Mabes Back-up Polda Sumsel.
19 August 2011 Leave a comment
PALEMBANG — Pengamanan Idul Fitri kali ini ekstraketat. Jajaran Polda Sumatera Selatan all out, menurunkan 2.245 personel. Di samping, back-up dari 104 petugas Mabes Polri. Rencananya, para personel itu akan standby di stasiun dan bandara. Operasional di lapangan selama 16 hari terhitung 23 Agustus hingga 7 September 2011 dalam operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Ketupat 2011. “Sesuai kesimpulan rapat koordinasi dengan Bapak Kapolda dan Wakapolda Sumsel, adanya kesepakatan peserta. Ini adalah operasi kemanusiaan, mereka semua terpanggil untuk memberikan pelayanan optimal.” tegas Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol M Fiandar didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol sabaruddin Ginting dan Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Firman Shantyabudi usai rakor pengaman Idul Fitri 2011 di Rekonfu Mapolda Sumsel kemarin.
Menurut Fiandar, titik berat tetap mengacu kepada tugas pokok. Salah satunya, mencegah jangan sampai ada kemacetan di tempat terbuka. “Seperti di Inderalaya ada pasar, ini akan dibantu oleh Pol-PP untuk melakukan koordinasi dengan pedagang di pasar tersebut,” tukasnya.
Lanjutnya, operasi ketupat 2011 mengedepankan kegiatan Pre Emptif, Preventif, Gakkum yang didukung dengan kegiatan deteksi dini. Harapannya masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1432 H dengan rasa aman dan nyaman.
Sasaran Ops Ketupat 2011, di antaranya seluruh wargayang merayakan Idul Fitri juga melaksanakan perjalanan mudik. “Termasuk para pelaku pelanggaran lalu lintas dan tindak kejahatan,” kata Fiandar lagi.
Sasaran kedua yakni kegiatan ibadah, rekreasi, arus mudik dan arus balik termasuk kegiatan dipusat perbelanjaan. Juga tempat ibadah ummat Islam, pemukiman dan perumahan. “Utamanya jalur dan jalan utama yang dipakai untuk mudik melalui darat, udara dan sungai. Terminal bus, stasiun kereta api, bandara dan pelabuhan. Terlebih lagi penampungan atau gudang kebutuhan pokok masyarakat dan pendistribusiannya, serta obyek vital dan khusus lainnya,” beber Fiandar lagi.
Ia menambahkan, Polda Sumsel bersama instansi terkait serta mitra kamtibmas menyiapkan pos-pos pengamanan (Pam) maupun pos pelayanan di daerah rawan kriminalitas. “Juga akan ada pos pam dan pos pelayanan di daerah rawan kecelakaan dan keramaian umum. Kita akan mendirikan pos Pam 50 unit dan pos pelayanan 32 unit. Pos-pos itu diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian dan pelayanan (Rest Area) bagi para pengemudi.”
Lokasi Pos Pam tersebut, masing-masing 6 pos di Palembang, 4 pos di Kabupaten Banyuasin, 4 pos di Muba, 2 pos di Ogan Ilir, 5 pos di OKI, 3 pos di OKU, dan 3 pos di OKU Timur. Kemudian, 2 pos di OKU Selatan, 3 pos di Lubuklinggau, 6 pos di Mura, 2 pos di Lahat, 6 pos di Pagar Alam, 3 pos di Muara Enim dan 1 pos di Prabumulih.
Bagaimana dengan lokasi rawan kriminalitas di Palembang? Terdata ada 16 titik lokasi, 9 titik rawan macet, dan 9 titik rawan macet laka lantas. Untuk Kabupaten Muba terdapat 4 titik rawan kriminalitas, 5 titik rawan macet dan 8 titik rawan laka lantas.
Kabupaten Banyuasin terdapat 3 titik rawan kriminalitas, 6 titik rawan macet, dan 9 titik rawan laka lantas, di Kabupaten Ogan Ilir hanya ada 2 titik rawan kriminalitas, 5 titik rawan macet dan 4 titik rawan laka lantas.
Kemudian, 7 titik rawan di OKI, 2 titik rawan di Praabumulih, 4 titik rawan di Muara Enim, 4 di Pagar Alam, 4 di Mura, 2 di Lahat, 8 titik di Lubuklinggau, 2 di OKU Timur dan 2 titik di OKU Selatan.
Perkiraan arus mudik yang menggunakan jalur lintas timur dan lintas tengah Sumatera serta kepadatan penumpang kereta api, kapal Ferry, kapal cepat, bandara, terminal sudah mulai terjadi sejak 23 Agustus 2011. Sedangkan puncak arus mudik tanggal 28 dan 29 Agustus 2011. Lalu arus balik terjadi pada 3-4 September 2011. “Umumnya, jalur Lintas Tengah dan Lintas Timur dalam kondisi relatif baik. Hanya terjadi pada beberapa titik saja,” ungkap Fiandar.
Titik kerusakan tersebut antara lain, untuk jalur lintas tengah sepanjang 492,38 Km, seperti di Muara Enim, simpang Sugi Waras, batas Kota Baturaja, Martapura, batas Lampung, hanya sepanjang 1 Km yang mengalami rusak ringan. Yakni, antara simpang Sugiwaras dengan Kota Baturaja. Rusak berat sepanjang 5 Km, yakni batas Kota Baturaja di Km 155,87.
Untuk jalur lintas timur, seperti perbatasan Jambi, Peninggalan, Sungai Lilin dan Betung. Panjang jalan 223,55 Km terjadi kerusakan ringan sepanjang 27,74 Km. Titik tersebut di antara Km 43,67, Km 56,16, Km 89,77. Rusak berat sepanjang 2,20 Km terdapat di titik Km 33,94.
Fiandar menambahkan, jalur Lintas Timur dengan batas Palembang, Inderalaya Meranjat, Kayu Agung, Penyandingan dan batas Lampung sepanjang 158,49 Km. Terjadi kerusakan ringan di Km 12,44, Km 16,26, Km 22,91 dan Km 25,57. “Kita juga akan melakukan cek kesehatan seperti tes alkohol kepada sejumlah sopir bus, travel dan sebagainya secara acak,” pungkasnya.
Saat rapat, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Maulana Arif Mansyur mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Juga melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat apabila menemukan gangguan keamanan serta meningkatkan kewaspadaan pada saat berpergian menggunakan kendaraan bermotor dengan terlebih dahulu mengecek kelengkapan dan kesiapan kendaraan agar terhindar dari bahaya kecelakaan.
Yang kedua Kapolda Sumsel juga mengimbau kepada warga yang berpergian meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, pastikan rumah tersebut aman dan hindari kelalaian yang dapat mengakibatkan timbulnya kebakaran atau menjadi sasaran pencurian. “Juga dihimbau kepada bagi pemudik untuk tidak menggunakan ranmor roda dua, karena ranmor roda dua tidak dipersiapkan untuk perjalanan jauh dan rentan terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas,” terang Dikdik. (mg10)
Sumber:
Sumatera Ekspres, Jumat, 19 Agustus 2011.








Komentar: