikerjakan secara benar. Ia mengatakan, sudah beberapa kali menyampaikan keluhan itu, namun sejauh ini belum mendapat respon fositif dari pelaksana proyek dan Dinas Pekerjaan Umum. Untuk venue sepak takraw, Dato’ Syed Mustafa Syed Ali, CDM asal Malaysia melihat ada sejumlah kekurangan yang perlu segera diselesaikan. Ali memandang perlu membangun lapangan pemanasan dan tribun penonton. Ia menegaskan lapangan pertandingan dan pemanasan tidak bisa digabungkan karena akan mengganggu konsentrasi pemain dalam pertandingan. “Di sini harus dibangun lapangan pemanasan, jangan digabung” kata Ali yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Sepak Takraw Dunia ini.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan kepada para CDM SEA Games, semua venues paling lambat akhir September dan beberapa awal Oktober sudah dapat dipergunakan untuk tes even.

“Pembangunan terus berjalan dan kami yakin akhir September semua venue sudah bisa digunakan,” katanya.

Terkait lapangan untuk pemanasan sepak takraw, Alex menunjuk gedung Sekolah Olahraga Sriwijaya sebagai tempat pemanasan. Ia juga mendesak pelaksana proyek untuk dapat membangun portable tribune. ”Lapangan pemanasan saya minta di Sekolah Olahraga Sriwijaya. Secepatnya lakukan perbaikan,” ujarnya.

Usai meninjau keseluruhan venues, rombongan CDM ini langsung menuju Bandara SMB II Palembang untuk kembali ke negara masing-masing. Venues di kawasan Kampus POM IX dilihat sekilas sembari melintas di sana. Sebelum terbang, para CDM ini didampingi Ketua Inasoc Sumsel, H Muddai Madang sempat menggelar press conference di VIP room Bandara SMB II Palembang.

Deputi CDM Malaysia, Dato’ Syed Mustafa Syed Ali dalam press conference bersama wartawan di VIP Bandara SMB II kemarin siang, mengatakan, pihaknya sangat puas dengan wisma atlet SEA Games XXVI yang dibangun di JSC. “Kita sudah tinjau tadi dan ini persiapan yang terbaik,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh panitia dan warga Sumsel serta Indonesia pada umumnya agar tidak mengkhawatirkan beberapa venues yang belum selesai pengerjaan fisiknya saat ini. “Kami dari semua negara peserta yakin dengan kesiapan Sumsel. Bersama-sama, kita dari ASEAN mendukung Indonesia agar sukses sebagai tuan rumah,” ungkap Ali.

Yang penting, katanya, bagaimana nantinya Stadion GOR Jakabaring berkapasitas 40 ribu orang yang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan dapat penuh dan acara berlangsung sukses serta meriah. “Kita yakin Indonesia bisa. Yang penting bersatu padu,” imbuhnya.

Mewakili para CDM dari negara lain, Syed Ali berharap agar berbagai fasilitas pendukung SEA Games bisa pula dipersiapkan secara matang. Ia pun mengapresiasi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang tiga jam penuh mendampingi kunjungan para CDM ke seluruh venue dan fasilitas pendukung SEA Games. “Governor (Gubernur) Alex Noerdin sangat menguasai materi semua yang sedang dikerjakan,” ucapnya.

Deputi CDM Laos, Mr Sengphone Phonamath menambahkan, melalui tinjauan lapangan kemarin pihaknya dapat membandingkan persiapan SEA Games di Palembang dengan Laos tahun 2009 lalu. “Saya rasa, di sini lebih baik. Semua venue complete dalam satu kawasan terpadu. Juga ada athlet village (wisma atlet) yang bagus,” cetusnya.

Ia optimis, para atlet, pelatih dan ofisial yang datang untuk bertanding ke Palembang akan enjoy dan nyaman dengan semua fasilitas serta kondisi yang ada.

Sementara, Asrizal Tanjung, Deputi CDM Imdonesia mengatakan, SEA Games XXVI ini merupakan momentum stategis kebangkitan olahraga nasional Indonesia. “Tiga sukses, baik penyelenggaraan, prestasi, dan pemberdayaan ekonomi harus tercapai. Karena itu, semuanya harus terlibat dan mendukung penuh even ini,” ucapnya.

Terkait target prestasi yang ingin dicapai, Satlak (Satuan Pelaksana) Prima telah mempersiapkan atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang SEA Games nanti sebaik mungkin. “Target kita jadi juara umum. Saat ini, para atlet kita terus berlatih dan berlatih. Juga melakukan persiapan mental,” beber Tanjung.

Tujuan akhir sebenarnya yang ingin diraih Indonesia bukan habis pada SEA Games ini. Melainkan bagaimana Indonesia mampu menunjukkan prestasinya pada ASEAN Games dan juga olimpiade.

Ketua Inasoc Sumsel, H Muddai Madang, mengatakan, para CDM dari beberapa negara ASEAN telah melihat langsung persiapan Sumsel dan kondisi venues yang akan digunakan pada even olahraga Asia Tenggara itu. “Komentar mereka cukup bagus. Ada yang juga bertanya persiapan dari kita dengan siswa waktu yang demikiat dekatnya,” ungkapnya.

Para CDM ini, kata Muddai bukan ragu dengan kesiapan Sumsel. ”Hanya saja mereka ingin tahu dan mendapatkan penjelasan bagaimana venues itu selesai dalam waktu yang singkat ini,” cetusnya.

Beberapa venues itu yakni softball, baseball, panjat tebing yang sedikit lambat karena adanya perubahan desain. Lalu juga pentaque, sepak takraw serta voli pantai yang pasirnya didatangkan dari luar Sumsel. “Semua itu menurut kita venues yang tidak terlalu sulit pengerjaannya. Karenanya, dalam sisa waktu 1,5-2 bulan ke depan kita optimis dapat diselesaikan,” imbuh Muddai.

Pasalnya, setelah beberapa waktu lalu digelar ajang Kejuaraan Asia Volley Ball, ke depan akan digelar Voli Pantai Asia Fasifik yang diikuti 22 negara. Ajang ini sendiri menjadi babak kualifikasi olimpiade. Kemudian sirkuit Tenis Asia Men and Women mulai 3 Oktober hingga 20 Oktober mendatang. Ada empat kategori yang dipertandingkan, yakni tenis wanita, pria, squash dan kejurnas tenis. Sedangkan aquatic akan dilakukan tes even pada awal Oktober mendatang. Kedatangan para CDM ini tidak membahas data entry by number berapa banyak yang akan datang dan bertanding di Sumsel. “Kemungkinan, itu akan ada awal September mendatang. Kalau sekarang belum ada dan memang kedatangan CDM ini tidak membahas itu,” pungkasnya.

Sekadar memberi tahu sebelumnya mereka juga sempat menyambangi venues di Jakarta. Di antaranya judo (Kelapa Gading), balap sepeda (Rawamangun), taekwondo (Cibubur), futsal (Cibubur), dan kempo (Ciracas).

Polisikan Pemilik Tanah Wisma Atlet

Di bagian lain, polemik tanah yang di atasnya sudah berdiri wisma atlet sepertinya bakal menimbulkan polemik berkepanjangan. Sejumlah warga masih ada yang mengaku belum menerima ganti rugi dari Pemprov Sumsel. Warga itu memasang plang nama di lokasi wisma atlet. Bahkan mendirikan tenda-tenda dari kayu.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melaporkan ulah warga tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Heri Mukti SH, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Terpadu Polresta Palembang, Rabu (17/8) sore. Terlapornya, Idris Cs, warga Jl KH Wahid Hasyim, Lr Kedudukan, RT 20/05, Kelurahan 5 Ulu, SU I, Palembang.

Dalam laporan polisi bernomor LP/ B-2114/VIII/2011/Sumsel/Resta, advokat Heri Mukti menyatakan pemerintah provinsi telah memberikan peringataan kepada terlapor. Tujuannya, agar terlapor tak mendirikan bangunan di Kompleks Sport City (Wisma Atlet). Namun peringatan itu tak diindahkan terlapor hingga Rabu (17/8) sekitar pukul 06.00 WIB. Atas kejadian tersebut, pelapor mendapatkan kuasa guna melaporkan pada polisi. “Memang ada laporan polisi oleh Gubernur kemarin (Rabu, red) melalui kuasa hukumnya. Laporan itu terkait atas kasus pendirian tenda dan patok oleh terlapor karena menghalangi keberadaan wisma atlet,” ungkap Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SH SIk, kemarin.

Diketahui, terlapor Idris Cs melalui tim advokasi Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi (GNPK) pernah melaporkan Kasatpol PP Propinsi Sumsel ke SPK Terpadu Polresta Palembang, Kamis (4/8) lalu. Pengaduan itu tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B-1995/VIII/2011/Sumsel/Resta, terkait atas kasus pengeroyokan. Sebab, belasan anggota Satpol PP Sumsel mendatangi lokasi tanah berdirinya wisma atlet. Kedatangan anggota Satpol PP itu yang membongkar plang nama yang bertuliskan tanah tersebut milik Idris. (mg42/46/mg19)

Sumber:
Sumatera Ekspres, Jumat, 19 Agustus 2011 01:01

http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif?w=630

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s