Puasa Hati.


Oleh: Ustadz Jeffrey Al-Bukhori

PARA pembaca yang dirahmati Allah SWT, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, selain menahan haus dan lapar, juga mendidik hatinya berpuasa. Puasa hati adalah dengan mengosongkannya dari bentuk-bentuk syirik yang merusak, keyakinan bathil, mengikuti bisikan-bisikan jahat, niat-niat busuk, pikiran-pikiran keji, rasa permusuhan, kedengkian, hasut kepada teman, ujub, dan sombong.

Petunjuk hati adalah asas semua petunjuk, dasar semua taufiq, landasan dan dasar semua perbuatan manusia. Dalam sebuah hadits, Baginda Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya (perbuatannya) dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh (perbuatannya). Ingatlah segumpal darah itu adalah hati.”

Baiknya hati Anda adalah kebahagiaan Anda di dunia dan di akhirat. Rusaknya hati adalah kehancuran dalam jangka waktu yang tidak diketahui kecuali Allah SWT. Mengenai hal ini Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Qof ayat 37 yang artinya;

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya sedang dia mendengarkannya.”

Para pembaca yang dirahmati Allah SWT, setiap makhluk mempunyai hati. Tapi hati ada dua. Ada hati yang hidup disinari cahaya, dicerahkan iman, syarat dengan keyakinan, dipenuhi sifat ketaqwaan. Ada juga hati yang mati, sengsara dan menderita, di dalamnya terdapat kehancuran dan kerusakan. Mengenai hati orang-orang yang berpaling dari ajaran Allah SWT dan orang-orang yang lalai, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 10 yang artiny;

“Di dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambahkan penyakitnya dan bagi mereka siksaan yang pedih.”

Selain itu Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an surah Fushshilat ayat 5 yang artinya;

“Mereka berkata: hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan.”

Hati seorang mukmin ketika sedang berpuasa dipenuhi dengan ketaqwaan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada sesama makhluk, sifat kelembutan, dan jauh dari perasangka buruk terhadap sesama. Ia mampu mengenal Tuhannya dengan segala kemahaagungan-Nya. Hati seorang mukmin terdapat cahaya yang menyirnakan kegelapan, cahaya risalah yang abadi, pancaran cahaya sifat-sifat Ilahiyyah, sehingga hatinya bersih dari kesombongan. Dalam sebuah hadits, Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya;

“Barangsiapa sombong kepada Allah maka Allah akan merendahkannya dan barangsiapa merendahkan hati kepada Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya.”

Hati seorang mukmin berpuasa dari rasa ‘ujub, rasa bangga terhadap dirinya sendiri, yakni membayangkan dirinya sempurna, lebih sempurna dari orang lain. Mengenai bahaya yang diakibatkan dari perasaan ‘ujub, Rosululloh SAW pernah bersabda dalam sebuah hadist yang artinya;

“Tiga hal yang merusak; perasaan ujub seseorang kepada dirinya, kebahilan yang dituruti ,dan hawa nafsu yang diikuti.”

Hati seorang mukmin juga berpuasa dari rasa dengki, sebab perasaan dengki bisa menghancurkan semua perbuatan amal shaleh, memadamkan cahaya kalbu. Rasulullah SAW pernah memberitahu sampai tiga kali tentang seseorang dari sahabatnya yang termasuk penghuni surga. Ketika orang itu ditanya mengapa ia masuk surga, ia menjawab, “Saya tidak tidur sementara dalam hati saya ada dengki, iri, atau khianat terhadap sesama muslim.”

Para pembaca yang dirahmati Allah SWT, hati sebaiknya berpuasa sebagaimana puasanya orang-orang arif. Semoga ibadah puasa kita kali dapat membawa kita menjadi orang-orang yang mampu mengisi hati dengan ketaqwaan, kelembutan, bersih dari si-fat ‘ujub, riya, syirik, dengki, dan sombong.

Sumber : Sriwijaya Post- Sabtu, 13 Agustus 2011 10:32 WIB

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s